Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Richard yang sangat Manja


__ADS_3

Alvin mengambil hp nya yang terjatuh. Karena dilihat mama nya nelpon. Dia pun kaget. Akhirnya dia mengirim pesan.


"Mah. Alvin masih diluar. Tapi mau langsung ke Apartemen. Sarah nanti dianterin Andreas ke rumah atau nggak naik taksi. Alvin cape bolak-balik mah." Send.


Sarah sudah selesai membuat outmel.


"Makan dulu ini ya. Saya suapin." ucap Sarah dan duduk dipinggir kasur dekat Alvin.


Alvin tidak menjawab dan hanya mengangguk. Dia menyimpan hpnya dan menyalakan tv.


Saat Alvin sudah makan 2 kali suapan. Dia merasa perutnya tidak menerima.


"Lagi?" Sarah menyodorkan sendoknya.


"Gak mau. Saya mual" ucap Alvin.


"Hem." Sarah meninggalkaya. Dan mencuci bekas tempat outmeelnya. Untung bikinnya gak banyak-banyak.


Sarah menghampirinya lagi.


"Perutnya harus diisi. Mau makan apa?" tanya Sarah.


"Roti sama teh manis." ucap Alvin.


Sarah tidak menjawabnya. Dan langsung membuatkanya.


• Roti dan teh sudah siap.


Alvin melihat Sarah dari kejauhan.


"Ya Allah. Nyaman sekali ada didekatnya. Kalau dia wanita yang terbaik. Jadikanlah dia istri saya. Mudahkanlah kami untuk menikah. Tapi kalau bukan, mohon jauhkanlah. Karena saya tahu. Dekat denganya tanpa pernikahan seperti ini adalah hal yang haram." ucap Alvin dalam hatinya.


"Ini udah siap. Kali ini makan sendiri dulu ya pak." ucap Sarah sambil tersenyum.


"Kenapa memangnya?" tanya Alvin.


"Apa saya boleh pulang sekarang? Bapak disini aja. Nanti minta temanin pak Andreas ya. Gak enak udah malam kalau saya disini." ucap Sarah.


"Yasudah. Ayo saya anterin kebawah. Sekalian ambil hp kamu dimobil. Kamu pulang pakai taksi ya." ucap Alvin.


"Terimakasih pak." ucap Sarah.


"Bilang kita habis main diluar. Mama pasti nanya. Selesai magrib, saya mau tidur lagi. Masih pusing." ucap Alvin.


" Cepat sembuh ya." ucap Sarah sambil tersenyum dan mengelus pelipis Alvin dengan jempolnya.


• Didalam Taksi Arah pulang


"Ya Allah nyaman sekali ada didekatnya. Apa dia juga merasakan hal yang sama? Hem. Rasa ini. Mungkin akan hilang kalau aku udah bertemu sama Reicard. Hihi. Oh iya. Ya Allah aku minta yang terbaik untuk kedepanya." ucap Sarah sambil melihat ke arah kaca mobil.


Setelah itu dia baru tersadar. Kalau dia akan bertemu dengan Reicard. Saat dia cek hp. Pesan dari Rei dibacanya. Dia pun langsung memberhentikan taksi didepan salahsatu mesjid untuk dia melaksanakan sholat magrib dulu. Setelah itu dia akan langsung ke Rumah Rei.


• 1 jam kemudian. Waktu menunjukan pukul 20:05 WIB.


Ilstrasi Rumah Ricard di Jakarta timur


__ADS_1


Terlihat taksi berhenti di kediaman Reicard Daerah Jakarta Timur.


Tanpa basa-basi karena waktu yang sudah mepet. Sarah langsung menemui Pak Maman (Security Rumah Reicard) untuk masuk kedalam rumah.


• Saat Sarah masuk ke dalam rumah benar-benar rumahnya sangat sepi. Berbeda dengan rumah Alvin yang terasa hangat untuknya. Sarah perlahan masuk. Tercium dirumah lantai satu bau dupa. Dan beberapa lampu kamar belum dinyalakan. Sarah sedikit merinding. Tiba-tiba dari belakang ada tangan perempuan yang menyentuh pundaknya. Sarah melotot dan jantungnya dek-dekan. Saat Sarah melihatnya. Ternyata itu bibi Lea (ART Dirumah Reicard)


"Nona? Sudah janjian sama Tuan Rei?" tanya Bi Lea tersenyum.


"Oh ya ampun bibi. Aku sangat kaget. Aku sudah janjian bi." ucap Sarah tersenyum manis.


"Maaf. Tadi bibi baru pulang dari luar. Jadi lampu sebagian belum dinyalain non. Bibi tadi kebelet non." ucap Bi Lea.


"Iya bibi. Rei nya mana bi?" tanya Sarah.


"Diatas non. Masih tidur kayanya. Nona ke atas saja. Bibi mau nyalaian lampu." ucap bi Lea sambil tersenyum dan berlalu.


Tanpa pikir panjang Sarah langsung naik ke atas. Beruntungnya diatas lampu sudah duluan dinyalain bi Lea.


