Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Ulah Bocah


__ADS_3

"Baaaang, unya akuh!" Friska mengambil yupi di tangan Kaffa. "Tety alah ama amu!"


Kaffa berdecak, tidak di rumahnya atau di rumah orang lain, adiknya ini selalu banyak tingkah, sedang dia harus sabar, apalagi ditambah yang satu ini si putri malu bernama Swastika atau Tika.


Lihatlah, pipi dan mata bulatnya itu, membuat Kaffa merasa dunianya akan berputar di sana, ribet bersama para perempuan.


"Bang Kaffa, Tika mau uga yang ini!" Tika menunjuk permen yang masih tersisa di tangan Kaffa.


"Boneh, tapi kamu antik ikat gigik ya!" balas Kaffa sambil mengulurkan tangannya, memberikan sisa permen yupi itu pada Tika. "Eh, kita bagi dua, kamu ama akuh, ya?"


Tika menatap nanar yupi kecil itu, bibirnya melengkung ke bawah, dia tidak akan merasakan apapun kalau hanya setengahnya.


"Papaaaaaaaaa ... huaaaaahhh, Abaaangna nakal!" teriak Tika menangis histeris.


Semua mata tertuju pada Kaffa, anak itu tengah menggigit yupi boneka yang ada di tangannya, mau dia bagi dua tadi.


Karena terkejut, Kaffa memasukkan dan menelan semua bagian yupi itu, tangisan Tika semakin menjadi, melihat yupi yang dia inginkan telah masuk ke mulut Kaffa dan habis.


"Abang!" Siska bergeleng melihat putranya itu.


"Mommy, mau Abang bagi dua, upinya!" Kaffa melipat kedua tangannya ke depan dada, tidak mau disalahkan juga. "Loh, dak ada agi upinya, Abang kaget tadi Tikana nangis, Mommy, ukan salah Abang ya kan?"

__ADS_1


Frans menepuk bahu Siska yang tengah memangku Friska di depannya, bocah cantik itu mau menangis melihat Tika menangis histeris.


Sabar, itu yang Frans katakan pada istrinya.


"Ini anakmu!" kata Siska berbisik, Frans hanya mengangguk samar sambil terkekeh melihat Andra yang tengah memeluk Tika.


Gadis cengar-cengir sendiri, dia tidak pernah tahu bagaimana Frans dan Siska, tapi dia jadi tahu Kaffa menurun dari siapa, terlihat Siska emosi jiwa membalas tatapan Frans.


"Kasih lagi ke Tika, minta maaf!" titah Siska, dia berikan yupi utuh.


Kaffa berdecak, benar-benar anak Frans kalau sudah begini, suka maunya sendiri.


"Abang dak salah, Mommy!" Kaffa masih keukeuh. "Dak salah kok inta maap, dak Mommy!"


Tika melangkah pelan ke depan Kaffa, yupi dari Siska sudah berada di tangan kecil bocah itu, tetapi Kaffa tidak mau memberikannya ke Tika, menunggu Tika yang memintanya.


"Ab-abaaaang, au upinya, Tika au upinya. Boneh minta, Abang?"


Kaffa melirik Tika sekilas, kedua tangannya masih menggantung di samping, enggan menjawab, sebelah alisnya terangkat.


"Dak boneh ya, alau itu Tika inta maap dah angis, telus Abang malah, maap!" Tika menahan kuat tangisnya, dia harus berani, itu yang mama dan papanya ajarkan.

__ADS_1


Berani meminta maaf, berterima kasih dan meminta izin, tiga kalimat sakti untuk meluluhkan hati orang dan menunjukkan kualitas diri akan sopan santun.


"Abang, maapin Tika ya, au?" Tika mengulurkan tangannya.


Siska menatap tajam putranya, bersama Friska sering mengalah, tapi bersama anak perempuan lain bisa seketus ini.


Andra dan Gadis masih melihat seberapa jauh Tika bertahan, nanti bila Tika dewasa akan banyak hal yang menekan anak itu, dia harus dilatih kuat seperti ini, kuat mental.


"Maapin, Tika!" Tika semakin mendekat, meraih tangan kanan Kaffa. "Maap ya," katanya.


Kaffa menghela nafas, lalu dia balas uluran tangan Tika, baru dia tersenyum.


"Ain kani, jangan ampang angis, Abang dak suka ama yang angisan!" kata Kaffa persis orang dewasa.


Tika mengangguk, dia hapus jejak air matanya dengan punggung tangan yang bebas, lalu mendekat dan berkedip malu-malu pada Kaffa, mendekat rapat mengikis jarak, lalu tanpa aba-aba meloncat memeluk Kaffa sampai yupinya lompat jatuh.


"Uuuh, kamu ini, upinya atoh loh!" Kaffa mendorong Tika.


"Papaaaaa, huaaahh!" lagi, Tika menangis.


"Tetiiiii, Abaaaang!" Friska ikut menjerit menangis, lengkap sudah.

__ADS_1


Gadis lantas menggendong anaknya, baru berteman saja sudah seramai ini, bagaimana kalau punya anak lagi di rumah, mati dia, belum dudanya itu.


"Kaffaaaaa, astaga!" Siska gemas sekali dengan bocah satu ini.


__ADS_2