Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Sarah Cemburu


__ADS_3

Teriknya panas matahari sekitar jam 11an. Membuat Semua siswa-siswi dan guru-guru nya merasa ngantuk. Mereka yang merasa kelelahan harus kembali menaiki bus untuk pergi ke hotel. Sarah dan teman-temanya pun tertidur pulas di bus. Tak terasa, bus sudah sampai di hotel yang hanya setengah jam dari laut. Semuanya turun dari bus dengan membawa barang yang dibawanya. Sebelum masuk ke Hotel, semua siswa-siswi berkumpul ditengah-tengah halaman hotel untuk pemberian kunci ke masing -masing kelompok. Karena satu kamar terdiri dari empat orang. Sarah dan teman-temanya kebagian di kamar atas. Mereka pun bergegas masuk ke kamar mereka, dengan membawa barang-barangnya. Saat mereka sudah diatas, pemandangan sekitar hotel tersebit terlihat sangat bagus. Selain letaknya yang strategis, tata letaknya juga rapih. Membuat siapa saja yang melihatnya akan takjub. Tak terkecuali Sarah, dia melihat Rei dibawah yang sedang berbincang serius ditelpon. Rei terlihat sangat kelelahan. Sarah pun sengaja nelpon Rei. Rei tidak tahu kalau Sarah diatas sedang memperhatikanya.


"Hallo?" Rei mengangkat telpon Sarah.


"Dimana?"


"Masih dibawah."


"Yang lain udah pada masuk kamar, buat istirahat."


"Saya masih ada urusan tadi."


"Tapi udah kan?."


"Udah."


"Ya buruan istirahat. Kamu pasti lelah."


"Ya ini mau."


"Hati-hati dibelakang kamu ada wanita" Rei melihat ke belakang.


"Kok kamu tahu?"


"Tahu lah, aku disini".


Rei melihat ke kanan kiri tidakada Sarah. Lalu melihat ke sebrang tidak ada juga. Dan Rei melihat ke atas. Ada Sarah yang sedang tersenyum kepadanya.


"Saya tutup telponya. Cape mau istirahat dulu." Sambil pergi tanpa senyuman sedikitpun, membiarkan Sarah yang masih tersenyum memperhatikanya.


Ketiga temanya sudah masuk kamar, mereka sedang berbenah-benah. Risa langsung pergi ke kamar mandi; Sarah baru masuk baru membereskan barangnya; Emeli yang terburu-buru akan mencarger handphone nya; Dan Saras yang langsung rebahan, karena merasa pusing. Hotel yang tadinya ramai mendadak hening karena hampir semua siswa-siswi beristirahat.


Waktu sudah menunjukan pukul 16:00 WIB. Beberapa siswa-siswi sudah ada yang keluar kamar, ada yang nongkrong ditempat jajanan kuliner, ada juga yang pergi ke toko baju dan aksesoris untuk dijadikan oleh-oleh. Beda hal nya dengan Sarah, Emeli dan Risa yang masih tertidur. Sedangkan Saras baru saja keluar dari kamar mandi dengan celana kulot hitam, baju kaos panjang warna orange dimasukan ke dalam celana. Rambut panjang yang belum disisir usai keramas dibiarkan terurai kepinggir, membuat anting cantiknya terlihat.


Karena waktu sudah hampir jam 16:00 wib, Saras pun membangunkan ke-3 temanya. Dan membuka pintu. Emeli yang baru saja bangun, mecabut handphone nya yang dari tadi dicas. Spontan dia langsung melihat jam. Alangkah terkejutnya Sarah dan Risa yang masih tertidur karena susah dibangunkan.


"Waduh. Ini mah udah jam 4." Sambil menyimpan handphone nya dikasur dia langsung mencari handuk dan menyiapkan baju untuk jalan-jalan sore.


"Aduh, mel ngagetin aja deh" Sarah terbangun, karena dia masih pusing dia mengambul air putih saat matanya masih sepet, dan meminumnya sambil nyender ditembok dan duduk diubin.


