
Beberapa menit setelah Sarah naik Taksi, Andreas baru saja datang. Alvin yang saat itu berdiri depan gerbang Mesjid sambil melihat jam tangan, buru-buru naik ke mobil. Dan meminta Andreas cepat melajukan mobilnya, takut ketemu Mamahnya. Mereka pun berangkat ke Bandara, untuk terbang ke Kalimantan.
Waktu menunjukan pukul 13:30 WIB.
Terlihat Sarah turun dari Taksi, lalu dia melihat ke arah gerbang berwarna hitam. Lalu dia berjalan mendekati gerbang tersebut. Sambil membuka hpnya untuk menelpon bi Ana.
Trut trut trut
Tidak ada jawaban
Trut trut trut
Masih tidak ada jawaban.
Didalam rumah terlihat, hp bi Ana yang lagi dicharger dikamar. Sedangkan dirinya baru saja selesai menyiapkan kamar untuk Sarah, dilantai atas. Karena kamar itu sudah lama tidak dipakai.
Pak Andi yang dari tadi melihat Sarah, kebingungan. Karena penasaran, akhirnya dia menghampirinya.
Didalam, Aira dan Indah akan bersiap-siap untuk pergi ke Restorant.
"Maaf, cari siapa ya?" tanya Pak Andi.
"Ini pak. Saya mau tanya, ini benar rumahnya Pak Alvin Wijaya?" tanya Sarah.
"Iya benar. Kamu siapa?" Pak Andi membuka gerbang.
"Saya Sarah pak. Dari kampung, tetangganya bu Ana." ucap Sarah sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman.
"Oh tetangganya bibi, saya Pak Andi neng. BTW cantik sekali neng Sarah ini." Pak Andi menerima salamnya sambil tertawa kuda.
"Hihi terimakasih ya pak. Kalau bi Ana nya ada pak?" tanya Sarah sambil.
Tiiid tiiid tiid
Suara klakson mobil yang dibawa Aira
Tiid
"Neng, neng, permisi dulu. Masuk aja neng, tunggu bentar ya!" Pak Andi membuka gerbang dengan lebar.
Didalam mobil, Aira dan Indah melihat dan memerhatikan Sarah. Karena penasaran, Indah pun turun. Sedangkan Aira memarkirkan mobilnya diluar gerbang.
__ADS_1
"Maaf, kamu siapa ya?" tanya Indah sambil tersenyum. Sarah pun mendekat dan memperkenalkan diri. Saat itu, Indah sangat senang dengan kedatangan Sarah. Apalagi melihat Sarah yang sangat cantik.
"Kamu sama siapa kesini?" tanya Indah.
"Wah gawat. Kalau aku bilang kesini dianterin Rei, belum tentu tante ini suka mendengarnya. Dan aku juga ingat, kata Alvin jangan sampai cerita apapun." batin Sarah.
"Naik mobil tante sama teman, cuma dia ke kampus dulu. Tadi aku diturunin didekat Restorant dekat mesjid besar. Kesininya aku pakai taksi tan." ucap Sarah.
"Oh gitu. Yaudah kamu masuk ya, istirahata dulu. Saya mau pergi, nanti ngorol-ngobrol lagi ya." titah Indah sambil buru-buru pergi, karena Aira sudah menunggunya.
Sarah pun masuk kedalam dianterin pak Andi. Tapi, pak Andi cuma nganterin sampai pintu rumah dan membukanya.
"Neng, saya nganterin sampai sini aja ya. Soalnya dhen Kevin mau kesini. Takutnya dia keburu datang." ucap Pak Andi.
"Maaf pak, dhen Kevin siapa ya?" tanya Sarah yang sangat penasaran.
"Dia sahabatnya tuan Alvin, sering kesini. Udah dianggap Adiknya tuan juga sama nyonya neng." ucap Pak Andi.
"Oh gitu. Terus ini saya harus kemana pak?" tanya Sarah.
"Masuk aja neng ada bibi. Disini mah sepi banget, gak ada orang neng. Pak Alvin kan lagi ke Kalimantan sama Asistanya. Pulang nya kalau gak salah hari minggu." ucap Pak Andi sambil membuka pintu rumah. Sarah pun masuk ke dalam, dia celingak celinguk kebingungan. Dia berjalan sambil melihat-lihat ruangan rumah yang sangat besar dan megah.
