Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Bukan Cinderbolong Tapi Cinderella


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 03:30 wib.


Kriing kriiing kriiing


Bunyi alarm itu membangunkan Sarah yang sedang tertidur nyenyak dikamarnya. Dia menggunakan daster yang dikasih pinjem bi Ana, berwarna putih lengan panjang. Sedangkan daster berwarna biru yang dipakainya tadi siang sudah diganti. Karena saat Sarah baru datang, bi Ana ngasih pinjem dua daster. Tidak lupa dia juga ngasih pakain untuk bagian dalamnya yang baru.


Saat Sarah membuka matanya, dia baru tersadar kalau dia bukan dirumahnya tapi sudah dirumah Alvin. Dia mengedip-ngedipkan matanya yan masih sepet, lalu mematikan alarm dan mengambil hpnya yang disimpan dimeja dekat jam tadi. Dia meminum segelas air putih, lalu membuka hpnya. Terlihat, banyak sekali notifikasih panggilan tak terjawab dan banyak sekali chat yang masuk. Namun, pikiran Sarah tertuju kepada Rei. Dia pun langsung menelponnya.


Truut truut truut


Tidak ada jawaban


Truut truut truut


Tidak ada jawaban


Ttruuut


Dirumah mewah dan besar Daerah Jakarta Timur, terlihat Rei yang masih tertidur di meja kerjanya dengan laptop yang masih terbuka. Kemeja yang kusut dan dasi yang acak-acakan menandakan kalau dia terlihat pusing dan kecapean. Dia tertidur dengan tangan kanannya yang dijadikan bantal. Namun, suara handphone yang beberapa kali bergetar membangunkanya. Saat dia membuka hpnya dengan mata sepet, dia melihat kalau Sarah yang menelpon.


"Yah?" Angkat Rei dengan suara yang masih seperti orang tertidur.


"Kamu dimana? Apa kamu tertidur?" tanya Sarah.


"Hem. Jam berpaa ini?" tanya Rei.


"Ini jam Setengah empat pagi. Kamu belum menjawab pertanyaanku Rei." ucap Sarah.


"Dirumah. Aku masih ngantuk. Bangunin 2 jam lagi yah" titah Rei sambil mematikan telponnya. Dengan jalan yang masih sempoyongan, Rei pindah ke kasurnya dan mengatur hpnya agar tidak berbunyi. Lalu dia tidur kembali.


Karena telpon dimatikan oleh Rei, Sarah pun menyimpan hpnya kembali. Sebelum dirinya ke kamar mandi untuk cuci muka dan mengambil wudhu. Dia membuka jendela, yang jendela itu sepertinya sudah lama tidak dibuka. Lalu melihat ke arah luar, ternyata masih sangat gelap. Namun, Sarah menikmati pemandangan yang gelap itu. Karena ada banyak bintang dilangit, lampu yang indah ditaman rumah, dan angin yang sangat sejuk disaat itu.


Beralih ke Kevin, yang saat itu dia tidur di kamar Alvin. Dia yang masih menatap layar laptopnya, mendengar suara jendela dibuka paksa dikamar sebrang. Karena penasaran, dia berjalan dan melihatnya. Kebetulan kamar Sarah tidak dikunci, karena saat malam Sarah sangat ngantuk dan lelah, usai bantu Bi Ana menggosok pakaian.

__ADS_1


Kevin membuka pintu, lalu dia celingak celingkuk. Melihat ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, ke atas, dan kebawah. Namun, sangat sepi tidak ada orang. Nafasnya mulai naik turun. Tapi, karena dia penasaran. Dia membuka pintu pelan-pelan. Saat itu, Sarah yang sedang menikmati sejuknya angin. Dia sedikit menengadah, karena daster nya yang agak lebar dan semata kaki. Saat dia menengadah, otomatis kaki belakangnya terhalangi oleh dasternya.


Ilustrasi Sarah saat itu.



Karena merasa aman Kevin pun, masuk kedalam kamar itu. Lalu menutup dan mengunci pintunya karena takut ada orang yang masuk. Saat posisi dia masih berada dibelakang pintu. Dia melihat ke arah jendela. Dan kagetnya bukan main. "Aaaaaaaaa tidak tidaaak" teriak Kevin sambil berusaha membuka kunci pintu. Namun, karena membuka kuncinya sambil merem dan dihalangi oleh satu tangannya. Kunci itu susah terbuka.


Sarah yang mendengar suara kevin berteriak ikut kaget, dia langsung membalikan badannya dan melihat ke arah Kevin. Walaupun Sarah juga merasa takut, tapi dia memberanikan diri untuk memastikan siapa laki-laki itu.


