Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Semua terpukau karena kecantikan Sarah


__ADS_3

Saat Sarah akan ke ruang ganti. Dia diikuti oleh tiga orang laki-laki yang tidak dikenal dan mereka memakai kemeja serta berdasi. Sedangkan dijalan yang akan ke arah pintu masuk. Alvin, Andreas, dan Rei mereka bertemu Kevin yang bergegas akan masuk ke dalam. Dia masih menggenggal hpnya.


"Broh? Baru pada dateng apa dari tadi?" tanya Kevin.


"Dari tadi vin" ucap Andreas. Sedangkan Alvin dan Rei hanya melihatnya tidak mengatakan apapun.


"Terus lihat penampilan yang barusan gak disini?" tanya Kevin.


"Tentu." ucap Andreas.


Sarah yang semakin cepat berjalan hampir mendekati mereka. Tetapi salahsatu dari ketiga orang yang mengikutinya memanggilnya.


"Hey tunggu!" panggil pria bekemeja navy.


Sarah pun memberhentikan langkahnya.


"Mau ke ruang ganti ya cantik?" tanya salahsatu dari mereka lagi.


Sarah tidak menjawab.


"Oh tidak. Siapa mereka? Ya ampun. Dika tolong. Kamu dimana? Saya merasa takut sama mereka." batin Sarah.


"Kenapa cantik? Gsk usah takut lah!" ucap pria berkemeja navy.


Sebagian penonton berbisik-bisik dibelakang Kevin.


"Eh lihat! Cewek yang barusan nyanyi kan?"


"Dia digangguin tuh."


"Cantik sih. Siapa yang gak tergiur haha."


"Apa gak ada ysng jagaian tuh cewek?" Perkataan dari mereka terdengar oleh Alvin, Andreas, dan Rei yang masih bertegur sapa. Sepontan mereka pun melihat. Ke arah yang jurang lebih masih 6 meter. Karena penasaran mereka pun mendekat.


"Ayolah cantik! Bolehkan kami ikut? Hahaha"


"Iya ayolah!"


"Hanya sebentar ya cantik. Kita ngobrol"


ucap Ketiga pria tersebut.


Semakin dekat Rombongan Alvin untuk menghampirinya. Rei yang sudah semakin panas sangat ingin menghampiri mereka. Hanya saja takut ketahuan oleh Sarah bahwa dia hanya pura-pura selingkuh. Sedangkan Alvin hanya terdiam. Tidak bisa membela Sarah karena tidak enak sama Rei. Sedangkan Kevin. Dia merasa sangat malu jiga harus menghadapi mereka. Karena dia yang punya acara. Dan Andreas hanya terdiam lalu seperti orang yang sedang berpikir. Salahsatu dari ketiga mereka kemudian semakin mendekati Sarah. Lalu yang memakai kemeja nevy memegang pundak Sarah. Dan Sarah yang semakin panas lalu tiba-tiba badanya terguncang terikut amarah. Lalu tanganya tiba-tiba mengepal. Namun dia berusaha tenang. Dan menyentuh tangan pria tersebut dengan pelan. Pria tersebut tersenyum. Sedangkan semua orang yang melihat mereka terkejut dan mengatakan. "Waaaaw". Sedangkan pria yang duanya. Merekaa saling menatap dan menaikan alis.


"Mau pergi bersama saya cantik?" tanya pria yang berkemeja navy. Sarah tidak menjawabnya. Dia hanya menatap pria tersebut dan masih menggenggam tangannya. Lalu Sarah mendekatkan mulutnya ke kuping pria tersebut. Seperti posisi seseorang akan memeluk hanya tubuhnya tidak menempel.


"JANGAN GANGGU SAYAAAAAAAA!" teriak Sarah dan memelintir tangan pria tersebut. Lalu Sarah menonjok pria tersebut. Dia juga menendangnya hingga terjatuh. Kedua teman pria tersebut kaget. Dan membantu pria yang terjatuh tersebut bangun dan kabur.

__ADS_1


"Waw. Super."


"Mantap"


"Syukurin"


"Selain cantik. Pinter berantem"


Bisik-bisik orang yang ngelihatin Sarah.


Sarah pun hanya mengambul nafas panjang. Dan membuangnya dengan kasar. Saat dia akan melangkahkan kaki nya. Tiba-tiba Andreas yang dari tadi sudah memeperhatikannya. Dia tiba-tiba menghampiri Sarah.


"Sarah?" Sapa Andreas.


"Loh? Pak Andres Kenapa disini?" tanya Sarah. Diapun melihat ke arah Andreas datang. Dan benar saja. Dia melihat. Kevin, Alvin, dan juga Rei masih ada disana dan ngelihatinya.


Dia tidak menatap Rei. Melainkan menatap Alvin. Dengan mata yang berkaca-kaca.