Saat dia sudah berada dimeja makan, terlihat bi Ana yang membawa seprai kotor turun dari tangga. Sarah yang melihat spontan naik ke atas. "Ibuuuuuuuu?" panggil Sarah.
"Neng? Ini neng Sarah kan?" tanya bi Ana yang masih kebingungan. Sarah melepaskan pelukan, dia mengambil seprai yang dijatuhkan bi Ana. Sambil menggenggam tangan bi Ana, sarah menuruni tangga. Lalu bi Ana ngajak Sarah ngobrol di Sofa.
Beralih ke Kampus
Terlihat Rei yang sudah menutup Laptop nya dimeja kerja. Dia langsung membuka hpnya untuk menelpon Sarah.
Trut trut
"Hallo?" Sapa Sarah yang sedang ngobrol sama bi Ana. Karena gak enak, bi Ana pergi ngambil air di kulkas.
"Kamu dimana?" tanya Rei.
"Apa kamu udah selesai?" tanya Sarah.
"Belum. Lagi break, saya pusing." ucap Rei.
"Aku udah temuin alamatnya, nih udah sampai udah ketemu Bu Ana juga. Tadi naik taksi." ucap Sarah.
__ADS_1
"Syukur deh. Takut kelamaan nunggu, saya masih meeting." ucap Rei sambil membuka satu kancing kemejanya.
"Hm. Sabarya. Tadi kamu pusing kenapa? Tolong jangan sampai sakit ya." pinta Sarah yang mulai khawatir.
"Gak akan sakit lah. Saya lagi banyak tugas aja. Kayanya besok saya terakhir di SMA. Cape bolak-balik, kerjaannya makin banyak." ucap Rei yang memegang kepala kirinya.
"Yaudah, kamu istirahat dulu. Nanti aja ngobrolnya. Oh iya, barang-barang aku gimana? Ada surat lamaran kerjanya itu."
"Besok saja ya, ketemu dulu kalau saya mau berangkat ke kampung lagi. Jam 5 ketemu ya. Soalnya jam 6 saya berangkat." ucap Rei.
"Memangnya setelah pulang meeting, kamu mau kemana?" tanya Sarah.
"Mau istirahat dulu dirumah, sekalian ketemu mama." ucap Rei.
"Yaudah. Kabarin aku kalau udah dirumah ya!" pinta Sarah.
"Iya. Kamu jaga diri baik-baik!" ucap Rei
"Tumben perhatian." tanya Sarah.
"Ini Jakarta. Udah ya." jawab Rei lalu mematikan telponnya.
Saat Sarah menaruh telponnya, bi Ana baru saja datang membawakan segelas air dan baju daster untuk Sarah mandi. Sarah pun langsung mandi, tidak lupa bi Ana juga ngajak Sarah untuk melihat kamarnya. Kamar Sarah berada dipaling ujung, dekat ruangan olahraga. Sedangkan, kamar Alvin ada disebrangnya. Disana juga ada Kamar Indah, hanya saja jarang ditempati. Indah lebih sering menempati kamar yang bawah, sebelah kamar bi Ana.
Di Retorant
Indah yang baru saja datang langsung melihat-lihat menu. Sedangkan Aira masih diluar memarkirkan Mobil. Saat Aira kembali, dia langsung melihat hpnya sebentar lalu menaruhnya dimeja. Pelayan sudah datang untuk menyediakan menu yang dipilih mereka.
"Tan, Aira boleh nanya gak sih?" tanya Aira sambil manatap Indah.
"Namanya Sarah ra, cantik ya orangnya." jawab Indah.
"Oh. Kelihatan masih muda banget tan. Masih sekolah?" tanya Aira.
"Udah keluar. Usiannya beda 10 tahun sama kamu." ucap Indah.
"Dia yang diceritain tante itu kan? Yang tetangganya bi Ana?" tanya Sarah.
"Iya ra. Si Alvin kalau ketemu mudah-mudahan naksir deh, biar cepat nikah" ucap Indah sambil tertawa kuda.
"Nah, benar tan. Tapi dia jutek sih ke cewek." Aira menyunggingkan bibirnya.
__ADS_1
"Persis banget papahnya ra. Tapi dia tiba-tiba nikah aja sama tante. Kenal doang gak pacaran dulu ra." ucap Indah sambil meminum jus yang sudah dipesannya.