
Tidak lama setelah Kevin mematikan telponnya. Bi Ana menelpon Sarah.
Trut Trut
"Hallo bu?" jawab Sarah
"Iya hallo neng. Neng Sarah masih lama gak? Ini dhen Kevin mau ngajakin ke Kantornya." ucap Bi Ana.
"Oh iya bu. Ini bentar lagi aku sampe rumah bu." ucap Sarah.
"Oh syukurlah. Jangan lupa berkas buat ngelamar kerjanya ketinggalan ya neng. Telponnya sekalian ibu tutup dulu. " ucap bi Ana mengingatkan.
"Iya bu." Sarah mematikan telponnya.
Sarah yang habis nelpon ditatap tajam oleh Rei, yang tiba-tiba memberhentikan mobilnya.
Rei melihat jam ditanganya. Hampir jam 12 siang.
"Kenapa kamu?" tanya Sarah. Sambil balik menatapnya.
"Kamu mau ngelamar kerja dimana?" Rei bertanya balik.
"Aku kurang tahu Rei, bu Ana nyuruh aku cepat pulang aja." ucap Sarah yang tersenyum manis dan berbalik melihat kaca mobil.
"Hem. Aku mau berangkat dulu ke kampung ya. Ketemu om Hendra." ucap Rei.
"Apa kamu gak ke sekolah lagi?" tanya Sarah.
"Besok pagi. Ada janji sama Pak Ridwan, tadi wa." ucap Rei.
"Apa kamu besok terkahir disana?" tanya Sarah.
"Iya harus." jawab Rei singkat.
"Kenapa gak turun?" tanya Rei.
"Memangnya ini dimana?" tanya Sarah.
"Rumahnya yang itu kan?" Rei menunjuk rumah Alvin. Jaraknya terhalang oleh 3 rumah besar.
"Oh iya. Kenapa gak kesana?" tanya Sarah.
"Gak enak. Nanti ketemu cem-ceman kamu lagi." Sambil menaikan satu alisnya.
"Oh. Pantes jutek banget. Cemburu ya?" Sarah menatapnya.
"Memangnya kenapa kalau cemburu?" Rei kesal. Dan keluar membuka bagasi mobil, lalu mengeluarkan barang milik Sarah.
__ADS_1
Sarah yang melihat ke arah belakang mobil hanya diam. Rei pun menghampirinya, dan membuka pintu mobil Sarah.
Sarah keluar dari mobil, lalu nyender di mobil. Dan menatap Rei, tanpa berkata apapun.
"Apa?" tanya Rei yang masih kesal.
"Apa seperti ini jika laki-laki cemburu?" tanya Sarah dengan mengelus dan mencubit pipi Rei. Rei mengibaskan tangan Sarah dan tidak menjawab, dia kembali memasukan barang Sarah ke bagasinya dan masuk ke dalam mobil.
"Masuk!" ajak Rei.
"Kemana lagi?" tanya Sarah sambil masuk ke dalam mobil.
"Jalan dulu sebentar." ucap Rei lalu memarkirkan mobilnya dan pergi.
Waktu menunjukan pukul 15:15 wib. Terlihat Sarah yang ketiduran dipinggir kasurnya. Dia terlihat sangat kelelahan. Berkas untuk ngelamar, dan pakaian ganti untuk melamar kerjanya sudah disiapkan.
Tok tok tok
Suara pintu kamar Sarah diketuk bi Ana. Namun, masih belum dibuka.
Tok tok tok
Sarah yang kaget karena suara pintu kamarnya diketuk langsung bangun.
"Iya tunggu sebentar." ucap Sarah.
Setengah jam kemudian, Sarah menuruni tangga. Dia memakai Rok hitam payung, baju panjang berwarna putih tulang bukan kaos bukan juga kemeja. Dan rambut yang diikat setengah dibelakang, layaknya seperti putri, serta sedikit polesan bedak, lipstik, dan bulu mata yang dihitamkan. Tidak lupa dia juga memakai masker, membawa tas kecil bentuk dompet, dan
"Ibu aku udah siap. Pak Kevin nya dimana?" panggil Sarah kepada bi Ana, yang sedang duduk disofa sambil memainkan hpnya.
"Oh iya neng. Wah wah wah cantik sekali neng. Aduh aduh. Neng neng diam dulu disitu, ibu foto dulu kamu. Sini maskernya buka dulu." titap bi Ana kepada Sarah yang masih berada diujung bawa tangga. Sarah hanya mangut-mangut menurutinya. Bi Ana mengambil fotonya dengan sangat bagus, lalu dia iseng mengirimkannya ke Kevin dengan Caption. "Dhen, neng Sarah udah siap hehe"
Saat itu, Kevin sedang memainkan hp sambil menunggu Sarah dimobilnya. Karena ada chat masuk dia langsung membukanya.