"Haha. Maaf maaf. Abis aku juga kaget udh sore nih. Kita mandi kan ngantri. Ntar jalan-jalan gak keburu lagi."


"Masih keburu. Paling 2 jam, itu pun kalau kalian mandinya cepat hihi" timpal Saras yang lagi menyisir rambut basah nya.


"Yaudah aku mandi duluan ya" Emeli terburu-buru ke kamar mandi


"Ras, udah baca pengumuman belum sih di grup?"


"Udah tadi. Katanya sih pentas seni jam 10 malam lah, pokoknya jam setengah 8 kita ada acara pembagian mendali dulu."


"Oh yaudah. Rencana kita kemana nih?"


"Kalau aku sih udah pasti sama Emeli dulu, mau karokean."


"Kalau Risa?"


"Dia kan hobby belanja. Pasti ditemanin ayang nya lah. Kamu sendiri udah ada janji belum rah?"


"Udah sih. Tapi kalau gak jadi aku ikut kalian aja"


"Oke deh."


Beberapa menit kemudian. Orang-orang semakin ramai keluar. Sarah yang nunggu giliran mandi, menyempatkan diri ke balkon untuk menikmati angin sore. Cahaya matahari dan angin menghempas rambutnya yang terikat, membuat pesona nya semakin memancar.


"Sarah? Belum mandi juga cantik banget" puji temanya yang berada disebelah kamarnya.


"Eh Devi. Makasih dev" Sambil tersenyum.


"Sini dev ngobrol" ajak Sarah.


"Ngobrol? Mandi kamu" Sambl tertawa.


Sarah pun ikut tertawa.


"Emeli lagi mandi, biasa ngantri" ucap Sarah.


"Yaudah aku duluan ya teman-teman udah nungguin dibawah."


"Ya dev, hati-hati ya!" Sarah tersenyum dan mengalihkan pandanganya ke bawah.


"Oh iya rah" Devi memanggilnya kembali sambil menengok ke arah Sarah.


"Kenapa Dev?"

__ADS_1


"Nanti wajah kamu dipoles dikit ya. Aku mau kita foto bareng pas pake kebaya. Kapan lagi foto breng sama primadona sebaik kamu." Sambil menaikan alisnya.


"Mulai berlebihan hihi. Gak sadr sih dev, kamu itu manis banget" puji Sarah.


"Massa? " Sambil tertawa dan pergi.


Sarah hanya menggelengkan kepalanya. Saat melihat kebawah, dia dikejutkan dengan Rei yang sedang duduk berdua dengan wanita yang sudah tidak asing. Dia adalah Bu Anjani. Guru muda yang baru beberapa bulan mengajar bahasa inggris disekolahnya. Sarah udah beberapa kali memergoki Rei dan Anjani, ntah itu jalan bareng setelah mengajar. Ataupun makan bareng satu meja dengan guru lain. Yang membuat Sarah cemburu, karena Anjani adalah guru yang sama sopanya, dan tidak kalah cantik darinya. Walapun mereka beda usia 5 tahun.


Dengan hati yang merasa terbakar, jantung yang tiba-tiba berdebar dan mata yang mulai berkaca-kaca. Tetapi berusaha untuk tidak menumpahkan air matanya.


Sarah bergumam.


"Biarkan saja. Aku masih punya visi yang kalau gagal, itu harus lebih aku tangisi." Sambil memanlingkan wajahnya.


Baru akan masuk untuk mandi, Saras yang sudah rapih dan cantik berdiri didepan pintu. Lalu mereka saling menatap.


"Kok mata kamu berair, kenapa?" tanya Saras dengan penuh kebingungan.


"Biasa nguap. Aku masih merasa ngantuk. Huaammmm" Sambil berlalu.


Lalu Saras menunggu teman-temanya di balkon bekas Sarah berdiri. Pemandangan yang mengejutkan, saat saras melihat apa yang Sarah lihat.


"Loh ? Pak Rei sama bu Anjani? (berfikir) ohh aku tahu. Hmm jadi itu yang membuatnya berbohong kepadaku. Hmm wanita yang kuat kamu rah. Kalau aku diposisi kamu, udah aku samperin tuh" gumam Saras.


