
Dimobil
Sahabatnya Alex menyetir mobil dia pulang bersama Rei. Sedangkan Alex pulang sendiri. Dimobil Rei hanya tertidur. Sesekali dia meringis kesakitan karena luka dibibirnya yang belum kering. Ditambah diantara perut dan dada yang kena tangkis, masih dirasakanya. Sahabatnya Alex juga menceritakan kalau Alex sudah bilang kepada dirinya. Bahwa di Jakarta hanya seminggu. Dia akan ke Jakarta lagi bulan desember dua hari sebelum perayaan natal. Dia akan pergi sendiri. Sedangkan Amanda disuruh menemani Rei dan akan mengelola Hotel milik Rei di Jakarta.
Kawasan Cargo Bandara Soekarno-Hatta
Saat Kevin dan supirnya dijalan pulang usai melihat bangunan kantornya yang baru. Dia melihat Mobil Merah milik Aira yang terparkir dipinggir jalan. Lalu dia memberhentikan mobilnya didekat mobil tersebut. Dia mencoba menelpon Aira. Hanya saja hpnya tidak aktif. Karena penasaran, dia turun dan mengetok kaca mobilnya. Didalam mobil, terlihat Aira yang sedang menangis sesegukan. Karena merasa ada yang mengetuk kaca mobilnya. Diapun buru-buru memakai masker dan mengikat rambutnya. Saat dibuka. Ternyata dia Kevin. Spontan Aira langsung keluar mobil. Namun, tidak mengatakan apapun. Kevin melihat leher, dahi, dan disela-sela anak rambut Aira banyak sekali keringat. Aira hanya berdiri mematung, dengan pakaian yang masih stelan pakaian joging. Karena penasaran. Kevin membuka masker Aira. Namun, Aira menepis tangan Kevin. Dan membuka maskernya sendiri. Lalu dia langsung memeluk Kevin dan melanjutkan nangisnya.
"Kenapa kamu ra?" tanya Kevin yang kebingungan.
Aira belum menjawabnya. Dia hanya nangis sesegukan.
"Jangan nangis disini ra. Malu. Banyak orang yang lihat ntar. Ayo ke Kantor Saya. Bentar doang sampe kok." ajak Alvin.
Aira tidak menjawab. Dia hanya menganggukan kepala dan melepaskan pelukan Kevin.
"Tuh kan. Gara-gara kamu nangis dibahu saya. Jas saya jadi basah kena ingus kamu." ucap Kevin menggoda Aira.
"Nggak ih. Itu air mata." ucap Aira dengan suara masih bergetar.
"Saya bawa mobil kamu yah. Biar mobil saya sama supir. Masuk duluan kamu!." ucap Kevin sambil berlalu menghampiri supir.
"Pak, jalan ke kantor ya! Saya bareng teman dulu." ucap Kevin sambil berlalu. Dan pergi masuk ke dalam mobil Aira.
Didalam mobil. Aira hanya menatap kaca. Sambil sesekali menyeka air matanya.
"Udah sih! Jelek banget ra kalau kamu nangis." ucap Kevin.
"Vin?" tanya Aira.
"Apa?" jawab Kevin.
__ADS_1
"Aku dekat sama Reno itu udah hampir setahun. Cuma, kita baru pacaran beberapa minggu doang. Dan sekarang aku mutusin Reno."ucap Aira sambil mengusap Air matanya yang kembali menetes.
"Alasanya?" tanya Kevin.
"Semalam aku minta dia temanin aku joging . Cuma dia nolak. Dan gak hanya itu aja. Waktu aku sakit pun. Aku minta dia untuk jemput aku. Tapi ujung-ujungnya dia beralasan juga. Akhirnya kamu yang jemput aku. Terus tadi aku nelpon teman aku nanyain dia. Katanya dia tadi pagi baru saja landing. Dan masih berada di Bandara sama teman-temanya. Karena aku mau kasih dia kejutan, dengan menjemputnya untuk pulang. Jadi aku gak ngasih kabar dulu ke dia kalau aku mau nyamperin." ucap Aira.
Saat Aira sedang berbicara tiba-tiba dia menangis lagi dengan kencang.
"Jangan nangis dulu!" cegah Kevin yang sesekali melirik Aira karena dia sedang nyetir.
