Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Suara Alvin yang sangat lembut


__ADS_3

Saat mereka lagi break usai bermain 3 lagu, tiba-tiba handphone Alvin bergetar. Alvin langsung melihatnya, tenyata itu Andreas asistantnya yang menelpon, dia pun pergi ke luar studio untuk mengangkatnya.


"Hallo ndres?"


"Iya hallo tuan?"


"Kenapa?"


"Kalau boleh tahu posisi tuan lagi dimana ya?"


"Distudio. Ada apa?"


"Ini saya bentar lagi keluar Bandara Soetta (Soekartno-hatta) tuan."


"Loh. Bukanya hari jum'at kamu baru pulang ya?"


"Nggak Tuan. Kemarin selesai acara pernikahana disini, saya langsung berangkat lagi. Kan Tuan besok mau ke Kalimantan, saya gak enak kalau Tuan Sendiri."


"Yaudah. Langsung istirahat aja ke Apartement. Bawa kuncinya kan?"


"Iya ini bawa. Makasih tuan"


"Ya. Dres, besok berangkat sore ya. Pagi-pagi tolong ke kantor siapkan berkas yang mau dibawa. Kalau pakaian gak usah, saya mau pake yang di apartement sana aja"


"Oh iya tun baik."


"Ya"


Telpon dimatikan


Saat Alvin akan kembali masuk, tiba-tiba Aira memanggilnya.


"Alvin?" panggil Aira sambil mendekat.


"Kakak kok disini?" tanya Alvin


"Hmm mau ketemu Reno."


"Udah jadi pacar dia?"


"Udah."


"Hati-hati dia Pilot, banyak Pramugari nya"


"Tapi kan Kaka gak kalah cantik dari Para pramugari vin."


"Ya semoga aja dia gak begitu"


"Kamu kan sahabatnya, apa dia playboy?"


"Maybe."


"Hmm. Emang semua pria butuh wanita cantik ya?"


"Gak juga. Tergantung nyaman nggak nya."


"Widih cakep. Masuk yuk"


Alvin tidak menjawab dia hanya membuka pintu lalu masuk ke dalam. Nah itu dia, ayo bro buruan. Kita mau adain game nih


Dart Arrow, sudah terpasang didinding.


"Apa ini?" tanya Alvin.


Sedangkan Aira disamput oleh Reno, dan langsung duduk berdua dengan mesra.


"Malam sayang" ucap Reno.


"Iya malam juga" jawab Aira sambil tersenyum manis.


"Duduk yuk!" ajak Reno


"Yuk"


Reno menyiapkan kursi untuk Aira


"Terimakasih " ucap Aira.


"Aku pesenin kamu minum dulu ya" ucap Reno.


"Ya. Aku tunggu disini."


"Oke"


Reno yang akan pergi menyuruh kevin dan teman-temanya memulai game.


"Brooh gue keluar dulu. Lanjutin game nya"


"Itu Dart Arrow ada angkanya kan, setiap angka ada judul lagu nya. Nanti kita bermain sesuai judul lagu yang terpanah. Dimulai dari lho" ucap Kevin sambil menepuk punggung Alvin.


"Lah. Kok gue duluan?"

__ADS_1


"Nama lho kan dari abjad yang pertama"


"Yeh. Batu kertas lah."


"Nggak lah. Buruan keburu malem" titah kevin.


Teman nya yang lain udah diposisinya. Ada yang bermain gitar 2 orang, piano 1, dan satu lagi Kevin memegang Drum. Alvin sendiri sebagai Vokalis, karena dia kebagain bermain. Alvin pun bermain.


Dan ketika panahnya sudah tertancap, dia langsung melihatnya, saat itu panahnya tertancap diposisi nomor 7.


"Waduh nomor 7 broh" ucap Avin.


"Yaudah" ucap Kevin.


"Yaudah gimana?" tanya Alvin.


"Lho lihat itu judul lagunya apa?"


"Dimana judu lagunya?"


"Tadi udah gue tempel disitu"


Alvin melihat kebawah, ada selembar kertas yang terbalik.


"Yehh jatoh nih" Sambil ngambil kertasnya.


Alvin langsun melihat nomor 7. Dia kaget bukan main.


"Waduh males banget dah, gak sesuai kenyataan nih lagu"


"Apa judulnya?" tanya kevin.


"Melepas Masa Lajang" jawab Alvin.


Spontan teman-temanya bersorak, Aira yang hanya tertawa melihatnya.


"Yaudah buruanlah naik" ajak Bara, temanya yang memainkan piano. Alvin langsung naik, dan duduk memegang mik yang sudah terpasang.


"Tunggu. Nih si Reno lama banget keluarnya" ucap kevin.


"Udah ntr juga dia masuk. Si Alvin aja dulu vocal sambil megang gitar" titah Roger Yang bermain gitar.


Musik sudah dimulai, sebelum bernyanyi Alvin berbicara di mix.


"Nih lagu gak sesai kenyataan. Kapan nyatanya ya?" Nada agak kesel.


"Udah nanti juga nyata. Lagi lho tahu kan liriknya?" tanya Kevin.


Mereka pun menyannyikan lagu melepas masa lajang dari Arvin Dwi.


...Mungkin sudah saatnya...


...'Kan kuakhiri masa kesendirian...


...Mempersiapkan hati 'tuk melamarmu...


...Terimalah diriku...


...Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku...


...'Kan kupersunting dirimu...


...Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku...


...Terimalah cintaku...


...Mungkin sudah saatnya...


...'Kan kuakhiri masa kesendirian...


...Mempersiapkan hati 'tuk melamarmu...


...Terimalah cintaku, hu-uh-oh-oh...


...Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku...


...'Kan kupersunting dirimu...


...Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku...


...Terimalah cintaku.....


...Reno yang baru saja datang membawa minuman, melihat sahabatnya Alvin dengan terkagum-kagum, selain suaranya yang bagus dan lembut, dia juga penampilannya yang sangat keren....


"Sayang, maaf lama ya. Ngantri tadi" Sambil memberikan minumanya.


"Gak masalah. Makasih sayang" ucap Aira.


"Sama-sama. BTW, si Alvin cocok nyanyi di nikahan kita nanti"


"Hahaa "Spontan Aira tertawa, giginya yang gingsul sampe terlihat.

__ADS_1


Beralih ke rumah Alvin


Bi Ana yang habis nelpon sama Aira, masih memainkan handphone nya.


Dia iseng-iseng melihat status orang, terus melihat-lihat pp wa orang yang ada dikontaknya. Tak sengaja, dia melihat kontak yang bernama Dhen Kevin. Akhirnya dia langsung, mengechat nya.


"Selamat Malam Dhen Kevin, ini nomornya Bi Ana hehe"


Tidak ada balasan karena Kevin ke Studio tidak membawa Handphone.


Karena tidak ada balasan, Bi ana pun menelpon Bu Rena Istri Pak Riki Ayah nya Sarah.


Truuuttt truuuttt truut


Telpon berdering


"Hallo selamat malam bu?" Sapa bi Ana.


"Iya hallo bu, tumben malam-malam gini nelpon" ucap Bu Rena.


"Iya bu. Tadi saya udah nelpon Sarah, tapi katanya buru-buru keluar. Saya cuma mau ngasih alamat rumah sini bu, sama nanyain itu Sarah katanya mau naik bus ya bu?"


"Oh iya iya bu. Iya benar bu, dia mau naik bus aja katanya. Soalnya naik travel, dia gak kuat suka engap katanya. Dia Trauma pas naik Travel ke Jawa itu bu, yang pas nengokin panti asuhan.


"Oh gitu. Tapi saya takutnya Sarah malah kesasar loh bu"


"Iya sih. Tapi gimana lagi bu, gak ada yang nganterin"


"Maafya bu, bukanya Sarah pacaran sama Guru nya itu, kan kalau gak salah Dosen juga di Jakarta bu. Tapi gak tahu daerah mana. Coba aja minta tolong" Saran bi Ana.


"Ya sih. Tapi saya gak enak loh bu, soalnya Sarah kyanya sih baru dekat. Belum sampe pacaran.


"Oh yaudah deh. Nanti aja hari rabu katanya sih berangkatnya ya, ibu ditelpon lagi ya."


"Oh yaudah bu. Terimkasih banyak bu, udah mau ngebantu saya, biar Sarah bisa kerja disana. Ibu tahu sendiri, dia pengen banget kuliah. Cuma kan biayanya besar, saya juga dana dari hasil tani kan buat panti asuhan yang di jawa bu. Bukanya ngelarang Sarah buat kuliah." Sambil merasa terharu.


"Iya gak apa-apa. Lagian waktu saya belum dimasukin kerja disini sama pak Yanto, kan Pak Riki sama Ibu sering banget kasih makan saya, sama biaya sekolah anak saya. Namanya Saya masih serabutan dulu,gak cukup buat semuanya.


"Suuut. Udah bu, yang udah -udah. Jangan dibahas lagi"


"Iya bu. Yaudah ya, saya tutup dulu telpon nya, saya mau istirahat dulu. Besok rutinitas pagi bu hihi"


"Iya bu."


Telpon dimatikan.


Waktu menunjukan pukul 22:15.


Alvin dan teman-temanya mash di studio. Saat Reno sedang bernyanyi, Alvin duduk di meja yang ditempati Aira tadi.


Kemudian dia menelpon mama nya.


Trut tru trut


"Hallo sayang? Udah selesai?" Mama Indah dengan cepat menjawab.


"Belum mah. Mama udah mau pulang?"


"Ya kalau kamu udah selesai, mama pulang lah. Dari sana juga kan kamu berpa menit, ini udah mau jam setengah 11, mama gak enak kemalaman disni."


"Hmm. Yaudah Alvin pulang deh, mau istirahat juga. Besok berangkat ke Kalimantan mah" ucap Alvin


"Loh,bukanya hari senin ya? Besok kan minggu vin?"


"Senin ada meeting mah disana."


"Yaudah ayo pulang."


"Ya."


Telpon dimatikan.


Alvin mengajak Kevin pulang.


"Vin?"


"Oy" jawab Kevin yang sedang main drum.


"Abis ini balik."


"Oke."


Dua menit kemudian, Musik berhenti dan mereka pulang. Sedangkan Aira, Reno dan teman-temanya masih bermain.


"Balik dulu ya" ucap Kevin.


"Duluan" ucap Alvin.


Saat Alvin melangkah mau keluar, dia melihat Aira. Spontan memanggil Reno.


"Ren? Jangan malam-malam!"

__ADS_1


"Oke siap siap." ucap Reno.


__ADS_2