Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Ini Dudaku!


__ADS_3

"Ndra, mau ke mana?"


Ah, si uler keket ini mendadak muncul lagi, mood Andra bisa rusak, padahal dia mau kencan siang bersama Gadis.


Lisa bergerak mendekat, wanita yang kemarin terlihat menyedihkan, entah kenapa hari ini tampak gembira, Andra pun tak penasaran akan kehidupan Lisa, kalaupun Hikam mau bertanggung jawab, itu bagus, jadi dia tak perlu berhubungan dengan Lisa lagi, hanya fokus pada Gadis.


"Mau makan siang bersama?"


"Tidak, aku tidak mengundang siapapun untuk makan siang ini, hanya bersama Helen, permisi!" Andra sudah mau melangkah, tapi tangan Lisa menahannya, Andra hanya menepis ringan, dia tak akan bersikap kasar pada wanita hamil, walau itu si ular keket. "Ja-"


Grep!


Lisa terhuyung ke belakang, tanpa aba-aba Gadis menarik tubuh Andra dan membuat Lisa melepaskan tangan itu, satu alisnya terangkat, dia tak akan diam saja kalau dudanya diganggu mulai hari ini, apalagi oleh mantan laknat seperti Lisa.


Dagu Gadis sengaja dinaikkan untuk memberi kesan sombong, lengan Andra sudah dia lingkari, tampak sangat posesif, Andra senang melihat istrinya seperti ini.


Oh my Helen!

__ADS_1


"Kami mau makan siang berdua, bukan mau kerja kelompok, jadi nggak ada undangan buat kamu, maaf ya!" Gadis langsung membuat sekat diantara mereka. "Sayang, sekali lagi kamu mau dipegang sama dia, aku tidur beda kamar!" ancamnya, Andra menelan ludah kasar, itu siksaan terberat.


Gadis menghentakkan satu kakinya sebelum pergi, tapi sebelum itu, Gadis berkata tegas pada Lisa.


"Aku tahu kamu sedang hamil, jadi aku tidak mau kejam-kejam, tapi kalau hamil itu harusnya kamu bisa menjaga diri, jangan mancing buat dikasarin!" wajahnya terlihat benar-benar kesal. "Jangan sentuh-sentuh dudaku, dia bukan suamimu lagi!"


Pandangan Andra tak beralih sama sekali dari Gadis, persetan kalau itu tadi hanya akting Gadis, dia tak peduli, dicemburui seperti ini oleh Gadis adalah penghargaan terbesar dalam hidupnya.


Dan sepertinya dia harus memberi hadiah pada Gadis atas hal ini, dia tak sabar sama sekali untuk makan berdua.


"Kau cemburu?"


"Hem, tadi masih ada batas kain, tidak langsung kulitku."


"Tidak mau, pokoknya jangan ya jangan!" Gadis yakin wajahnya jelek sekarang, dia sebal dan kesal, dia benar-benar cemburu meskipun di mata orang dia tengah akting, hanya dia yang tahu.


Satu tangan Andra terulur untuk mengusap kepala dengan rambut lembut panjang itu, menarik pelan agar Gadis bersandar di bahunya.

__ADS_1


"Sampai tempat makan, terus begini, jangan bergerak!"


Gadis menurut, dia bahkan melingkari lengan Andra, kalau bisa duda ini dia borgol agar tak direbut orang, tahu sendiri dia bukan model super cantik, banyak yang ragu kalau dia itu istrinya Andra.


Sesampainya di rumah makan, Andra benar-benar membelinya dalam bentuk bungkusan, tidak makan di sana, duda itu mengarahkan mobilnya ke arah rumah, membuat kedua orang tua Gadis terkejut karena mereka pulang siang-siang.


Gadis hanya melambaikan tangan pada ibu dan bapak yang tengah mengintip dari bangunan sebelah.


Bruk!


"Ndra, makan dulu!"


"Iya, makan kamu."


"Eh, makan itu kwetiaunya, ayo!" Gadis jadi takut kalau duda ini terpancing. "Aku suapin kamu, oke!"


"Makan ini dulu, Helen!" Andra tarik kemeja Gadis sampai kancingnya berceceran. "Nanti aku belikan lagi bajunya, sekarang itu dulu!"

__ADS_1


Glek!


__ADS_2