Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Wanita Bodoh!


__ADS_3

"Bagaimana dengan aku?" Lisa seolah tak bisa menahan gejolak dalam dirinya, dia berjalan dan mengajak Hikam berdiri. "Kamu di sini itu anak pertama, tidak sepantasnya berlutut pada Andra!"


Semua menoleh pada Lisa, tidak menyangka wanita hamil itu akan mengatakan hal demikian di suasana yang sudah dibuat damai ini, bahkan orang luar bisa dengan mudah paham bagaimana perjuangan Andra menerima semua ini.


"Kalau Andra bisa menganggap pernikahan lama itu tak ada, seharusnya kau tak perlu bersujud padanya, dia dan istrinya yang harus melakukan itu, mereka lebih muda!" Lisa tak berhenti dengan ocehannya.


Hikam kepalkan kedua tangannya, dengan sekuat tenaga dia lepaskan tangan Lisa yang menyentuhnya itu, dadanya naik turun karena amarah dan malu.


"Masih bagus mereka mau melupakan itu, kalau tidak, entah jadi apa kau dan aku, bodoh!" Hikam meninggikan suaranya. "Kapan kau bisa memakai otakmu, hah? Bahkan disaat kau tak bisa memastikan kalau itu anakku atau bukan, kau menggila dengan ucapanmu. Andra melupakan semua itu bukan tanpa alasan, tapi dia sama sekali malu bila harus mengakui bersamamu, wanita gila yang bisa tidur dengan siapa saja!"


Duar!

__ADS_1


Semua orang di ruangan itu tegang, Andra sontak menutupi telinga Gadis, dia bawa dalam dekapannya, sungguh dia tak mau Gadis mendengarkan kisah kelam ini, dia ingin Gadis biasa saja pada Lisa, tak tahu kalau Lisa akan menyalakan api seperti ini.


Kakek Nuh hampir saja mengambil tindakan, bagaimana bisa seorang pewaris dari keluarga ini menikahi wanita yang masih tak jelas hamil dengan siapa, tes dari anak itu seolah diragukan kembali karena ulah Lisa, padahal mereka sudah mau menerimanya.


"Tidak bisakah kau mengerti kondisi saat ini?" Hikam kembali buka suara, kedua orang tuanya dan kakek Nuh diamankan oleh Gana, berada di belakang anak lelaki nomor dua. "Apa kau ingin Andra menganggapmu sebagai mantan istri yang rusak? Sudah bagus dan harusnya kau bersyukur karena dia melupakan, itu artinya kau dianggap suci sekalipun menyakitkan, otak bodohmu itu tak pernah bisa memahami hal dengan benar!"


Muak, kesal dan semuanya ingin Hikam ke luar di sini, tapi dia ingat kondisi lemah Andra dan kehamilan Gadis yang kini dia sanjung.


"Helen, jangan dengarkan mereka, kita dan anak kita aman!"


"Ndra... bagaimana bisa kamu melupakan Lisa? Ya, maksudku memang dilupakan, tapi dia pasti sakit hati mendengarnya karena kalian pernah satu kasur ber-"

__ADS_1


"No, aku tidak pernah satu kasur dengannya, menyentuhnya saja tidak, Helen. Aku duda, tapi aku masih perjaka, bersamamu itu yang pertama karena dia berada di kamar kak Hikam, dengar?!"


Apa ini?


Gadis mengerjap tak paham, bisa seperti itu rumitnya, diam-diam kepalanya berdenyut pusing, dia rasa pandangannya kabur, memikirkan Andra yang duda tapi masih perjaka, padahal selama ini Gadis kira suaminya doyan karena duda yang berpengalaman, ternyata bukan.


Bruk!


"Helen, Sayang... Helen!"


Andra dekap Gadis yang langsung tak sadarkan diri, dia raih minyak kayu putih di nakas, mengambil sedikit dia oleskan ke hidung istrinya.

__ADS_1


Duda tapi perjaka... Ya ampun


__ADS_2