Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Romantisnya diwaktu Subuh


__ADS_3

Hari jum'at di Waktu Subuh


Terlihat Alvin yang baru saja melaksanakan sholat subuh. Seperti biasanya. Rambut nya basah karena air wudhu, memakai koko setengah lengan berwarna biru muda, celana cingkrang, dan tidak lupa memakai jam tangan. Saat itu dia sedang melipat sajadah. Kemudian dia melihat jam di tanganya. Lalu seperti biasanya tidak tidur sebelum matahari terbit. Dia pun memutuskan untuk ke balkon luar. Di balkon dia duduk diluar. Kemudian iseng melihat-lihat status di wa kontaknya. Lalu dia melihat status atas nama Sarah.



Seperti itulah. Status wa yang Sarah buat. Dengan capton. "Sudah jarang bertemu. Sekalinya bertemu mengecewakan. Tawa dan Tangis telah menjadi film bisu."


Itu adalah terjemahan lirik lagu After A Minute yang dipopulerkan oleh Boy Band asal Korea yaitu Super Junior-M.


Tidak hanya status Sarah. Dia juga melihat status Rei.


"Maaf danTerimakasih untuk Kenanganya"


"Sebenarnya ada apa dengan mereka? Apa mereka putus?" tanya Alvin dalam hatinya.


Namun, dia tidak penasaran dengan status mereka. Dia tidak pernah kepo dan mencampiri urusan orang lain. Lalu dia membuat status.


"Sepi itu semakin terasa. Hampa. Namun, harus belajar tanpanmu dad."


Sedangkan diluar rumah. Sarah sedang tidur dengan menyender dipintu depan. Wajahnya sangatlah lusuh. Belum lagi mata yang masih bengkak karena kelamaan menangis.


Angin subuh saat itu sangatlah terasa dingin. Karena hujan yang tidak terlalu besar dan awet sudah turun dari semalam. Membuat Sarah merasa kedinginan.


Karena terbangun. Sarah mencoba melihat hpnya. Waktu menunjukan jam 4:45 menit wib. Kemudian dia berdiri dan akan membuka pintu. Sayang sekali. Pintu itu masih terkunci.


"Ya ampun bibi. Apa bibi belum bangun? Kenapa pintu nya masih tekunci? Hem." ucap Sarah dalam hati. Lalu kembali menyender dipintu.Karena dingin yang semakin terasa. Akhirnya dia menelpon bi Ana.


Dreet dreet dreet


"Bibi? Ayolah angkat bi!" keluh Sarah.


Dree dreet dreet


"Ya ampun. Yasudahlah aku harus bertahan. Mungkin sebentar lagi." ucap Sarah pasrah.

__ADS_1


Kemudian dia karena tidak akan tidur lagi. Dia iseng melihat status dihp nya. Yang membuatnya kaget disana ada status Rei.


"Maaf dan Terimakasih untuk semua kenanganya."


"Rei? Aku masih tidak menyangka. Maaf Rei. Sepertinya aku harus segera move on. Hem Sementara Aku harus membisukan dulu status kamu. Dan Mengarsipkan Chatan kita. Rasa ini masih ada Rei. Aku akan selalu ingat. Apapun yang kamu lakukan sekarang. Itu tidak akan pernah menghapus kenangan kita. Akan selalu aku ingat. Bahwa kamu cinta pertama aku Rei." ucap Sarah dalam hatinya. Lalu dia pun membisukan dan mengarispkanya. Kemudian dia melihat status lagi. Disana terlihat status Alvin. Yang baru saja dibuat sekitar 5 menit yang lalu.


"Hah? Pak Alvin udah bangun? Kira-kira dia disini apa di Apartemenya ya? Coba Aku balas deh statusnya." ucap Sarah. Kemudian dia membalas status Alvin.


"Pak Alvin? Apa masih terbangun? Maaf pak. Bapak dirumah apa di Apartemen?" send. Kemudian chat itu dibaca Alvin.


"Sarah? Ternyata disudah bangun juga." ucap Alvib lalu membalas chat Sarah.


"Saya dirumah. Kenapa?" Send.


"Hah? Pak Alvin dirumah. Aku mintain tolonglah. Gak enak sih. Malu juga. Tapi gimana aku sangat kedinginan." Send. Alvin membaca chat itu dsn kaget.


"Apa ini maksudnya?" tanya Alvin. Send.


Sarah baru ngeuh. Dia malag mengetik ucapanya. Padahal dia baru mau balas chst Alvin.


"Ini saya mau minta tolong pak. Saya diluar. Lagi nyender dipinyu depan. Nelpon bibi gak diangkat. Pintu belum dibuka. Hawa disini sangatlah dingin." Send.


Pesan dibaca Alvin.