"Vin. Saat aku sampe ke tempat dia kerja. Aku masih diparkiran. Terus aku melihat mobil dia. Tapi. Pas aku mau menghampiri mobilnya. Tiba-tiba dia datang sama seorang pramugari. Mereka gandengan tangan. Reno merangkulnya. Kemudian mereka masuk ke mobil sambil ketawa-ketawa mesra. Karena eneg. Aku pulang aja. Gak nemuin dia. Aku udah jijik melihatnya vin. Aku langsung blokir nomornya dan hp aku gak diaktifin." ucap Aira.
"Pantes saya telpon gak aktif. Mendengar cerita kamu berarti dia selingkuh. Udah gak aneh sih. Dia kan playboy." ucap Alvin santay.
"Aku merasa jadi wanita bodoh. Udah tergoda sama dia vin." ucap Aira.
"Apa kamu sudah ternodai?" tanya Kevin.
"Yaudah. Rubah penampilan kamu. Jangan terlalu terbuka. Siapa tahu ada jodoh sama saya. Hahaaa." ucap Kevin.
"Ih kevin. Gak usah bercanda lah. Aku lagi serius." ucap Aira.
"Hanya karena saya sering bercanda. Jadi kamu tidak bisa membedakan saat saya bercanda dan tidak." ucap Kevin.
"Hemm. Jangan kasih tahu Alvin yah. Aku gak mau merusak persahabatan kalian." ucap Aira.
"Ya. Amanah deh." ucap Kevin. Lalu melajukan mobilnya dengan sedikit kencang.
Dijalan arah pulang Sarah sudah berada dimobil.
Sedangkan Alvin dia berjongkok menghindari panas diluar belakang Mobil. Karena dia sedang menunggu Andreas.
__ADS_1
"Pak. Maaf ya pak aku udah didalam. Soalnya kepalaku makin terasa pening." ucap Sarah.
Alvin tidak menjawabnya. Dia tidak mendengar apa yang dikatakan Sarah. Karena sedang mengetest nomor Reicard.
"Selamat siang!
Rei. Ini saya Alvin. Tolong kasih nomor saya ke Pak Alex yah. Tadi beliau minta saya menghubunginya." Send.
Rei yang saat itu baru membuka matanya. Tiba-tiba hpnya bergetar. Tanda ada notifikasi. Saat dilihat ada chat dari nomor baru. Rei pun membaca chat dari Alvin. Lalu dia membalasnya.
"Siang vin. Terimakasih sudah menghubungi vin. Nomornya saya kasih papa ya." balas Rei. Send.
Saat Alvin akan membacanya. Tiba-tiba Sarah nelpon.
Alvin tidak mengangkatnya. Dia memilih untuk meghampiri Sarah. Sarah kesal dan tidak menyadari kalau Alvin sudah berada diluar kacanya. Karena Sarah menyender miring dikursi mobil dan membelakangi kaca.
"Hem. Pak Alvin siang-siang bikin kesal. Aku bicara gak nyautin. Huh. Gimana nanti kalau Allah kabulkan do'a aku. Dan aku menikah denganya?" ucap Sarah sambil membuka aplikasi taksi. Karena kalau Andreas masih lama. Tadiya dia mau nail taksi.
Alvin yang mendengar pembicaraanya. Sangat kaget. Dia bertanya-tanya yang dikatakan Sarah benar apa nggaknya. Dia akan selalu mengingat pertanyaan itu. Tidak terlalu senang mendengar perkataannya. Karena dia masih kesal atas kejadian sebelumnya. Yang membuat dia cemburu.
"Kenapa nelpon?" tanya Alvin.
"Oh ya ampun. Pak Alvin? Sejak kapan dibelakang aku?" tanya Sarah. Kaget. Karena takut perkataanya didengar Alvin.
"Saya tanya kamu mau apa nelpon?" tanya Alvin dan tidak menghiraukan pertanyaan Sarah.
"Aku merasa kepalaku semakin pusing. Tenggorokanku gak enak pa. Apa pak Andreas masih lama?" tanya Sarah.
"Dia masih 10 menit lagi." ucap Alvin.
"Yaudah aku pake taksi aja ya." ucap Sarah. Alvin yang mendengarnya merasa kasihan.
__ADS_1
"Gak usah. Kita jalan aja sekarang. Janjian aja sama Andreas dijalan." ucap Alvin berlalu masuk ke mobil. Dan menelpon Andreas untuk janjian dijalan pulang.