"Gak perlu dibahas dulu. Ayo saya anterin ke ruang ganti. Ini malam Sarah. Kita tidak tahu kalau disini banyak orang jahat lagi. Tenang! Saya diluar kok." ajak Andreas.


"Apa tidak merepotkan?" tanya Sarah tersenyum imut. Dan menyeka air matanya yang terlanjur jatuh. Bukan sedih. Tapi malu dan kesal.


"Tentu tidak. Ayo!" ajak Andreas sambil berjalan. Sarah pun mengikuti Andreas dibelakang.


"Maaf pak. Duluan saja masuk. Nanti saya nyusul." ucap Andreas.


"Maaf Pak." ucap Sarah.


"Kenapa harus maaf?" tanya Kevin.


"Ini kan acaranya Pak Kevin." ucap Sarah.


Kevin hanya mendekat.


"Justru saya senang. Pertahankan itu sebelum kamu punya pasangan yang akan benar-benar melindungi kamu. Terlebih lagi kamu gak punya siapa-siapa kan untuk menyandar?" ucap Kevin.


Tidak dijawab Sarah. Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu melirik ke arah Rei dan Alvin. Tidak berkata apa-apa. Hanya menarik nafasnya dengan kasar dsn membuang muka dengan mimik kecewa sedih.


"Acaranya berapa menit lagi pak?" tanya Sarah.


Kevin melihat jam di tanganya.


"15 menit lagi. Untuk kamu plus 5 menit deh." Kevin tersenyum.


Sarah hanya menggangguk dan tersenyum dengan bibir yang dirapatkan.


"Ayo! Nanti telat." ajak Andreas.

__ADS_1


"Ayo pak." Sarah pun berlalu. Dia hanya melirik ketiga pria tersebut. Tanpa senyuman. Danhanya sedikit anggukan badan.


"Huh. Benar-benar tuh si Andre. Kesempatan banget." ucap Kevin sambil berdecih. Dan tidak sengaja melirik Rei. Yang hanya pura-pura acuh tak peduli.


Sarah dan Andreas pun berlalu. Dan mereka bertiga masuk ke dalam.


 


15 menit kemudian.



Ilustrasi Sarah.


Didalam Kevin sedang memberikan sambutan kepada para tamu. Sedangkan saat itu. Sarah baru saja datang dengan Andreas. Lalu Alvin dan Rei terus memandangi Sarah dan Andreas. Namun Alvin buru-buru memalingkan wajahnya.


Kevin yang tadi sedang memberikan sambutan. Tiba-tiba memberhentikan bicaranya. Dan memandang Sarah yang begitu cantik. Spontan para tamu pun melihat ke arah Sarah. Alangkah terkagum-kagumnya para tamu tersebut. Namun, Sarah hanya menatap Rei yang melihatnya dengan tajam.


"Rei? Aku rindu kamu. Dan aku selalu merasa. Kamu tidak melakukan itu Rei." batin Sarah. Yang kemudian menunduk lalu berpaling dan menuju ke meja manifest. Tidak lupa dia juga berterimakasih kepada Andreas yang sudah lama menunggunya.


Dan pandangan para tamu terbuyarkan Saat Kevin berdehem. "Ehm. Maaf!" ucap Kevin. Dia pun kembali memberikan sambutan.


"Maaf lama pak." ucap Andreas yang melirik ke Kevin dan mengangguk ke Rei.


"Apa dia menangis lagi?" tanya Rei. Sedangkan Alvin masih pura-pura cuek tidak peduli.


"Nggak. Dia wanita yang kuat. Mulai saat ini saya harus menjadi kaka untuknya. Jakarta ini terlalu berbahaya. Dia tidak ounya orang tua. Dan beum menikah." ucap Andreas menghela nafas panjang. Dan sedikit melirik Alvin yang pura-pura memperhatikan Kevin. Padahal dia mendengarnya.


"Tentu. Dia wanita yang kuat. Kalau bukan karena berbeda agama. Saya tidak akan melepaskanya." ucap Rei.


"Sabar. Banyak wanita yang seiman dengan kita Rei." ucap Andreas.


Rei hanya mengangguk.


"Sarah? Lama sekali. Kalau diomelin bagaimana?" ucap Radika.


"Tidak akan dika. Udah jangan bicara dulu. Dengarkan dulu sambutan Pak Kevin." titah Sarah.


"Iya deh. Oh iya nanti kamu pulang sama siapa?" tanya Radika.


"Mungkin aku pake taksi." ucap Sarah yang berusaha fokus mendengarka sambutan Kevin.


"Maaf saya gak bisa anterin kamu. Cewek saya juga dateng kesini." ucap Radika.


"Tidak masalah ka. Udah kamu diam dulu. Jangan ngajak bicara terus."


Radika mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2