"Ya ampun gadis ini. Memangnya dia pulang jamberapa?" tanya Alvin dalam hatinya.


"Apakah msu membantu?" chat dari Sarah.


"Ya Tunggu!" balas Alvin. Send.


Alvin pun bergegas menuruni tangga. Dan membuka pintu Rumah. Disana Sarah pura-pura sibuk memainkan hp karena malu.


"Darimana?" tanya Alvin.


"Dari tempat semalam. Tapi ke Mesjid yang pas kita bertemu itu loh. Yang besar. Terus ketiduran. Jadinya pulang kemalaman. Sekitar jam 11 lebih. Pas mau masuk pintu sudsh dikunci. Yaudah tidur disini." ucap Sarah menunduk.

__ADS_1


"Masuk!" titah Alvin.


Tanpa pikir panjang Sarah pun masuk. Dan membuntuti Alvin dari belakang. Lalu Alvin ke dapur Menyimpan hp nya dimeja. Sedangkan Sarah langsung duduk diaofa dan memeluk bantal. Alvin membuatkan susu hangat untuk Sarah.


Beberapa menit kemudian. Alvin sudah membawa 2 gelas susu hangat dan menghampiri Sarah. Kemudian mempersihkan Sarah untuk meminumnya.


"Minumlah! Tunggu disini sebentar!" ucap Alvin dan berlalu pergi.


Sarah hanya mengangguk.


"Ya ampun. Kalau kaya gini caranya saya bisa cepat move on. Cuam pertanyaanya. Ini dia perhatian ke semua orang apa hanya ke aku seorang. Sebenrnya dia suka gak sih sama aku?" tanya Sadah dalam hatinya. Sambil meminum susunya.


"Enak sekali. Susu hangat madu ternyata. Maduuuuuu. Maduuu. Rasa madunya persis banget seperti yang bikin. Manis tapi ada asam-asamnya dikit." puji Sarah tertawa kuda.


Saat Alvin membawa sweeter putih dan hpnya dimeja. Dia tidak sengaja melihat ada noda coklat dilantai dan mengarah ke arah Sarah.


"Sarah? Pake sweeternya! Kamu semalam tidur diluar." ucap Alvin.


Sarah hanya mengangguk dan memakai sweeternya. Sedangkan Alvin keluar rumah. Mengikuti noda coklat tersebut. Saat dilihat noda tersebut berasal dari luar. Dan banyak ngumpul didepan pintu bekas Sarah duduk. Karena penasasan dia langsung masuk lagi ke dalam. Tidak langsung bertanya. Dia duduk terlebih dahulu dan meminum susunya.


"Sarah? Maaf. Apa kaki kamu terluka?" tanya Alvin.


"Emm. Nggak. Hanya sedikit perih ditelap kaki yang kanan." ucap Sarah Santay.


"Kenpa bisa perih?" tanya Alvin.


Sarah menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.


"Hem. Semalam saya ketemu Rei. Saat itu jujur saya sangat merindukanya. Karena kita udah lumayan jarang bertemu. Sekali nya bertemu tidak pernah sharing, jarang ngobrol, cuma sekedar makan doang. Dan semalam. Belum ada 10 menit kita ngobrol. Tiba-tiba Rei dapat telpon dari seseorang. Saat itu saya sih biasa aja. Cuma gak seperti biasanya. Biasanya kalau dapat telpon. Dia jawab telpon depan saya. Gak pernah jauh-jauh. Tapi saya selalu berperasangka baik aja. Karena tahu Rei orang nya jujur banget.


Tapi belum sampai lima menit. Saya ngobrol lagi sama dia. Tiba-tiba.... Emm. Eh itu mah gak usah diceritain kali ya. Hehe. (Sarah bercerita sambil menangis. Tapi nangis nya sambil tertawa). Em. Intinya Rei katanya sih dia punya pacar lagi. Mereka udah dari tiga bulan yang lalu menjalin hubungan. Dan karena saya kesal. Yaudah saya berantem sama ceweknya. Dan karena Rei diam aja. Saya kesal. Yaudah sepatu hells saya, dilepas. Terus saya menangkisnya. Udah deh. Karena gak mau lama-lama saya pergi ke Mesjid sampai ketiduran. Dan pas jalan mungkin kena duri atau batu tajam. Saya gak tahu lah. Gak dirasain juga. Terlu mumet." ucap Sarah sambil menyeka air matanya.


"Tunggu disini! Saya ambilkan obat" ucap Alvin dan pergi membawa kotsk p3k.


Tidak lama diapun membersihkan luka Sarah. Tidak lupa dia memakai sarung tangan lateks. Karena tidak mau menyentuh Sarah.

__ADS_1


__ADS_2