"Heyy. Maaf kamu siapa ya? Sedang apa disana?" tanya Sarah dengan sedikit teriak.


"Kaaamu setan apa bukan?" tanya Kevin yang masih berusaha membuka kunci pintu karena tanganya bergetar akibat ketakutan.


"Hem. Jadi kamu nyangkanya aku ini setan ya. Aku Sarah." ucapnya sambil menghampiri Kevin.


"Tunggu tunggu jangan kesini!" ucap Kevin. Dia membuka matanya dengan pelan-pelan. Sarah hanya melihatnya dengan tatapan tajam sambil memegang bantal yang dibawanya. Saat Kevin melihat Sarah, dia sangat terkejut karena ada wanita yang sangat cantik didepanya. Matanya melongo, tidak berkedip. Sarah yang menghampirinya memukul-mukul Kevin dengan bantal.


"Apa yang kamu lakukan disini? "


"Pergi-pergi"


Karena dipukulin Kevin lari ke arah jendela. Sedangkan Sarah membuka kunci pintu.


"Tunggu sebentar. Maaf kalau Saya lancang, masuk ke kamar ini tanpa izin." ucap Kevin.


"Ya." Sarah menyender ditembok dekat pintu yang sudah dibukanya dengan lebar.


"Kalau gak salah. Kamu itu, Sarah yang diceritakan bi Ana kan. Kita sempat VC kayanya." ucap Kevin meyakinkan.


Sarah yang mendengarnya sedikit kaget, lalu menatap Kevin dan memperhatikanya.


"Oh. Ya ya aku baru ingat. Mohon maaf ya, tadi saya juga ikut shok. Tiba-tiba ada kamu disini." ucap Sarah sambil menunduk dan merasa bersalah karena sudah memukuli Kevin dengan bantal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Tadi saya dikamar Alvin. Mendengar suara jendela dibuka. Makanya saya kesini untuk memastikan. Karena kamar ini udah lama gak ditempati." ucap Kevin.


"Salam kenal ya pak." ucap Sarah.


"Ya. Kamu kapan kesini?" tanya Kevin. Sarah pun menceritakan semuanya.


"Kalau bapak Kapan kesini?" tanya Sarah.


"Semalam jam 11an kayanya." ucap Kevin sambil menghampiri Sarah.


"Saya minta maaf." ucap Kevin sambil berlalu meninggalkan Sarah.


Sarah menyimpan bantalnya, dan langsung kebawah untuk ke kamar mandi.


Di Apartement Alvin, Daerah Balikpapan


Seperti biasa, sebelum datangnya waktu subuh Alvin sudah bangun, sedangkan Andreas masih tertidur. Tidak ikut bangun, karena dia Non Muslim. Terlihat Alvin sedang berada dimeja kerjanya, memakai baju koko berwarna hijau tua lengan pendek. Dia baru saja selesai mengetik di laptopnya. Lalu dia meminum air putih, dan membuka hpnya sambil senderan dikursi kerjanya.


Pertama, dia melihat jam yang menandakan masih 15 menit datangnya subuh. Lalu dia masuk ke WA, terlihat banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab. Namun, dia iseng melihat WA.


Yang bikin dia penasaran adalah status kevin yang dibuat 5 menit yang lalu. "Kevin? Tumben tuh anak belum tidur. Apa begadang lagi sama Pak Andi?" ucap Alvin dalam hatinya.


"Bikin shok. Kirain Cinderbolong. Ternyata Cinderella dikamar sebrang (memakai emoticon kiss love)." baca Alvin status WA Kevin.


Alvin yang membacanya kaget, dan spontan membalas status Kevin.


"Sebrang mana?" tanya Alvin penasaran. Karena dia tahu, kalau Kevin lagi kesal sama Sonia dan nginep dirumahnya.


"Sebrang kamar lho lah. Udah lho gak usah kepo. Nih, cewek harus jadi milik gue. Hahahaha." balas Kevin yang masih belum tidur, dan lagi senyum-senyum.


"Hem. Tidur lho!." balas Alvin.


"Belum bisa. Lagi senang hahahaha. Buruan lho balik. Jagain cinderella gue selama sebulan." ucap Kevin.

__ADS_1


"Emotikon buaya" balas Alvin.


Kevin tidak membalasnya lagi. Dia bergumam "Cantik sih. Cuma cantik doang gak cukup, kalau pas nikah harus langsung bubaran. Hemm. Apa gue comblangin lho aja vin?" ketawa kuda.


__ADS_2