
Pengumuaman:
...Jum'at, 3 Februari 2023...
Selamat malam!
Semoga sehat selalu semuanya.
Ucapan Syukur Alhamdulillah kepada Allah. Karena Saya sudah bisa menulis karya pertama Saya. Semoga didalam cerita ini kita semua bisa mengambil banyak ilmunya.
Ucapan Terimakasih kepada pihak Noveltoon dan Mangatoon karena telah memberikan kesempatan saya untuk menulis cerita ini dan mempublikasikanya.
Ucapan Terimakasih Kepada Pembaca yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita ini.
"Cerita ini asli cerita yang saya tulis sendiri dengan ide sendiri. Bukan karya orang lain. Atau menjiplak dari orang lain."
Hikmah dari cerita ini:
Tidak semua orang yang berpacaran itu akan menikah. Terlebih lagi mereka berbeda agama. Karena tidak mungkin dengan mudahnya seseorang itu berpindah agama. Hanya karena cinta. Banyak diantara mereka yang berpisah hanya untuk mempertahankan agamanya.
Rasa itu ada karena terbiasa bersama.
Kebahagiaan itu bisa didapat oleh siapa saja dengan cara yang berbeda-beda.
Pacaran setelah menikah itu menyenangkan.
__ADS_1
Jadi seorang Pewaris itu penuh dengan tanggungjawab.
Itu hanya beberapa saja. Semoga ada ilmu lain yang diambil dari cerita tersebut.
Terimakasih semuanya.
Oh Iya ada kabar baik nih untuk para Reader
Karya baru..... 🤗
Disini siapa yang masih belum move on dari Tokoh Reicard Putra Alexandar? 😘
Dia menjadi tokoh protagonis pria pertama di karya baru yah....
Sedikit bocoran nih, readers! :)
Singkat cerita, dia dijodohkan dengan Reicard. Namun, karena Reicard masih belum move on dari Sarah. Dia belum mencintai istrinya. Dikampus mereka selalu diam-diaman seperti orang asing. Bahkan yang lebih parah, Reicard malah dekat dengan Mahasiswi cantik loh.
Sedikit cuplikan cerita nih,
Ting nung ting nung
Tiba-tiba suara bel berbunyi. Rei pun segera membukanya. Terlihat disana Yola yang baru saja pulang sudah berdiri didepan pintu. Dengan wajah masam, tidak tersenyum, dan hanya memberikan salam. Lalu Rei menjawabnya. Belum mempersilahkan istrinya masuk.
__ADS_1
"Darimana?" tanya Rei nada tinggi.
"Rumah Imel. Belajar biologi. Tadi tidak ikutan kelas. Soalnya Dosennya bikin kesel." Sindir Yola menyunggingkan bibir.
"Sudah ada yan ngasih tahu. Kalau kamu dan teman kamu itu hanya bersandiwara." ucap Rei.
Sontak Yola kaget. Lalu memutarkan bola matanya.
"Memangnya kalau itu benar kenapa?" tanya Yola sambil mencoba menerobos masuk ke dalam saat pintu masih dihalangi oleh Rei. Namun, tanganya dicekal kencang oleh Rei.
"Begitukah sikapmu kepada suamimu?"
"Dan begitukah sikapmu kepada istrimu?" Yola melepaskan tangan Rei dengan kasar.
"Tiga bulan lamanya kita menikah. Saya ikhlas menerima perjodohan ini. Ikhlas belajar mencintai kamu yang bagi saya sudah pasti, kamu itu laki-laki asing.
Saya tiap hari pulang ke rumah. Dirumah hanya tidur, belajar, kadang masak, kadang beres-beres. Tidak ada kegiatan bareng kamu sedikitpun. Saya tidak tahu kamu ini kenapa. Saya malah bingung sendiri.
Namun, saya tidak bersedih. Saya juga tidak akan menyerah. Saya selalu berusaha bakti kepada Suami dan Orangtua. Tapi nyatanya saya lemah juga.
Seperti sekarang. Saya yang hari-harinya bersabar-bersabar. Unjung-ujungnya emosi juga. Dan saya tidak tahu kedepanya. Apa selamanya? Kamu tidak akan pernah menganggap saya ini istri apa gimana?
Dan saya tidak tahu kenapa kamu seperti itu. Apa karena saya tidak cantik, tidak seperti Mahasiswi yang primadona itu, yang katanya lagi dekat sama kamu. Atau karena kamu masih teringat sama mantan kamu itu. Atau,"
"Yolanda? Mulut kamu." Rek membentak.
"Kenapa? Atau karena saya ini seorang janda? Jadi kamu tidak mau menganggap saya ini istri kamu?" Yolanda menyeka air matanya yang sudah diujung bibir mata dengan kasar.
__ADS_1
Ah udah ah ceritanya, yang penasaran. Langsung aja ya baca karya baru nya!
Terimakasih :)