Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Definisi Cinta


__ADS_3

Tugas ibu rumah tangga telah Gadis selesaikan tepat pukul tujuh pagi, ke mana-mana membawa ponsel seperti yang dudanya inginkan.


"Ya, Sayang. Ini baru saja selesai, mau ke kamar terus mandi, kamu mandi sekarang?"


[Cepat kembali]


"Iya, Sayang. Ini jalan ke kamar, kamu mandi sekarang atau-" mati, sudah berhenti panggilannya dan itu artinya Gadis harus segera kembali ke kamar, duda itu tak mau lama-lama pisah. "Sayaaaaaang...."


Andra angkat wajahnya dari balik bantal, melihat Gadis sudah merangkak ke sisi ranjang, walau bau sabun dan bawang tak masalah asalkan Gadis menyambarnya lebih dulu.


Sudah lama rasanya Andra di rumah dan hanya bekerja online, rindu Gadis pada suasana kantor, kalau nanti dudanya kerja, dia mau ikut, sekalian bertemu kedua temannya.


Ya, dia butuh me time meskipun tahu dudanya itu akan sulit memberikan izin.


"Jangan diciumi lehernya, bau bawang!"


"Tapi, aku suka, Helen." lagi, diciumi seenaknya, sesuka hati sampai puas, daripada menangis dan dikira Gadis sedang KDRT di sini. "Mau mandi bersama, tidak?"


Ah, rasanya sudah lama tidak mandi bersama duda ini setelah dikabarkan hamil, mau bagaimana lagi karena Andra sangat lemah, kebanyakan mandi cepat dan hanya tidur, Gadis bahkan sudah merona membayangkan pusaka kramat itu masuk ke dalam dirinya.


Ya ampun, rasanya seperti kembali perawan kalau begini, Gadis gigit bibir bawahnya.


"Mau tidak mandi bersama?" wajah Andra sedikit terlihat lebih segar.


"Boleh, tapi jangan lama-lama ya, nanti kamu masuk angin!"


"Huuuh, maunya lama!"


Gadis semakin merona, tahu kemauan suaminya itu, tapi dia takut kalau Andra mendadak mual di dalam waktu mereka berhubungan, bisa repot sendiri, apalagi kalau muntah di tubuh Gadis, kan mau muntah juga jadinya.

__ADS_1


Sayang, tak bisa ditolak, duda itu benar-benar mengajak mandi bersama, lebih tepatnya menyabuni Gadis yang sontak meliuk-liuk di depannya.


"Ndra... Sayang, kamu mandi gih, aku bisa-... Akh!"


Kan, benar dugaan Gadis, sekarang bagian bawahnya penuh dengan milik duda itu, enak sih, tapi dia kan terkejut jadinya tanpa aba-aba.


Gadis menganga, menoleh ke belakang di mana duda itu tersenyum lebar padanya, mau marah, tapi enak.


"Mau ketemu anak kita, Helen."


"Iya, Iya, kamu ketemu sana!" pasrah saja, tubuhnya mulai bergerak memantul mengikuti gerakan Andra, ******* memenuhi kamar mandi berdinding kaca itu, Gadis berpegangan kuat menahan bobotnya, khawatir terpeleset saat mereka sama-sama mengejar puncaknya.


"Helen, Helen!"


"Iy-iya?"


Gadis mengangguk, tak bisa menjawab, dia semakin menganga merasai hentakan dari belakang sana, ini efek kalau membuat duda itu sehat, akan selalu diajak berpanas ria, tapi kalau sakit dan mual terus, Gadis bingung sendiri.


Andra mengerang kencang sembari merasakan miliknya meledak di dalam Gadis, dia peluk tubuh seksi itu dari belakang, mengajak Gadis mandi sebenarnya di bawah shower.


Sebelum mereka benar-benar selesai, tak lupa Andra mencium rakus bibir Gadis sampai si empunya engap.


"Rambutku, Sayang!" Gadis terkikik, Andra menurut saja disuruh mengeringkan rambutnya. "Ah, enaknya dikeringkan, habis ini ke kantor ya?"


"Kenapa, mau ikut?"


"Eheheehh, mau ikut dong, mau ketemu sama yang lain, kangen!"


Andra cubit pipi Gadis, lalu dia kecup bekas cubitannya.

__ADS_1


"Eheheh, boleh ya aku ikut?" Gadis memeluk Andra, menempel sampai mendapatkan izin, untung perutnya belum terlalu besar, jadinya bisa pelukan lama. "Boleh ya, aku kangen sama mereka, hem?"


Andra biarkan sebentar sampai merengek lama baru dia mengangguk sembari menyambar bibir Gadis lagi.


***


"Dis, ya aaampuuuunnnnnn... kangen loh!"


"Ahahahaha, bumilkuuu sayaaaaang...!"


Gadis memeluk kedua temannya bergantian, Rena dan Sifa masih memutuskan menjadi wanita karir meskipun ada anak satu di rumah, bahkan ada yang mau menambah, katanya itu bentuk kewarasan dan me timenya istri.


Berbeda dari Gadis yang harus mendekam di rumah dan kalau mau ke luar harus sama Andra, suaminya memang spesial pakai telur.


"Dudamu suka nangis?"


"So sweet banget sih sampai segitunya dia, pak duda... tapi, dia tidak marah kan?"


Gadis bergeleng. "Sama sekali tidak, benar-benar aku bakal menyesal kalau waktu itu nolak Andra, lihat orang dari covernya saja tidak cukup, tahu definisi dicintai, aku dapat itu dari Andra, huuh... setiap hari memang ada kesalnya, tapi kalau dia tidak buat ulah manja, aku yang sedih, eheheh."


"Dasar, selamat ya, semua sudah beres, tinggal kalian saling mencintai sampai tua!"


Gadis memeluk dua temannya lagi dan lagi, dari kejauhan Andra melihat tiga wanita itu, mendengar Gadis meluapkan isi hatinya soal definisi cinta, Andra jadi menangis sendiri.


"Ah, aku suka sekali menangis sekarang, tapi aku bahagia ..." Andra berjalan mendekat. "Helen, kangen!"


WHAT!


Rena dan Sifa sontak terjungkal.

__ADS_1


__ADS_2