Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Anak Siapa?


__ADS_3

Bapak mengusap dadanya merasa lega saat kedua wanita belahan jiwanya itu kembali, selama menunggu dia pucat karena Andra tak berhenti mual dan muntah.


"Dikasih susu, Pak?"


Bapak menganga. "Susunya siapa?"


Eh, Gadis lantas bergeleng, ibu hamil muda itu menaiki anak tangga dengan cepat dan hati-hati, ada hasil kerja Andra di dalam perutnya, duda itu bisa marah kalau terjadi goncangan yang membahayakan.


Dia harus ingat dan mengingatkan Andra soal hubungan suami istri, untuk sementara sampai janinnya terlihat jelas, mereka dilarang berhubungan dulu agar aman, Gadis harus siap-siap karena dudanya itu doyan enak-enak.


"Ndra!" Gadis memekik, dia lantas berlari ke depan kamar mandi, dudanya pingsan di sana. "Ndra, bangun, aku sudah di rumah, lihat!"


Andra membuka matanya kala mendengar suara Gadis, memeluk dan menciumi wajah Gadis tanpa henti, lalu gerakannya turun sampai pada kancing yang sudah mau lepas, punya Gadis memang spesial untuknya, melegakan rasa haus.


Ibu hamil itu biarkan sejenak sampai sang suami puas, kalau sudah, baru akan dia ajak berpindah ke ranjang.


Perih semi lecet karena Andra menghisapnya kuat-kuat melebihi kekuatan bayi, Gadis hanya mendongak sembari memejamkan matanya, sesekali dia mendesaah, tapi itu ******* sakit.


"Sudah ya, aku pindah ke ranjang sama kamu, ya?" Andra mengangguk. "Mau aku kasih tahu sesuatu yang bikin kamu semangat, eheheheh...."

__ADS_1


Andra mengerutkan keningnya, dia masih mau bermanja sambil memeluk pinggang Gadis seakan Gadis mau pergi dari sisinya saja.


Diam-diam Gadis ke luarkan dari sakunya hasil tes yang tadi dilakukan dan membuktikan dia hamil anak duda satu ini, melebarkan kertas itu ke depan Andra hingga semakin membuat Andra bingung.


Mata duda itu mengerjap indah dan bingung berulang kali, dia gosok lalu menajamkannya lagi, menoleh pada Gadis yang terus saja senyum-senyum.


Andra berikan tekanan di pinggang dan perut depan Gadis, sontak membuat Gadis memekik kuat.


"Jangan ditahan gini, Ndra... anaknya kasihan nanti!" ucap Gadis dengan gaya terseduh-seduh.


Andra mendongak, dia longgarkan tangannya, ucapan sang istri membuat otaknya membeku.


"Helen, kau membicarakan siapa?"


Gadis tersenyum lagi, dia berani mengecup bibir Andra untuk pertama kali tanpa beban dan takut diserang atau mungkin dimaki.


"Helen, katakan ada apa!" mata Andra mengedar ke semua penjuru kamar, tak ada orang. "Helen-"


"Anak kita, Ndra... anak siapa lagi?" Gadis gesekkan ujung hidungnya pada hidung Andra, seketika mata Andra berair. "Ini hasil tes di rumah sakit tadi, ini foto USG yang belum jelas, kita balik minggu depan buat lihat dedeknya, jadi... selamat mau jadi Daddy, Ndra!"

__ADS_1


Daddy...


Duda itu tak bisa berkata apa-apa, selain menatap Gadis dengan bola mata basah dan menurunkan kedua tangannya kembali ke perut rata Gadis, dia usap pelan dan lembut, lalu wajahnya bersarang di sana, menyingkap sedikit guna bisa menciumi perut yang diyakini ada hasil kerja kerasnya.


Andra mendongak lagi. "Hamil?"


"Yes, aku bakal jadi proud mom setelah ini, eheheheheh ... Daddy tidak suka ya?"


Andra bangkit dan menciumi wajah Gadis, wajah cantik itu nyaris basah karena Andra menciuminya sembari menangis, baru kali ini Gadis melihat dudanya menangis terseduh dan itu soal mereka.


Bibir mereka menyatu, memagut satu sama lain, kali ini lebih panas dan bergairah.


Tapi, sebelum Andra meminta lebih lanjut, Gadis hentikan lebih dulu.


"Kenapa?"


"Kata bu dokter, anaknya belum bisa dijenguk, Daddy ... dia masih harus aman sampai minggu depan, eheheheh." Gadis benamkan wajah Andra di kedua gundukan sintalnya itu.


Andra sempat merengek, tapi dia pun sudah siap dengan ini, menahan hasratnya.

__ADS_1


"I love you, Helen ... Don't leave me!" Andra pagut bibir itu kembali.


__ADS_2