
"### Hem. Sebelum saya membangunkanya mungkin akan lebih baik jika saya menghubungi Andreas. Saya takut jadi fitnah kalau disini hanya berdua." ucap Alvin dalam hatinya sambil mengelus dadanya dan mengambil nafas panjang. Karena berat menggendong Sarah.
Alvin mencoba menelpon Andreas
Truut trut trut
Tidak ada jawaban
Truut truut truut
Tidak ada jawaban
"Ya ampun kemana dia?" Alvin kebingungan.
Karena rasa khawatirnya terus bertambah dia memutuskan untuk membangunkan Sarah. Minyak kayu putih yang tadi dipegangnya diarahkan kehidungnya. Tidak lama kemudian. Sarah bangun. Pelan-pelan dia memejamkan matanya.
"Dimana ini?" tanya Sarah.
"Di Apartmen saya. " ucap Alvin yang duduk disebelah kasur memakai kursi.
"Kenapa disini? Apa yang akan pak Alvin lakukan sama saya? " ucap Sarah dan lebih menarik selimut yang dipakainya.
"Gak usah ke GR an! Tadi kamu tiba-tiba pingsan. Merepotkan saja." ucap Alvin sambil menatap layar hpnya.
Alvin baru saja bangun tidur. Langsung harus pergi. Usai berenang tengah hari tadi membuat kepalanya keleyengan. Ditambah gendong Sarah yang berat membuat kepalanya terasa berputar. Namun masih bisa dia tahan.
Ketika Alvin mengatakan hal itu. Sarah yang mendengarnya langsung mengingat kejadian itu. Dia kembali menangis dan ketakutan.
"Aku takuuut. Akuu takut." Sambil menangis kencang.
Karena kaget Alvin langsung mendekatinya ke kasur.
"Gak usah takut! Ada saya." ucap Alvin sambil menarik selimutnya. Namun Sarah tidak menjawab. Saat Alvin mendekat dan menarik selimutnya. Sarah langsung memeluk erat Alvin dan menempelkan kepalanya ke dada Alvin.
Spontan Alvin kaget. Dia malah melongo kebingungan.
"Kenapa lagi nih cewek? Kesempatan banget meluk-meluk huh. Gimana nih?" ucap Alvin dalam hatinya.
Sarah masih menangis sesegukan dan merasa ketakutan.
"Jangan bikin saya tambah bingung. Ceritalah!" titah Alvin.
"Taaadii tadi aku trauma melihat ada yang kecelakaan. Ingat Ayah dan Ibu. Mereka kecelakaan karena bus yang ditumpanginya menabrak jalan. Bus nya rusak parah." ucap Sarah.
"Oh ya ya. Saya baru ingat. Bibi pernah cerita." ucap Alvin.
Sarah tidak menjawab. Alvin hanya melihat kepala Sarah dan bentuk tubuhnya yang semakin menempel.
"Ya ampun. Saya pria normal. Lama-lama bisa gak tahan." umpatnya.
"Ayolah seperti biasa lagi!" ajak Alvin kepada Sarah yang sedikit sudah berhenti menangis. Hanya tinggal sesegukanya saja.
"Kenapa jantung bapa berdetak kencang?" tanya Sarah menengadah ke arah Alvin.
"Bagaimana tidak. Saya tiba-tiba dipeluk wanita. Gak bisa bohong. Saya ini pria normal." ucap Alvin jutek.
Sarah hanya cemberut. Kepala Alvin semakin terasa berputar.
__ADS_1
Truut Truut
"Hallo mah?" jawab Alvin.
"Masih dimana? Kenapa lama?" tanya Indah.
"Sebentar lagi mah." ucap Alvin yang masih dipeluk Sarah.
"Yah. Kamu lama vin. Udah deh kamu aja sama Sarah jalan-jalan yah. Mama udah mulai pusing nih. Pengen istirahat."
Tut tut tut
Telpon dimatikan
"Mama apaan sih? Pasti sengaja nih. Eh tapi syukurlah jadi mama gak khawatir kalau gadis ini pingsan." ucap Alvin dalam hatinya.
Mendengar suara Sarah yang masih sesegukan Alvin pun melihatnya.
"Apa masih mau seperti ini?" tanya Alvin. Saat itu keringat dinginya mulai keluar dan nafasnya terasa engap.
"Ya ampun. Lagi-lagi aku trauma. Kenapa ini? Aku sangat malu." ucap Sarah dalam hatinya sambil menghapus air matanya.
"Ehm apa masih mau seperti ini?" tanya Alvin kedua kalinya dengan pandanhan yang semakin gelap.
Sarah tidak menjawab. Wanginya parfum Alvin membuatnya dia pusing.
"Maaf pak." ucap Sarah. Saat dia akan melepaskan pelukanya. Tiba-tiba hp yang dipegang Alvin terjatuh ke Lantai. Sarah kaget.
