
Setengah jam kemudian.
Terlihat Kevin yang memarkirkan mobil dikantornya. (Kawasan Cargo, Bandara Soekarno-Hatta)
"Ehm. Kamu lihat! Ini salahsatu kantor saya yang lama. Yang baru belum selesai dibangun." ucap Kevin yang belum membuka sabuk pengamanya. Berbeda dengan Sarah yang langsung membuka sabuk pengamanya.
"Oh iya pak. Pak, ini surat lamaranya. Tapi saya beum ada ijazah, jadinya pake surat kelulusan, sama nilai raport semester 5 pak. Cv dan yang lainya juga sudah saya lampirkan." ucap Sarah.
Kevin membuka dan melihat berkasnya.
"Bisa komputer?" tanya Kevin.
"Insya Allah lancar pak." jawab Sarah
"Sebenarnya saya cari yang sudah berpengalaman. Tapi saya coba training kamu dulu." ucap Kevin.
"Bapak yang langsung training saya?" tanya Sarah.
"Bukan. Saya sibuk, gak ada waktu untuk itu. Nanti didalam saya kenalkan kamu ke orangnya." ucap Kevin sambil membereskan berkasnya kembali. Lalu mereka pun keluar dan berjalan untuk masuk ke dalam.
Saat Kevin aka masuk. Salahsatu staf melihatnya dari kaca, lalu dia memberitahukan kepada yang lainya untuk berdiri menyambut kedatangan Kevin atau CEO mereka. Terlihat kantor yang sangat bersih dan rapih. Meja komputer yang disekat membuat karyawan yang sedang bekerja fokus, tidak saling terganggu oleh satu orang dengan yang lainya. Para Karyawan sudah berdiri menyambut kedatangan mereka. Sebagai seorang CEO. Kevin menyapanya, tersenyum, ngasih semangat, dan menyuruh karyawanya untuk melanjutkan pekerjaan. Sedangkan Sarah hanya diam dibelakang Kevin, tanpa dia sadari karena saking malunya. Dari mulai dia masuk ke ruangan, tangan kanannya membawa berkas lamaran, sedangkan tangan kirinya memegang jas Kevin. Awalnya, dia berdiri dibelakang Kevin. Lalu dia buru-buru mendekatiya, karena merasa sangat dek-dekan. Posisi tanganya masih seperti itu sampai dia naik ke lantai 2, untuk menemui orang yang akan mentrainingnya. Semua karyawan tidak ada yang berbisik-bisik tentang Kevin yang membawa Sarah kesana. Karena jika Kevin tahu, dia akan marah. Sikap Kevin berbeda banget diluar kantor yang sangat ramah. Namun didalam kantor sangat disegani.
"Nyaman banget ya tangannya seperti ini?" ucap Kevin sambil tersenyum.
Sarah yang baru menyadarinya, langsung melepaskanya.
"Ya ampun. Maaf pak, saya gak sengaja. Tadi saya sangat malu, dek-dekan juga. Baru pertama soalnya." ucap Sarah.
"Ya saya tahu. Makanya saya membiarkanya." ucap Kevin.
Merka pun melanjutkan visinya.
Beralih Ke Reicard
Sore hari dengan senja yang indah. Suasana yang sangat hening, hanya ada suara halus dari mobil yang sedang melaju kencang dijalan tol. Reicard yang saat itu sedang fokus menyetir, dia melihat jam ditangan kanannya. Waktu saat itu menunjukan jam 17:00 wib. Karena menyetir lama membuat tanganya terasa pegal. Akhirnya dia memarkirkan mobilnya di Rest Area.
Saat masih berada didalam mobil, dia mencoba untuk menghubungi Sarah. Tapi, 3 panggilan tak terjawab dari Amanda membuatnya kaget. Rei bertanya, apa yang sudah terjadi, tumben mamanya nelpon. Biasanya dia terus yang selalu nelpon duluan. Karena khawatir, Rei langsung menelpon balik Amanda.
Truuut truuut
"Hallo Sayang? Kamu dimana?" tanya Amanda.