"Waw. Makin cantik aja dia. Hem langsung kirim ke si Alvin ah. Gue coba isengin tuh anak." ucap Kevin.
Dia mengirim foto Sarah ke Alvin, dengan caption. "Gue bingung, dia mau ngelamar kerja apa pergi ke pesta? Love kiss."
Tidak lupa dia juga membalas bi Ana, untuk menyuruh Sarah agar cepat naik ke mobil.
Saat Sarah menghampiri mobil Kevin, yang sudah didepan pintu. Sarah hanya memperhatikan kaca mobil. Kevin yang melihatnya, membuka kaca mobil tersebut.
"Ayo masuk. Kenapa malah disitu?" tanya Kevin.
"Maaf pak. Saya duduknya dimana ya?" tanya Sarah.
"Disini aja. Gak usah dibelakang, mobil saya bukan taksi." ucap Kevin yang pura-pura jutek, sambil membuka pintu mobil untuk Sarah. Sarah hanya mengangguk, dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Buka maskernya, ini didalam mobil." titah Alvin sambil melajukan mobilnya.
"Iya pak." ucap Sarah sambil membuka maskernya. Dia hanya menunduk dan menyimpan berkas lamaran kerjanya dipangkuanya.
Dimobil Hening tanpa suara. Sarah sesekali melirik Kevin yang fokus menyetir. Begitupun dengan Kevin yang sesekali melirik Sarah.
"Aduh aku masih canggung. Malu banget lagi, Ya Allah aku harus gimana?" ucap Sarah dalam hatinya.
"Nih cewek, pendiam, pemalu, apa bagimana. Diam-diam aja, cewek lain kalau dekat pria ganteng seperti gue pasti kecentilan. Ah, kalau gue masih pura-pura jutek kaya gini kasihan juga." Kevin menyunggingkan bibbirnya.
Sarah pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan. Begitupun dengan Kevin. Saat Mereka akan memulai pembicaraan, Kevin memberhentikan mobilnya karena lampu merah.
Saat Sarah melihat ke arah Kevin, begitupun dengan Kevin yang melihat ke arah Sarah. Mereka saat itu, malah saling menatap.
"Ya ampun. Ternyata laki-laki yang ganteng itu banyak." batin Sarah.
"Nih, cewek cantiknya kebangetan. Ah tapi, yang cantik kan banyak. Jangan sampai gue tergoda. Vin, vin, lho sikat nih cewek." ucap Kevin.
Saat Mereka saling menatap, suara klakson dari banyak kendaraan menghentikan tatapan mereka. Kevin melajukan mobilnya, sedangkan Sarah kembali menyender sambil menunduk.
"Ya ampun alangkah malunya aku" batin Sarah.
Beralih Ke Alvin yang masih dikantornya. Dia terlihat sangat sibuk. Laptop masih terbuka, dan Pak Cipta yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya.
Trut tru trut
"Hallo mah?" sapa Alvin yang ditelpon Indah.
"Hallo vin. Kamu lagi sibuk gak? Udah makan belum?" tanya Indah.
"Sibuk mah. Tapi mau break dulu nih, makan sekalian sholat dulu. Mama apa kabar?" tanya Alvin sambil beranjak dari kursinya dan melihat ke arah luar jedela.
"Mama baik. Vin, tapi mama BT disini. Cape juga ngurusin RS vin. Mama pengen refreshing vin." keluh Indah. Padahal dia lagi merencanakan ide nya, agar dia bisa jalan-jalan sama Alvin dan Sarah.
"Ya jalan lah ma. Biasanya kan sama teman-teman mama."
"Hm. Mama maunya sama kamu vin. Kapan kamu pulang?" tanya Mama nya pura-pura sedih. Padahal dia tertaqa kecil.
"Hem tumben banget. Sabtu dari sini mah. Yaudah ya mah." ucap Alvin
"Iya vin. Benar ya vin. Mama ingetin ntar loh." ucap Indah.
"Ya mah." Alvin menutup telponnya.
Saat dia menutup telponya, tidak sengaja dia melihat chat dari kevin yang mengirimkan foto. Alvin membukanya, dia melihat Foto Sarah yang dikirimkan Kevin. Saat itu, dia yang melihatnya merasa bahagia, dan senyum-senyum sendiri.
"Eh kenapa nih? Aduh. Jangan sampe, gue tertarik sama nih cewek" batin Alvin sambil membalas chat Kevin. "Gak usah nakal lho. Tu cewek masih polos. Caption buaya" terkirim.
__ADS_1
Alvin pun, langsung bergegas pergi mencari Andreas untuk makan terlebih dahulu.