Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Ikut Aku!


__ADS_3

Gadis mengucek matanya tak percaya pada layar pipih yang Andra tunjukkan padanya, duda itu kini sibuk mengendus punggung dan tengkuk Gadis yang sudah dia ubah memakai baju tidur seksi tanpa kain di belakangnya.


Sebenarnya dia sedikit tak percaya, tapi perlakuan duda ini yang selalu lembut, mesra dan lengket padanya menarik ulur sampai ke ubun-ubun.


"Sssh, sakit tahu, jangan digigit!" Gadis miringkan kepalanya, dudanya berubah jadi drakula, suka main gigi sekarang. "Jelaskan padaku, soal ini! Kenapa dia mengirimimu pesan yang seperti ini, dia mau apa? Mau minta tolong kamu apa? Apa kamu bapak dari calon anaknya yang masih dalam angan-angan itu?"


Andra menjauhkan bibirnya dari bahu kanan Gadis, dia pun hanya memakai celana kolor seperti siap tempur saja, intinya di malam hari harus berseragam begitu, berhubungan intim atau tidak, harus begitu.


Ya, walau semua tahu bahwa hasratnya akan terpancing meligat Gadis meliuk-liuk tanpa baju yang semestinya.


"Bukan anakku."


"Kalau begitu?" Gadis berbalik, dia takup wajah Andra, segera menjauhkan dari kulitnya yang terus diraba tanpa henti. "Katakan atau aku marah besar padamu! Tidak mau pakai baju haram ini lagi di depanmu dan tentu saja aku tidur di rumah ibu, malas tidur dalam satu kamar dengan penip-"


Andra raup bibir tipis yang suka berceloteh itu, dia cecap sejenak sampai Gadis mulai terbawa, lalu dia sudahi.


"Kau mau menuduhku sebagai penipu? Kasar sekali!"


"Kalau begitu katakan yang benar, Dudaaa!" Gadis sudah mrmberi kode sebal bila menyebut Andra begitu, lain dari Andra yang justru tertawa. "Katakaaaaaan!"


Andra tahan dan lipat kedua tangan Gadis, menahan Gadis dalam dekapannya, lalu dia ciumi sesuka hati tanpa berniat menjawab, Andra tak suka menjelaskan hal seperti ini meskipun Gadis mencak-mencak tujuh turunan, baginya Lisa itu luka dan akan selamanya jadi luka.


"Besok ikut aku menemuinya, bertingkahlah selayaknya kau itu istriku, jangan sebagai bawahan, jangan juga merendah karena dia mantan istri dulu, tunjukkan Helen yang punya percaya diri tinggi, paham!"


Gadis pejamkan matanya, dia tahu duda itu kalau bicara tak akan digambar diam saja, apalagi di posisi yang intim begini, tentu saja jemari di bawah sana tak mau diam.

__ADS_1


Kedua kaki Gadis dilebarkan, lalu jarinya merambat turun hingga bersemayam di lembah basah yang sudah siap berkecipak.


"Ndraaa, cukup!"


"Mau ikut besok?"


Gadis mengangguk, dia akan ikut sesuai dengan mau Andra, dia juga ingin tahu seperti apa Lisa bila menemui Andra di ruangan tersembunyi begitu.


Hotel? Cih, bisa-bisanya Lisa punya pemikiran yang animalis begitu.


Andra mulai menyusuri tubuh Gadis, dia tarik ikatan di belakang leher itu, menurunkan sesukanya hingga Gadis tampak sangat polos dan tak berdaya.


"Kapan kamu membiarkan aku tidur?"


"Tidak, kecuali dokter melarang." Andra menghentikan kecupannya di perut rata Gadis. "Beritahu aku kalau kau hamil, Helen."


"Kamu benar-benar ingin aku hamil?" Gadis menggigit bibir bawahnya. "Apa setelah hamil dan melahirkan, kamu membuangku?"


Andra mengangguk. "Tentu aku buang, kalau bisa aku asingkan."


"Kena-kenapaaaah?"


Diasingkan agar tak ada yang suka dengan wajah gemas ibu hamil dan sehabis melahirkanmu!


Tapi, pada nyatanya Andra tak mengutarakan itu, dia ucapkan dalam hati, lidahnya sudah bersarang di lembah basah itu, bermain dan membuat empunya tak bisa bernafas dengan baik.

__ADS_1


Samar-samar Gadis mulai menghitung mundur tanggal datang bulannya, sebentar lagi, kurang satu minggu lagi, entah kenapa dia berdebar.


Apa dia akan hamil dan mendapatkan cinta Andra? Atau selamanya menggantung dan diganggu karena dia tak kunjung hamil?


"Aaaaarrrrghhhh...."


"Hel-Heleeen, uummmppttt ...!" keduanya bersahutan, anggap saja tak ada yang mendengar, kemungkinan Sandro sudah kembali ke bangungan sebelah.


***


Sesuai dengan permintaan Lisa, walau dihari yang berbeda, Andra datang ke hotel itu, tapi dia tak sendiri, dia membawa Gadis bersamanya.


"Kalau aku tunggu di sini, nanti kamu dirangsang dia bagaimana?" Gadis membela haknya sebagai istri.


Andra colek hidung Gadis, seperti biasa tak mau menjawab dan langsung meninggalkan Gadis begitu saja.


Tapi, Gadis mengekor, tidak mau suaminya diberi obat perangsang misal, sampai Andra tak sadar, lalu jadilah Andra junior, Gadis tidak akan rela sampai akhirat, biar saja.


"Aku tidak mau ditinggal!" bisiknya tegas.


Andra menoleh, dia biarkan tangan Gadis melingkar di lengannya, dia suka sekali Gadis cemburu, menunjukkan seberapa sayangnya Gadis padanya, tak akan ada celah perebut pasangan kalau seperti ini.


Berbeda dari kenangan buruk bersama Lisa, Andra ingin tepis semua itu.


Jeglek,

__ADS_1


Lisa membulatkan matanya. "Kam-kamu! Untuk apa dia ikut?" menunjuk Gadis geram.


__ADS_2