"Mama kenapa? Aku d Rest Area mah, mau ke kampung." jawab Rei sambil membuka sabuk pengaman.
"Ini mama masih di Kuala Lumpur. Tapi ini di Bandara mau terbang ke Jerman Rei." ucap Amanda.
__ADS_1
"Terus?" Rei mulai males.
"Mama mau ketemu papah Rei. Dia lagi sakit. Sabtu, mama sama papah mau pualang ke Indonesia." ucap Amanda sambil tersenyum.
"Semoga aja gak cancel lagi." tanggapan Rei jutek.
"Maafin mama Rei. Kemarin jadwal mama padet banget. Ini sebenarnya masih sibuk mama tuh. Tapi, mama kangen kita ngumpul bareng Rei." ucap Amanda memelas.
"Hati-hati mah!" Rei mematikan telponnya. Dia beranjak keluar dengan hati yang masih kesal kepada Amanda.
Di Kalimantan pukul 18:30
Terlihat Andreas yang sudah memarkirkan mobilnya di Apartement dan bergegas untuk istirahat. Sedangkan Alvin sudah duluan masuk ke Apartement. Terlihat dia sedang membuka jas, dasi, dan kancing baju. Namun, saat dia baru akan membuka kancing baju kedua dibagian tengah. Hp nya berbunyi, saat dilihat. Kevin meminta untuk VC, namun saat akan diangkat panggilan VC keburu mati.
Disana Kevin dan Sarah, sedang berada ditempat kuliner dan masih di Kawasan Bandara. Kevin sedang memesan makanan dan jus. Sedangkan Sarah, karena masih kenyang. Dia hanya membeli beberapa sate obong, yg dibaluri dengan Saos, kecap, dan mayones. Tidak lupa, dia juga membeli Es teh.
"Pak, apa bapa sering kesini? Bapak kan Direksi, apa gak geli makan ditempat seperti ini?" tanya Sarah sambil memakan sate obongnya.
"Nggaklah. Saya sama teman-teman sering makan ditempat seperti ini. Lagian gak semua Direksi makannya harus ditempat mewah. Tergantung orangnya kan." jawab Kevin yang masih melihat hpnya. Pikiranya masih tertuju untuk membuat Alvin kesal.
"Oh gitu ya. Apakah Pak Alvin juga seperti itu?" tanya Sarah dengan santay nya dan menikmati makananya.
Kevin sempet terkejut dengan Sarah yang menanyakan Alvin. Sarah yang melihat mimik wajah kevin yang hanya menatapnya pun bergumam.
"Oh ya ampun. Kenapa aku malah menanyakan orang itu. Aduh lemes banget nih mulut. Jadi malu kan." Sambil nyengir melihat ke arah Kevin yang sedang menatapnya. Tanpa dia sadari pinggir bibirnya tergores oleh bumbu satenya. Kevin yang melihatnya hanya membiarkanya, sengaja tidak ngasih tahu Sarah agar tidak membersihkanya.
"Ya." Sarah pun menceritakan pertemuan dengan Alvin.
"Bagus bagus." ucap Kevin dalam hatinya. Karena tahu Alvin dan Sarah sudah pernah bertemu, dan Alvin sempat gendong Sarah. Pikir Kevin, gak mungkin Alvin gak baper. Kevin pun, mencoba meminta VC lagi ke Alvin.
Trut truut
"Ni orang ngapain sih?" tanya Alvin kesal. Dia sudah membuka kancing bagian tengah kemejanya. Dan sedang membuka kancing bagian tanganya. Karena kesal, Alvin pun menerima panggilanya.
"Apasih?" tanya Alvin Kesal.
"Ih. Jangan marah-marah cepat tua lho." jawab Kevin.
"Ngapain?" tanya Alvin.
"Kangen aja sama lho. Hahaa. Gue lagi ditempat biasa nih. Malam jum'at an." jawab Kevin sambil tertawa.
"Hmm. Gue baru pulang. Tutup dulu ya. Nanti vc nya." ucap Alvin.