Ceklek


Suara pintu kamar Rei dibuka Sarah. Dia mencari tombol lampu.


Tek


Lampu menyala. Terlihat Rei yang masih tertidur pulas diatas kasurnya. Sarah yang melihat dari kejauhan pu tersenyum. Lalu dia menghampiri Rei. Dalam posisi masih berdiri dia menatap wajah Rei yang sangat tampan dan imut. Lalu dia mengelus wajah Rei. Spontan Rei pun menggerakan kepalanya.


"Bangun sayang! Ini aku." ucap Sarah berbisik.


Rei yang mendengarnya. Berusaha membuka matanya.


"Ayo." ajak Sarah.


Sarah pun duduk. Kirain mau bangun. Rei malah menyuruh Sarah untuk membelainya dan melanjutkan tidurnya.


"Ih anak ini yah. Ayo bangun! Ini udah jam delapan malam." ucap Sarah.


"Hem." Rei menatap Sarah.


"Cantik." ucap Rei yang belum beranjak bangun. Dia malah melingkarkan tanganya ke Perut Sarah.


"Kenapa belum mau bangun?" tanya Sarah.


"Biarkan dulu seperti ini." ucap Rei.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Sarah.


"Belum." ucap Rei.


"Kamu harus makan. Besok jadwal kamu padat kan ngajarnya? Nanti sakit loh."


"Ya. Besok gak ketemu dong?" tanya Rei.


"Aku mulai kerja besok. Pulang jam 5 sore. Bagaimana dengan kamu? Apa lembur?" tanya Sarah.


"Ya. Aku pulang malam besok." ucap Rei.


"Yaudah ayo bangun. Mandi lah! Aku akan siapkan makan buat kamu." ucap Sarah.

__ADS_1


"Hem." Rei duduk dan menyenderkan kepalanya dibahu Sarah serta melingkarkan tangan kanannya ke belakang.


"Kenapa sangat bawel? Aku masih pusing." ucap Rei manja.


"Aku minta maaf." Melepaskan tangan Rei yang melingkar ditubuhnya.


Mereka berhadapan. Sarah membuka dasi Rei yang acak-acakan. Lalu pergi ke kulkas mengambil air untuk diminum Rei.


• Terlihat Rei yang sudah mandi dia menggunakan baju kaos berwarna putih salju. Karena baru bangun tidur. Dia memakai kacamata untuk menutupi matanya yang masih sedikit sipit.


_Tapi kalau Rei memang sedikit sipit sih_


Dia mencari keberadaan Sarah. Terlihat. Sarah sedang menyiapkan makanan yang sudah dibuatnya.


Sperti tersengat sesuatu. Kaget campur bahagia terasa olehnya. Rei yang tiba-tiba datang dan lamgsung memeluknya dari belakang. Membuat jantungnya berdetak kencang.


"Wangi banget kalau udah mandi." ucap Sarah menutupi rasa malu nya karena dipeluk Rei.


"Ya. Memang selalu seperti ini ." jawab Rei singkat tanpa senyuman. Lalu menempelkan wajahnya ke pipi sarah.


"Ini udah siap." ucap Sarah.


"Tunggu. Kamu pakai pakaian seperti ini dari rumah?" tanya Rei.


"Iya. Aku tadi buru-buru. Ketiduran juga. Lelah habis panas-panasan dari Pasar." ucap Sarah ngeles.


"Hem. Nanti pulang pakai sweeter aku. Aku yang anterin ya." ucap Rei melepaskan pelukanya. Lalu dia membuka laptopnya dimeja kerja.


Sarah membawa makananya dan akan duduk dikasur.


"Jangan disitu! Disini aja!" pinta Rei.


Sarah pun menghampirinya.


Laptop Rei terbuka. Alangkah kagetnya Sarah.


Ilustrasi Foto Rei dan Sara



Melihat wallpaper adalah foto dirinya dan Rei saat sedang di Taman. Diwallpaper itu Rei memeluknya dari belakang.


Rei yang melihat Sarah yang sedang memperhatikan wallpapar di laptopnya. Dia hanya menatap Sarah dan tersenyum.


"Lama. Mana makanan aku?" tanya Rei.


"Oh iya hehe maaf." ucap Sarah sambil menyuapi Rei.


• Rei sudah menutup laptopnya dan sudah meminum segelas air putih. Dia menghampiri Sarah yang sedang menyender dikasurnya. Sarah sudah nelpon sama bi Ana untuk ngasih kabar. Rei duduk disampingnya.


_Bukan Rei kalau tidak meminta Sarah untuk selalu romantis kepadanya_


Rei tiba-tiba memeluk Sarah. Mereka berhadapan dan saling menatap. Lalu Rei melihat bibir Sarah yang sangat sexsi. Saat dia akan menciumnya. Tiba-tiba Sarah memeluknya dengan erat.


"Maaf sayang. Tidak sekarang." ucap Sarah.


Rei tidak menjawabnya. Dia hanya menutup matanya.

__ADS_1


"Ya Tuhan. Aku harus segera menikahinya." ucap Rei.


__ADS_2