
Beberapa menit kemudian, ketoprak sudah jadi. Sarah dan teman-temanya langsung menyantapnya. Sarah makan dengan terburu-buru, karena dia berniat untuk menjemput Saras yang masih belum kembali.
"Buru-buru amat rah, mau kemana?" tanya Risa.
"Aku khawatir sama saras, kenapa belum kembali ya?"
"Jadi kamu akan menyusulnya?" tanya Emeli.
"Iya." Sambil bergegas pergi.
"Lagian kenapa Saras lama banget ya?" tanya Risa.
"Mungkin ngantri" jawab Emeli.
"Hmmm" Risa tidak menjawab, dia hanya lanjut menghabiskan ketoprak nya.
"Ris, nanti malam aku sama Saras mau karaokean. Kamu benar gak mau ikut?"
"Sebenarnya sih aku mau ikut kalian, cuma gimana pacar aku ngajak aku nyariin baju buat ibu ya."
"Apa kamu udah pernah ketemu sama ibu nya?"
"Pernah beberapa kali ke rumah nya, nganterin makanan. Ibu nya udah sepuh, rumahnya lagi direnop. Ayah nya kan sudah meninggal dari semenjak dia SD."
"Oh gitu. Kasihan juga ya dia."
"Ya begitulah. Anaknya juga sopan sih sangat menghargai wanita. Walaupun aku beberapa kali dibonceng sama dia, jarak aku sama dia kaya tukang ojek sama penumpang nya hihi"
"Mening kaya gitu. Gak usah berlebihan dulu sebelum menikah."
"Kalau kamu sendiri mel gimana sama Si Dian?"
"Sutt jangan keras-keras. Aku gak udah nolak dia. Kamu kan tahu Dian mantanya si Saras. Lagi orang nya posesif tahu."
"Pantes ama si Saras diputusin"
"Yaa. Dulu sih aku juga pernah suka sama dia, cuma tahu dia sifatnya kaya gitu mantan nya si saras juga aku jadi gak mau."
"Hmm. Habisin mel makananya."
"Udah mau abis sih. Cuma nih punya si Saras gimana?"
Tiba-tiba Saras yang baru datang terburu-buru langsung duduk dan meminum teh nya
"Nah ini orang nya" ucap Risa.
"Haduh lumayan juga jalan kaki"
"Lama amat ras. Ketopraknya dimakan dulu" titah Emeli.
"Hmm biasa ngantri"
"Oh"
"BTW. Nih Si Sarah nih yang malah ilang" ucap Risa.
"Emang dia mau kemana?"
"Lah mau kemana orang dia bilang nya mau nyusul kamu karena kamu gak balik-balik"
"Emang dia gak ketemu kamu?"
"Nggak. Aku gak lewat jalan yang tadi mel"
"Tenang. Biar aku telpon."
Risa pun menelpon Saras
Trut trut truut
"Hallo rah?"
"Iya ris. Aku bentar lagi sampe ke atm nih"
"Eh puter balik rah. Nih saras udah pulang."
"Ya ampun" Sarah cemberut.
__ADS_1
"Balik ke tukang ketoprak ya. Kita tunggu disini"
"Iya"
Telpon di matikan.
Saat Sarah berbalik badan dan pandanganya yang menunduk ke arah jalan. Tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh bau parfum yang sudah tidak asing untuknya.
Sarah melirik ke samping kiri, benar saja. Rei yang sedang berdiri menatapnya dengan tatapan tajam, paras nya yang tampan membuatnya memalingkan muka dan bergegas akan pergi.
Spontan Rei berbicara.
"Maaf. Bukanya Saya masih guru kamu?"
Sarah menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
"Iya untuk selamanya."
"Dan itu sikap yang kamu tunjukan sebagai seorang murid?"
"Maafkan saya pak,"
Rei tidak menjawab.
"Kenapa kamu memilih untuk mengikuti acaranya? Padahal kamu tahu disana banyak siswa tidak hanya dari IPA. Siswa IPS pun disana." ucap Rei dengan nada tinggi.
"Saya bisa jaga diri"
"Apa alasan kamu mengiuti acaranya?"
"Ya sahabat-sahabat saya ada disana"
Rei melangkah dan mendekatkan diri kepadanya.
"Apa alasanya karena kamu melihat saya duduk dengan Bu Anjani?"
Sarah kaget dan langsung menatap Rei
"Mungkin" Dengan juteknya Sarah menjawab.
"Saya lagi makan bakso tadi. Tiba-tiba Bu Anjani datang, dia juga membawa bakso dan duduk disebelah saya"
"Jika saya pindah, dimana kesopanan saya terhadapnya?"
Sarah masih menatap Rei dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Rei lanjut berbicara.
"Dan kamu harus tahu sikap seperti ini tidak hanya berlaku untuknya. Tapi untuk yang lain juga"
Sarah hanya tersenyum dan berkata.
"Terimakasih"
"Hmm. Kemana kamu akan pergi?"
"Ke toko baju. Apa mau ikut?"
"Saya mau ke function room. Udah ditunggu dari tadi"
"Terus kenapa gak kesana dari tadi?"
"Kecemburuan kamu penyebab nya." Sambil menaikan alisnya.
"Hihi maafkan saya Rei" Senyumanya membuat Rei memalingkan wajah.
Rei hanya memberikan pamper bag kecil yang dibawa nya.
"Ini buat kamu!"
"Terimakasih" Sarah menerimanya.
"Nanti malam saya telpon" Rei beranjak pergi
"Iya."
Begitu juga dengan Sarah yang bergegas pergi.
