Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Richard digombalin Mahasiswi


__ADS_3

Pagi hari di Kantor kawasan Cargo Bandara Soekarno-Hatta.


Seorang wanita cantik memakai setelan blazer formal berwarna hitam, rok panjang, dengan dalaman kemeja putih. Rambut yang terurai dengan ikatan ditengah, membuatnya semakin menawan. Terlihat dia sedang duduk dilayar monitor sambil membuka beberapa lembar dokumen yang akan dipelajarinya.


"Permisi! Dengan mbak Sarah ya?" tanya Seorang pria yang memakai seragamnya.


"Iya. Kenapa pak?" tanya Sarah sambil berdiri.


"Kemarin waktu interview diposisikan sebagai staff manifest ya mbak?" tanya pria tersebut.


"Iya pak. Kalau boleh tahu bapa siapa ya?" tanya Sarah ramah.


"Saya Radika. Staff manisfest juga. Nanti mbak Sarah diajarin dulu sama saya ya. Kita satu tim kerja. Untuk mengerjakan Manifest Impor Darat dan Laut." ucap Radika.


"Oh iya pak. Salam kenal pak, sebelumnya terimakasih udah mau mengajarkan saya." ucap Sarah sambil sedikit menganggukan badan dan tersenyum.


"Iya mbak salam kenal juga. Mari kita mulai sekarang mbak. Sedikit-sedikit ya saya ajarinya." ucap Radika sambil mempersilahkan Sarah duduk disebelahnya.


Dikampus Daerah Jakarta Timur


Richard Putra Alexandar M,Si. (Magister Sains) atau yang dikenal Rei adalah Dosen yang paling muda di Universitas Kristen Indonesia. Dia mengajar Para Mahasiswa/i Biologi murni.


Di pagi hari yang cerah itu, terlihat para Mahasiswa/i sudah menunggu kedatanganya diruangan kelas.


Saat itu Rei baru saja memarkirkan mobilnya. Saat turun dari mobil, dia melihat jam di tanganya. Lalu berjalan dengan cepat membawa tas laptop dan berkas-berkas lainya.


"Pak Rei sudah datang." teriak salahsatu Mahasiswa yang baru saja masuk ke kelasnya.


"Wah? Dia ngajar offline lagi"


"Kangen banget"


"Rindu berat"


"Gak sabar-gak sabar"


"Cool abis"


"Good boy"


ucap para Mahasiswi.


"Biasa aja sih. Dia kan galak." teriak salahsatu Mahasiswa yang berpengaruh dikelasnya.


"Siapa yang galak?" tanya Rei yang baru saja masuk. Dia memakai kemeja merah maroon, rompi hitam, dasi merah maroon bergaris hitam, dan celana hitam. Tidak lupa dia memakai kacamata.


"Aaaaaaaaw. Ehm. Ehm." sorak para Mahasiswi karena kedatangan Rei.


"Di Universitas sebelah pak. Ada Dosen muda, tampan, jutek, galak lagi." ucap Mahasiswa tadi seperti menantang.


"Tapi kalau dia ngajar bisa dimengerti gak? Katanya. " tanya Rei sambil mempersiapkan laptopnya.


"Bisa pak. Langsung masuk. Jos jos jeeooooos." teriak mahasiswi yang sedikit tomboy.


Rei hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sedangkan para Mahasiswa dan Mahasiswi tertawa lepas.


"Sudah sudah! Pertemuan sekarang kita akan membahas tentang BIOSISTEMATIKA." ucap Rei tegas.


"Pak maaf. Kalau tentang BIOTEKNOLOGI udah selesai ya?" tanya Mahasiswi centil dan melembutkan nada bicaranya.


"Kan kemarin sudah selesai lewat Daring." ucap Rei menatapnya.


"Masa sih pak?" ucap Mahasiswi tadi.


"Iya. Memangnya kamu kemana aja? Yang lain pada belajar." ucap Rei serius.


"Loh. Saya kan bersembunyi di hati bapa ahaha." ucap Mahasiswi yang centil tadi.


"Huuuuuuh." sorak semuanya. Reicard yang digombalin menepuk jidatnya tanpa tersenyum.


Mereka pun melanjutkan belajar.


Jakarta Selatan

__ADS_1


Truut truuut truut


Telpon rumah berdering


"Hallo!" angkat bi Ana.


"Halo bi! Sarah udah berangkat belum?" tanya Kevin.


"Oh ini dhen Kevin. Udah dhen dari pagi naik taksi." ucap bi Ana.


"Oh yaudah. Makasih bi." ucap Kevin.


_Kevin masih dirumahnya. Dia bersiap-siap akan ke kantor_


Truut truut truut


"Kenapa Ren?" angkat Kevin.


"Lho ngantor gak?" tanya Reno.


"Ya. Nih, mau berangkat." ucap Kevin.


"Gue bentar lagi take off. Si Aira mau pergi ngantor juga. Kantor nya dekat lho kan?" tanya Reno.


"Ya terus?" tanya Kevin.


"Jemput dia vin di Apartement nya. Dia lagi sakit. Gak bisa bawa mobil sendiri." ucap Reno memelas.