Didalam kamar, Emeli yang baru selesai mandi.


"Ayo. Siapa dulu nih yang mau mandi?"


Sarah sedang menyiapkan baju gantinya, sedangkan Risa sedang asyik melihat handphone nya.


"Aku dulu lah. Aku udah laper nih" pinta sarah sambil membawa handuk dan berlalu ke kamar mandi.


"Yaudah duluan" kata Risa yang masih mainin handphone.


Waktu sudah menunjukan pukul 16:45 menit wib. Mereka sudah bersiap untuk jalan-jalan. Risa mengunci pintu, sedangkan yang lain duluan menuruni tangga. Baru 10 menit mereka jalan, saat Saras akan mengeluarkan handphone nya dengan maksud ingin mengambil foto. Tiba-tiba dia baru ingat kalau uang cash 300 ribu nya disimpan disaku Jaket nya, didalam tas kecil miliknya hanya ada uang 70 ribu. Akhirnya dia pun meminta teman-temanya yang akan makan ketoprak agar duluan. Saras hanya menyuruh mereka untuk memesankan ketoprak dan es teh manis untuknya.


"Yah, uangku ketinggalan disaku jaket." Teman-temanya spontan melihat ke arahnya.


"Santay ras, dari aku aja dulu aku bawa lebih nih. Cepe cukup kan?" ucap Emeli sambil tertawa.


"Haduh. Mana cukup. Kita kan mau ke toko baju sama aksesori" Sambil melihat dompetnya yang isinya hanya 70 ribu.


"Yaudah ayo ke hotel lagi, aku anter"ucap Risa.


"Gak usah deh. Ini aku ada ada tabungan. Biar aku ambil aja, mempeng deket ke atm nih" tolak Saras.


"Yaudah kamu mau sendiri?" tanya Sarah


"Iya sendiri aja. Pesenin aku ketoprak aja seklian sama es teh manis nya ya" pinta saras.


"Yaudah. Ayo kita duluan, kamu hati-hati ya"ajak Emeli dan Risa.


"Hati-hati ras" ucap Sarah.


"Iya siap."


Saras pun pergi ke atm sendiri sambil mempercepat langkahnya. Sedangkan Sarah, Emeli, dan Risa pergi ke tukang ketoprak.


"Pa, ketopraknya 4 ya. Pedes semua, yanh satu gak usah pake bihun" ucap Risa.


Mereka duduk menghadap ke jalan. Saat Sarah maunyebrang untuk pesan Es teh manis, ke tukang jualan yang bawa jualanya di sepeda. Tak sengaja ketemu dengan Bu Anjani yang seprtinya baru saja ketemu Rei. Karena budi nya sama-sama baik dan sopan mereka saling sapa. Bu Anjani tahu kalau Sarah lagi dekat sama pak Rei. Tapi sikap sebagai seorang guru ke siswi nya haruslah profesional.


"Bu?" sapa sarah sambil meminta untuk mencium tanganya Anjani.


"Ehh Sarah. Kamu disini" Dengan senang hati menyambut uluran tangan Sarah.


"Iya bu. Lagi pesan es teh manis. Ibu sendiri mau kemana?"


"Oh iya ini ibu udah ditunggu sama Pa Hendra dan Bu Holis mau ke tempat pentas seni" Berkata dengan ramah.


"Oh gitu. Ibu mau ikut gabung makan dulu?".


"Nggak rah, makasih. Barusan udah makan bakso" ucap Anjani.


"Oh yaudah hati-hati ya bu."


"Ya. Saya duluan ya. Jangan lupa, sebelum jam 7 anak-anak harus udah pakai kebaya ya. Langsung kumpul ditempat. Kabarin yang lain!"


"Iya siap bu".


Anjani pun pergi ke Function room, untuk menyiapkan keperluan akan pembagian mendali kelulusan dan pentas seni. Mimik Sarah menunjukan kesedihan, menahan cemburu sambil menunduk kebawah.