"Pak hpnya." ucap Sarah sambil menatap Alvin. Namun tiba-tiba Alvin terjatuh ditubuhnya. Sarah kaget dan merasa sangat engap. Dia pun berusaha menggeserkan tubuh Alvin.
"Pak. Oh ya ampun berat sekali. Pak gak lagi bercanda kan?" tanya Sarah. Namun tidak ada jawaban.
Setelah beberapa menit Sarah berusaha membangunkan Alvin. Hasilnya nihil. Alvin masih belum tersadar. Karena matanya berat habis menangis. Sarah pun ikut tertidur.
Karena rasa yang nyaman. Alvin malah memeluk tubuh Sarah. Dan menenggelamkan wajahnya ke perut Sarah.
Di Jakarta Timur
Suara mesin mobil yang baru saja dimatikan di parkiran.
"Hem sampai juga." ucap Rei dan keluar bergegas masuk kedalam rumahnya.
Dia hanya memakai kemeja dan dasi. Lalu membawa tas yang isiinya laptop dan berkas-berkas.
Setelah sampai dikamarnya dia buru-buru menyimpan tasnya. Membuka sepatu dan kaos kakinya. Lalu cuci muka dan merebahkan diri dikasurnya.
Dia menelpon Sarah
Trut trut truut
Tidak ada jawaban
Truut truut truut
Tidak ada jawaban
_Hp Sarah dimobil Alvin_
__ADS_1
"Aktif sih. Tapi kemana ya?" tanya Rei dalam hatinya.
"Hem yasudahlah. Saya juga baru sampe. Lelah. Ngantuk. Ini jam 16:30 (sambil melihat jam dilayar hpnya). Oke tidur dua jam cukuplah sebelum ketemu dia. Gak bisa lama-lama. Dia kerja saya pun kerja. ucap Rei.
Sebelum dia tidur. Dia mengirimkan chat.
"Kamu dimana? Saya rindu mau ketemu. Saya sharelok aja ya. Kamu kesini pake taksi. Kamu kan udah kenal sama bi Lea dan pak Maman. Nanti tinggal masuk." Send.
Waktu menunjukan jam 18:30 WIB
Terlihat bi Ana yang lagi mundar mandir didekat sofa.
Ceklek
Suara pintu dibuka
"Ada apa bi? Kenapa mundar-mandir seperti itu?" tanya Indah.
"Ini nyonya. Neng Sarah sama tuan kenapa belum pada pulang ya?" tanya bi Ana.
"Oh kirain kenapa. Biarkan saja bi. Nanti juga pulang. Mungkin masih dijalan." ucap Indah sambil duduk disofa dan menyalakan tv.
"Tapi besok neng Sarah kerja nyonya. Ditelpon gak diangkat juga." ucap bi Ana.
"Oh iya. Yaudah biar saya telpon Alvin ya." ucap Indah sambil berlalu ke kamar.
Trut trut truut
Tidak ada jawaban
Trut trut
Di Apartement
Sarah yang mendengar suara hp Alvin berbunyi langsung membuka matanya. Terasa. Paha dia sangat pegal. Saat dilihat.
"Oh ya ampun. Pak Alvin masih belum bangun. Waduh kepalanya kenapa nyungsep diperutku? Ya ampun geli sekali." ucapnya dengan raut khawatir sama Alvin.
Namun karena hp terus berbunyi. Dia mencoba membangunkan Alvin. Dengan menggeser-geserkan perutnya.
"Pak. Pak Alvin? Ayo bangun!" ucap Sarah beberapa kali.
Karena rasa tidak nyaman. Alvin membuka matanya. Dan meluruskan posisi badanya.
_Dia masih tertidur dipaha Sarah ya_
"Pak. Apa masih pusing? Maaf bapa tadi pingsan sepertinya." ucap Sarah.
Alvin masih menutup matanya. Dan memegang pelipisnya. Dia hanya mendengar perkataan Sarah. Namun, tidak menjawabnya.
Kurang lebih 3 menit kemudian. Alvin meminta Sarah untuk membantu membangunkanya.
"Tolong bantu saya bangun!" ucap Alvin.
Sarah pun membantunya dan menyenderkan tubuh Alvin dikasur lalu mengambilkan air putih.
Setelah Alvin meminumnya. Kepalanya masih terasa pusing.
__ADS_1
"Maaf. Berenang ditengah hari membuat kepala saya pusing. Ditambah saya gak makan lagi sebelumnya. Hanya nasi goreng yang kamu bikin. Itu juga setengah 6 kan." ucap Alvin.
Sarah tidak menjawab. Dia langsung bergegas membuka kulkas. Terlihat ada outmel disana. Sarah pun membuatkanya.