"Eh eh. Tunggu lah. Nih, gue lagi sama cewek baru. Mau lihat gak lho? Dia lagi ngambil makanan pesanan gue dulu."
__ADS_1
Tadi, setelah Sarah menceritakan tentang Alvin. Dia ngambil pesanan punya Kevin, karena tempatnya sangat ngantri dan tidak ada pelayan seprti di Restoran. Saat Sarah datang membawa makanan. Kevin mengarahkan Camera belakang.
"Vin, nih dia. Gimana menurut lho?" tanya Kevin.
Sarah, kebingungan dan kaget. Tapi mendengar kata vin. Apa alvin yang sedang melakukan VC sama Kevin.
Alvin belum menjawabnya. Namun, dia berucap dalam hatinya.
"Gadis cantik. Lumayan sopan pakaianya, sayangnya belum pake hijab dia. Eh kok, apanih. Kok pikiran saya jadi kesana." ucap Alvin dalam hatinya.
"Woy. Ngedip lho vin!" ucap Kevin membuyarkan lamunanya.
"Siapa pak Kevin?" tanya Sarah.
"Biasa si Alvin. Nih kamu tanyainlah kabarnya, dia masih di Kalimantan" ucap Kevin.
Alvin dan Sarah, saat mendengar perkataan Kevin sama-sama terkejut. Spontan jantung mereka dek-dekan. Namun, mereka sama-sama saling berusaha santay. Kevin memberikan hpnya ke Sarah. Dan Sarah menerimanya dengan malu-malu.
"Pak Alvin? Apa kabarnya?" tanya Sarah sambil menganggukan kepala dan tersenyum.
"Saya baik. Kamu sendiri?" jawab Alvin jutek.
"Saya baik. Pak maaf! Pakaianya." ucap Sarah.
Kevin yang mendengarnya hanya tertawa dan memakan makananya. Sedangkan Alvin, langsung mengancingi satu kemeja bagian tengah.
"Maaf. Saya baru pulang." ucap Alvin.
"Eh tungu-tunggu. Bibir kamu kotor, apa gak ada tisu?" ucap kevin sambil membersihkan bumbu sate dipinggir bibir Sarah. Sarah melihat tangan Kevin yang lembut. Dia merasa malu, lalu melirik Alvin di hp.
"Eh maaf pak. Saya benar-benar tidak sengaja. Nih saya lagi makan sate obong. Bapak mau?" tanya Sarah.
Alvin yang melihat kelakuan Kevin tadi hanya berdecih.
"Kalaulah mau kan jauh. Udah ya saya cape mau istirahat." Alvin langsung menutup telponya. Sarah hanya menunduk, dan tersipu malu oleh Kevin. Dia langsung memberikan hpnya kepada Kevin dengan kedua tangannya dan mengucapkan terimakasih. Lalu melanjutkan makanya.
"Haha. Panas gak lho vin? Kalau panas, rasa lho mulai tumbuh" ucap Kevin menyunggingkan bibirnya dan merasa senang. Mereka melanjutkan makan.
Alvin tiba-tiba merasa kesal dan melempar hpnya ke kasur. Andreas yang sedang membuka jasnya bertanya.
"Kenapa pak? Apa si Kevin iseng lagi?" tanya Andreas. Padahal dia tahu apa yang terjadi.
"Ya begitulah dia. Dahlah istirahat." ucap Alvin sambil berlalu ke kamar mandi membawa handuk dan melepas kemejanya.
Dikamar mandi.
__ADS_1
"Apa ini? Ada apa dengan saya? Apa saya terbawa suasana? Hemm. Gadis yang cantik, tapi terlihat masih polos. Umurnya pun 9 tahun dibawah saya. Masa iya selera saya seperti itu? Eh tapi, selersa cewek saya bagaimana? Dulu waktu pacaran masih cinta monyet. Itupun dimarahin papah. Hmm." ucapnya dalam hati. Alvin menggelengkan kepalanya dan mandi.