"Kalau sakit ngapain ngantor?" tanya Kevin.


"Ada meeting dia." ucap Reno.


"Yaudahlah. Nanti gue telpon dia." ucap Kevin.


"Oke thanks." Reno mematikan telponya.


_Masih ingatkan sama Reno? Dia sahabatnya Alvin. Profesinya Pilot. Kalau Aira, dia sepupunya Alvin. Cuma dia lebih tua dari Alvin. Profesinya Manager di Cargo. Beda Perusahaan sama Kevin._


Dikantor Alvin


Terlihat Alvin dan Andreas yang baru keluar dari tempat meeting. Andreas masih berbincang dengan karyawan yang lain. Sedangkan Alvin bergegas menuju ruang pribadinya.


Dret dreet dreet


Suara hp bergetar di saku jas Alvin.


"Ya vin?" sapa Alvin.


"Lho tadi pagi gak dirumah ya?" tanya Kevin.


"Kenapa?" tanya Alvin singkat sambil membuka jas nya.


"Haduh pura-pura lupa lho. Kan lho masih ada utang sama gue." ucap Kevin yang pura-pura kesal.


"Apa?" tanya Alvin.


"Tadi Sarah naik taksi berangkat ke kantor. Kan udah gue bilang waktu renang kemarin. Permintaan gue selama sebulan itu. Lho harus anterin Sarah kerja." ucap Kevin.


"Gue di Apartemen semalam. Tadi berangkat darisana." ucap Alvin.


"Gak mau tahu gue. Lho pulang nya jemput dia." ucap Kevin yang masih pura-pura kesal.


"Dimana?" tanya Alvin.


"Ya dikantor gue yang lama. Kalau nggak lho janjian aja sama dia. Nih gue kirim wa nya." ucap Kevin tersenyum licik.


"Bagaimana jika dia tidak mau?" tanya Alvin.


"Emang lho udah coba?" tanya Kevin.


"Ya belum sih. Yaudahlah kirim momornya." ucap Alvin.


"Nah gitu dong." ucap Kevin.

__ADS_1


"Nelpon cuma buat itu?" tanya Alvin.


"Iyalah." ucap Kevin.


"Kirim nomornya!" titah Alvin. Dia mematikan telponya


Lalu Alvin hanya terdiam, menyimpan hpnya dan menatap ke arah jendela.


"Ribet banget tuh si Kevin." ucapnya.


Dreet dreet dreet


Suara hp Sarah bergetar.Tanda telpon masuk. Pas dilihat ternyata bukan telpon melainkan permintaan VC dari Rei. Dia tersenyum, senang dan mengangkatnya.


"Kenapa Rei?" tanya Sarah sambil menyuapkan nasi. Karena dia lagi makan siang sama teman barunya.


"Dimana?" tanya Rei.


"Aku di pentry, lagi makan siang. Kamu udah makan belum?" tanya Sarah.


"Gak tahulah." ucap Rei.


"Kenapa gak tahu?" tanya Sarah.


"Matiin dulu aja." ucap Rei yang sudah didalam Mobilnya untuk pergi makan siang. Rei mematikan telponnya.


"Kenapa dia berbeda ? Penampilan dia yang seperti itu. Tidak mungkin tidak ada yang menggodanya." ucap Rei dalam hati.


Dreet


Getaran chat masuk.


"Sayang kenapa?" tanya Sarah di chat.


"Kamu disini bilang sayang. Tadi waktu vc nggak. Apa karena banyak laki-laki disana?" tanya Rei jutek.


"Mulai deh. Jangan kaya gitu sayang. Jangan cemburu gitu dong. Ini hari pertamaku kerja. Emoticon kiss." send.


"Besok ketemu. Gak mau tahu." ucap Rei kesal.


"Iya iya sayang." balas Sarah.


Rei tidak membalas dan menyimpan hpnya.


Ketika dia menyuapkan makanan ya terakhir lalu mengambil minum. Tiba-tiba hpnya bergetar.


Dreet


Tanda Chat masuk.


"Selamat siang!


Nanti pulangnya saya jemput kamu." baca Sarah.


"Hah? Singkat banget. Siapa ya?" tanya Sarah dalam hatinya. Saat dia cek profilnya. Disana tertulis nama (Alvin Wijaya)


"Oh ya ampun. Bahagianya aku. Secepat ini kah aku mendapatkan kebahagiaan. Terimakasih Ya Allah." ucap Sarah dalam hatinya dan menmpelkan hp ke dadanya.


"Siang.


Iya pak. Terimakasih pak sebelumnya. Emoticon Senyum imut.


Gimana udah baikan? Sekarang udah makan belum? Send.


"Belum." balas Alvin.


"Mau sakit lagi?" tanya Sarah.


"Gak." ucap Alvin.


"Makan yah!" ucap Sarah.


"Alvin tidak membalasnya. Hanya mengirimkan emoticon menunduk sedih."

__ADS_1


Sarah yang melihatnya hanya tertawa.


"Sekarang. Apa dua pria ada dihati aku? Sikap dan Sifatnya hampir sama. Uh." ucap Sarah menggelengkan kepala.


__ADS_2