"Neng? Maaf ini es nya." Tukang es sudah selesai membuatnya, namun tidak ada respon dari Sarah.

__ADS_1


Tukang es kembali memanggil Sarah, dengan nada agak keras.


"Neeeng. Neeng. Kenapa malah melamun?"


"E. iya pa, maaf. Jadi berpa ya pa?" Sarah terkejut.


"Gak usaha banyak melamun neng. Hidup mah harus happy aja dala keadaan apapun hihi. Es nya 20 neng."


"Hihi bener juga sih pa. Nih uang nya pa."


"Iya terimakasih ya neng."


Sarah pun balik ke tempat tukang ketoprak.


"Haduh mana rah? Aku haus banget nih." Emeli yang dari tadi nungguin langsung mengambil dan meminum es nya.


Ketoprak yang masih belum selesai, membuat perut Sarah kburu sakit. Sarah pun menyilangkan kedua tanganya dimeja,kemudian memejamka mata.


"Kasih tahu kalau udah selesai ris.


"Oke rah."


Ditempat lain, saras yang akan mengambil atm berjalan dengan cepat. Sesampainya dia disana, masih ada orang diruang atm dan dia hanya pasrah untuk menunggu orang nya keluar. Saat pintu mesin atm dibuka, dia kaget. Ternyata itu adalah pak Rei abis ngambil uang.


"Loh pa?" Sempat terdiam.


"Kenapa?" Hanya menatap.


"Nggak pa. Kirain siapa tadi didalam" Sambil menunjuk mesin atm dengan tangan yang sedang membawa dompet.


"Ya" Pak Rei melanglah untmuk pergi. Tiba-tiba Saras teriak.


"Tunggu pa?"


Pak Rei menghentikan langkah nya.


"Ya kenapa?"


Exspresinya yang datar dan harumnya minyak wangi dari pakaianya membuat Saras malu bertanya. Tetapi Saras berfikir ulang, jika tidak bertanya. Ini penting harus ditanyakan. Dengan berusaha tetap santay, Saras bertanya.


"Pa, maaf kalau saya lancang. Ini masalah privasi"


"Ya. Kenapa?"


"Sepertinya Sarah melihat bapa dan bu Anjani dari balkon sedang duduk berdua. Ada hubungan apa bapa sama beliau?"


Dengan ekspresi yang sedikit kaget Pa Rei menjawab.


"Apa dia marah?"


"Hihi bukan Sarah namanya kalau menampakan kesedihan pak. Sepertinya dia akan menangis tapi dia wanita yang kuat sih. Lagipula dia wanita yang cerdas, pasti berfikir kalau bapa belum seutuhnya milik dia pa." Saras dengan lantangnya menjawab.


"Terimakasih infonya."


"Iya sama-sama pa. Oh ya, jangan bikin dia patah hati pa. Semua orang tahunya bapa kekasihnya Sarah loh."


Pak Rei hanya menatap dan berlalu.


Saras kemudian mengambil uang di atm nya dan buru-buru kembali ke teman-temanya.


Ditukang ketoprak.


Handphone Sarah tiba-tiba bergetar


Dret dret dret (telpon masuk)


Saat dia mengeceknya ternyata Rei menelpon. Karena posisi Sarah yang sedang menunduk, dia bangun minta izin ke teman-temanya untuk mengangkat telpon.


"Hallo? Kamu dimana? " Suara Rei.


"Di tukang ketoprak."


"Nanti malam jam 10 malam aku mau ngajak kamu jalan."


"Sepertinya gak bisa. Saya, Emeli dan Saras mau ikut menyaksikan pentas seni"


"Sudah saya bilang jangan ikut!"


"Maaf pa, tapi saya tetap mau ikut."


"Bilang apa kamu barusan?"


"Pak. Kenapa?"

__ADS_1


Handphone langsung dimatikan. Sarah menanggapi nya dengan santay. Rei yang akan pergi ke function room, menyempatkan diri untuk ketemu sama Sarah.


__ADS_2