
"Apa melahirkan setegang itu?" Gadis meraba perutnya, ngeri sendiri mendengar cerita Lisa.
Lisa mengangguk, tapi kemudian dia tertawa melihat ekspresi Gadis yang tegang begitu.
"Jangan membuatku ditegur oleh Andra, ayo senyum lagi!" katanya.
"Heheheh," Gadis terkekeh canggung.
Sejujurnya, dia senang bisa menjalin hubungan baik dengan Hikam dan Lisa, juga bayi tampan bernama Virza itu, tetapi mendengar pengakuan Lisa soal melahirkan membuatnya pusing mendadak.
Dia takut dengan semua rasa sakit yang ada, tidak yakin apa dia kuat atau tidak, melihat Andra yang selalu manja, ketakutannya bertambah, bagaimana kalau Andra justru kabur saat dia melahirkan, sebab itu menakutkan dan Andra tidak suka melihat dirinya kesakitan.
"Sayang, aku takut," cicitnya.
Andra mengurangi kecepatannya, dia kira Gadis takut karena dia terlalu kencang tadi, tetapi bukan itu, Gadis masih mengatakan bahwa dirinya takut.
"Takut kenapa?" tanyanya.
Gadis menoleh hingga dia bisa melihat Andra utuh, sedang duda tampan itu fokus melihat jalanan, mereka sudah bilang pada ibu tak akan lama ke luar rumah.
"Ada apa?" tanya Andra, dia menoleh sekilas.
"Aku takut tidak sanggup melahirkan," jawabnya, Gadis menunduk menatap perut besarnya, dia benar-benar takut.
__ADS_1
Andra sempat tercengang, tetapi dia berhasil mengolah rasa takut dan emosinya sendiri saat ini hingga sebelah tangannya mengusap pipi Gadis lembut.
"Tenang, kau pasti bisa melahirkan dengan cepat dan tidak terlalu sakit!" katanya.
"Bagaimana bisa?" Gadis yang sudah berkaca-kaca lantas mendongak tak percaya.
"Tentu saja bisa, kan aku selalu mengajakmu bercinta, bukankah itu membantu proses melahirkan, jelas tak akan sakit. Kalau tadi Lisa mengatakan sakit berlebih, karena dia tidak berhubungan lancar dengan kak Hikam, itu salah mereka, berbeda dengan kita yang setiap malam absen, jangan cemas!" jawab Andra penuh percaya diri.
"Yang benar?"
Andra pun mengangguk, istrinya ini benar-benar menggemaskan, dengan jawaban yang sekiranya Gadis pernah mendengar, dipastikan ketakutan itu hilang, ditambah lagi kenyataan memang hubungan Hikam dan Lisa sebelum bayi itu ada sangat buruk.
Gadis kembali mengulas senyumnya, dia usap perutnya berulang kali, ketegangan hilang seperti dugaan Andra.
"Iya, tidak akan aku tolak. Aku tidak mau kesakitan dan takut saat melahirkan," hawab Gadis.
"Pinter!" simpul Andra.
Ada untungnya punya istri polos seperti Gadis, walau lebih tua darinya, tapi pesona Andra selaku duda tak bisa Gadis bantah, justru Gadis yang klepek-klepek dibuatnya.
Walau begitu, Andra sangat mencintai Gadis, dia pun cemas nanti menjelang melahirkan, apa dia sanggup melihat Gadis kesakitan dan tahan tidak memukul orang.
Dia sendiri diam-diam menyimpan rasa takutnya, tapi tidak Andra tunjukkan di depan Gadis atau istrinya itu semakin ketakutan.
__ADS_1
"Sayang, mau beli kue busa!"
"Ya, kita beli. Tunggu!"
Gadis mengangguk, menjelang hari kelahiran, entah kenapa dia jadi suka banyak makan, entah efek dari apa, yang jelas Gadis terlihat semakin mengembang.
Sedangkan Andra, dia tidak pernah merasa bosan ikut makan selama Gadis tersenyum di depannya.
"Kenapa lihatin aku begitu, gemuk jelek ya?" Gadis merengut.
"Tidak, ingin memakanmu sekarang," jawab Andra ringan.
"Hush, jangan ditempat umum!" balas Gadis sambil melotot, tapi pipinya merona.
Sebelah tangan Andra justru merengkuh pinggang Gadis, membuat posisi mereka sangat dekat dan para pelayan toko kue kehilangan fokusnya.
*Dia calon hotdaddy
Byuuhhh, ganteng pisan
Kapan dia jari duda*?
Andra tersenyum mendengarnya, dia tidak mau jadi duda lagi yang jelas.
__ADS_1