__ADS_1
Di ruang Function Room
Rei yang baru saja masuk ruangan, menjadi pusat perhatiaan. Pak Hendra, Bu Anjani, Pak Regi, Bu Holis dan anak-anak seni sudah menunggunya karena akan brifing. Tiba-tiba Pak Hendra bertanya,
"Darimana? Bisa telat 10 menit. Ini waktu sudah mepet."
"Ada urusan pak."
Pak Hendra tidak menjawab, dia langsung menyuruh Pak Rei untuk mempimpin brifing
"Acara bisa dimulai. Pimpin Brifing!"
Pak Rei pun memimpinnya.
Beralih ke Tukang Ketoprak
Sarah baru saja sampe disana, Saras yang sudah selesai makan langsung mengajak semuanya untuk lanjut berbelanja ke toko baju dan oleh-oleh.
"Nah, ini dia orangnya. Maafya rah, tadi aku gak lewat situ lagi. Aku lewat jalan yang satunya" ucap Saras yang baru selesai makan.
"Iya gak apa-apa ,aku tadi khawatir aja" ucap Sarah.
"Yaudah yuk, kita langsung belanja aja udah sore banget nih" ajak Saras.
Mereka pun langsung pergi berbelanja.
Waktu sudah menunjukan pukul 18:15 menit.
Sarah dan sahabat-sahabatnya masih dijalan, mereka sangat terburu-buru karena belum bersiap-siap untuk acara inti. Saat mereka terburu-buru Risa tidak sengaja menjatuhkan tas nya, karena cantelan untuk menyangkutkan tas dan tali nya terlepas.
10 menit kemudian mereka baru saja menaiki tangga, yang lain sudah bersiap-siap para siswi sudah banyak yang memakai kebaya. Ada yang rambutnya digerai; disanggul; diikat; setengahnya, dsb. Sedangkan para siswa ada yang sudah banyak keluar dengan memakai setelan jas. Mereka yang sudah sampai didepan pintu kamar, menunggu Risa yang terakhir sampe. Saat Risa akan mengambil kunci di tas nya, tiba-tiba dia baru sadar kalau tas nya sudah jatoh. Dia panik, yang lain pun ikutan panik.
"Ris, ayo cepat buka pintunya! " titah Emeli.
"Iya tunggu mel, nih nih bentar lagi"
2 menit kemudian.
"Loh kok? Tas aku mana? Apa jatoh? ucap Risa dengan suara lantang.
"Gak usah bercanda ris, ayo buka?" ucap Saras.
"Benaran, tas aku jatoh"
Sarah yang hanya melihatnya, panik. Dia langsung pergi menjatuhkan barang-barang yang dibawanya.
"Sarah mau kemana?" tanya Emeli.
"Aku tahu kuncinya dimana" Sambil pergi berlari menuruni tangga.
Sarah berlari untuk menyusuri jalan yang akan dilaluinya, perjalanan lumayan juh hampir 10 menit untuk sampe ke tempat dimana dia merasa kalau tas nya Risa jatuh tidak jauh dari tukang ketoprak. Ketika Sarah sudah hampir sampe, hujan mendadak turun. Untungnya dia tidak terlambat, tas nya Risa masih ada ditempat belum diambil orang lain. Hujan turun lumayan deras, dia hanya menutupi kepalanya dengan kupluk dari jaketnya. Dia pun kembali berlari selain karena hujan,tapi karena waktu yang hampir sangat mepet. Sementara didepan pintu kamar, sahabat-sahabatnya masih menunggunya dengan keadaan panik.
"Sarah belum kembali, apa dia menemukan tas nya? " ucap Risa yang duduk menyender didepan pintu.
"Ntahlah kita juga tidak bisa menyusulnya, hujan diluar pasti akan semakin besar" ucap Emeli.
10 menit sudah berlalu, Sarah sudah sampai didepan loby, dia langsung naik ke atas tangga dan menyerahkan Tas nya ke Risa
"Ris ini tas nya!" Dengan nafas yang ngos-ngosan. Ke-3 sahabatnya langsung berdiri
Risa langsung membuka pintunya.
Didalam kamar
"Rah, kok kamu bisa tahu letak tas nya" tanya Risa
"Tadi waktu kita terburu-buru sedikit berlari, aku mendengar suara benda jatuh. Tapi karena terburu-buru dan panik juga aku tidak melihatnya".
"Oh gitu. Tapi benar deh, pas tas nya jatuh aku benar-benar gak terasa."
"Yaudah yang penting tas nya udah kembali dan kita udah biaa bersiap-siap"
"Rah, aku berterimakasih banget sama kamu"
"Iya ris, santay aja sih."
Ketika ke-3 sahabatnya tergesa-gesa untuk bersiap-siap, karena waktu sudah menunjukan jam 19:15 menit, sedangkan Sarah yang dari tadi kecapean karena nafasnya engap, masih rebahan sambil memejamkan matanya. Waktu sudah menunjukan 19:25 menit. Sarah masih belum bersiap-siap. Emeli yang hampir selesai memakai make up, langsung membangunkan Sarah. Dia pun terbangun, karena tadi kehujanan dia memilih untuk mandi dulu pake air hangat. Waktu menunjukan pukul 19:45 menit function Room yang sudah didekor sangat indah, dengan kursi yang ditata rapi dan alat-alat musik yang melengkapi semuanya. Para Siswa-siswi sudah mulai berkumpul, guru-guru sudah duduk dibarisan paling depan, cameramen sudah menyiapkan camera nya.
__ADS_1
Dikamar, Sarah yang baru saja memakai make up sudah ditunggu sama teman-temanya yang nunggu diluar sambil berfoto-foto.
"Rah, ayo buruan udah mau mulai. Yang lain udah pada kesana" ajak Emeli sambil mengetuk-ngetuk pintu.