Jodohku Duda Muda

Jodohku Duda Muda
Meradang


__ADS_3

Andra tanpa basa-basi lagi langsung meninggalkan Hikam merenung seorang diri, dia hanya menegaskan bahwa tidak akan ada satu orang pun termasuk Lisa yang bisa masuk dan menghancurkan keluarga kecilnya.


Jangankan Lisa mau menyentuh Gadis, melihatnya saja tidak akan Andra biarkan.


Sementara itu, Gadis melempar ponselnya sembarang ke ranjang, dia berdecak berulang kali, apa-apaan suaminya ini, mana dia sudah mandi, kalau diminta busa-busa dalam kondisi hamil, apa dia tidak bisa menolaknya, astaga.


"Helen!" suara Andra dari lantai satu.


Gadis berdiri, dia raup wajahnya dua kali, membuat bingkai senyum di sana, biarlah terlihat cantik di depan suaminya.


Pintu kamar itu pun terbuka, Gadis menguncir rambutnya tinggi, tampak jelas bekas merah yang Andra buat.


"Ayo, kita mandi!" ajaknya.


"Sayang, aku sudah mandi." Gadis tahu ini kesalahan, tapi dia memang sudah mandi, jadi harus apa. "Aku menelponmu tadi, itu aku sudah mandi. Jadi, aku-"


"Mandi lagi," putus Andra.


"Heh, apa!" Gadis tersentak. "Jangan konyol, istrimu sedang hamil, bahaya mandi terus!"


Andra tetap tidak mendengarnya, apa yang dia katakan ya itu yang akan terjadi meskipun, gadis tidak menerimanya, dia akan tetap mengajak Gadis mandi.


Ibu hamil itu berdiri pasrah, bajunya sudah dilepas kembali, kulitnya bahkan dicumbui kembali.


"Kenapa diam? Tidak suka?" Andra melepas kedua tangannya.

__ADS_1


"Aku sudah mandi!" Gadis melipat kedua tangannya ke depan dada, bibirnya manyun. "Aku bilang aku sudah mandi, kenapa tidak mau dengar, egois!"


Jleb!


Tidak pernah Gadis melawan seperti ini padanya, Andra memicing, mood istrinya berubah, tapi tak lama dia justru tersenyum penuh arti pada Gadis.


"Ndra!" Gadis mengubah panggilannya, dia waspada. "Mundur!"


"Tidak, kenapa aku harus mundur?" Andra semakin mendekat. "Mau marah? Silahkan!"


Gadis dorong tubuh Andra, dia injak kakinya, lalu menarik handuk, meninggalkan pria itu, entah kekuatan dari anaknya mungkin, sampai dia berani melawan Andra.


Jantungnya berdebar kencang, dia bingung, mau lari ke mana sekarang, Andra pasti akan meneriakinya setelah ini.


Satu,


Ti-


"HELEEEEEN!!"


Gadis sembunyi di kolong meja rias, masih memakai handuk, gila, dia tidak sadar melawan suaminya.


Mati aku!


Andra ke luar kamar mandi hanya memakai handuk di pinggangnya, dia mengendus bau Gadis dengan penciumannya yang kuat, bibirnya tersungging ke atas begitu melihat lengan putih berada di bawah meja rias.

__ADS_1


Langkah kakinya melebar ke sisi meja rias, dia lantas berdiri menghadap ke cermin hingga bagian depannya tepat menghadap pada Gadis, ibu hamil itu terbelalak.


Andra lepaskan handuknya, menampilkan benda panjang berurat di depan wajah Gadis yang sembunyi.


Glek!


Gadis menelan ludahnya berat, suaminya gila, suka main ranjang, walau dia juga suka, tapi kan ini ngilu jadinya dihadapkan seperti ini.


"Ah, aku ingin duduk di sini." Andra duduk setelah menarik kursi kecil itu, lagi, dia lebarkan kedua kakinya.


Srett!


Andra tarik maju kursinya, membuat Gadis semakin terpojok, hidungnya nyaris menyentuh benda panjang itu.


"Helen di mana ya, dia mau main sampai jam berapa?" gumam Andra sambil nyengir kuda.


"Hei, Heleeeeen, kamu di mana?" panggilnya bangga, mengecoh Gadis di bawah meja.


Gadis meradang, dia angkat sebelah tangannya, lalu mendekat, meremat apa yang bisa dia remat.


"Aaaarrrrgghh!" Andra menjerit kesakitan.


"Helen, kau-!"


Gadis merangkak ke luar, dia berlari ke ruang ganti.

__ADS_1


"HELEN!"


__ADS_2