
Malam 24 Desember 2021
Di Rumah Alvin.
Dia dan Andreas sudah bersiap-siap untuk hadir ke acara Kevin. Namun, karena ingat amanah Kevin bahwa dia harus ngajak Ricard. Diapun menelpon Alvin.
Truut truuut truuut
"Hallo?" jawab Rei.
"Dimana Rei?" tanya Alvin.
"Lagi siap-siap ke Gereja. Kenapa vin?" tanya Rei.
Alvin hanya menarik nafas dan menghembuskanya.
"Bisa datang ke acara nya Kevin gak? Sekarang." ucap Alvin.
"Acara apa?" tanya Rei.
"Maaf saya lupa ngabarin. Saya benar-benar sibuk Rei. Dua hari yang lalu Kevin ngundang Saya dan kamu ke acara Akhir tahun di Kantor baru nya. Dan acaranya sekarang." ucap Alvin.
"Setengah jam nyampe gak ke kantornya?" tanya Rei.
"35 menit kayanya." ucap Alvin.
"Baiklah. Tapi saya gak bisa lama-lama vin. Dirumah lagi banyak tamu." ucap Rei.
"Oke ok. Saya sharlok ya." ucap Alvin.
"Oke ditunggu." ucap Rei dan mematikan telponnya.
Setengah jam kemudian Di Kawasan Kargo Bandara Soekarno-Hatta
Acara yang sangat megah. Para tamu undangan yang sangat banyak dan dekor ruangan yang sangat indah. Tidak hanya itu, mereka juga mengundang band untuk pengiring musik di dalam ruangan. Sedangkan diluar. Disediakan kuliner gratis yang diiringi musik angklung.
Saat itu Sarah dan Radika sudah bersiap-siap untuk acara pengenalan Karyawan diacara perayaan akhir tahun kantor Kevin. Tetapi saat itu Sarah belum mengganti pakaianya. Dia malah ikut Radika berkumpul dengan teman-temanya. Mengobrol dan bernyanyi diluar bersama pemain musik angklung jalanan.
Sedangkan didalam terlihat Kevin yang ditemani oleh Aira sedang sibuk menyambut para tamu yang datang ke acaranya.
"Ra? Coba tolong hubungi dulu Alvin sama gengnya itu. Kenapa belum pada datang sih? Saya kesepian. Kaku banget nih ngomong sama orang." ucap Kevin kesal sambil melihta jam tanganya.
Aira hanya sedikit tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Viiin. Viiin. Ada-ada aja. Emang mama kamu gak kesini?" tanya Aira.
"Nggak. Biasanya akhir tahun kaya gini mama punya acara sendiri. Tapi tahun sekarang. Mama sudah ada di Singapore. Papa udah mulai baikan." ucap Kevin yang masih belum tenang.
"Ya deh. Ni aku telpon Alvin dulu yah." ucap Aira sambil berlalu dan duduk dikursi.
Truut Truut Truut
"Ya hallo?" jawab Alvin.
__ADS_1
"Kak masih dimana?" tanya Aira.
"Udah diluar nih. Lagi nunggu Rei." ucap Alvin.
"Oh yaudah. Tadi Kevin nanyain." ucap Aira.
"Suruh keluar aja." ucap Alvin dan mematikan telponnya.
Diluar Ruangan.
"Rah. Udah sana ganti baju yan rapih. Saya tinggal pake jas doang. Cewek lain udah pada cakep tuh." ucap Radika yang sedang bermain drum. Sambil melihat penampilan Sarah. Yang masih memakai celana bahan dan kemeja putih. Dengan rambut diikat.
"Sebentar sih. Aku gak perlu waktu lama kok. Cuma tinggal ganti baju dan dipoles dikit doang ih." ucap Sarah sambil memainkan gitar.
"Ya terserah deh. Tapi saya nanti gak mau ya nunggu lama. Takut telat pas acara inti. Ntar atasan marah." ucap Radika.
"Iya ih. Eh iya. Coba dong ka. Videoin saya. Mau nyanyi dulu bentar. Memleng beleum mulai nih." ucap Sarah.
"Nyanyi dimana?" tanya Radika.
"Ya disini aja lah." ucap Sarah.
"Yaelah tanggung banget. Udah gantian sama yang lain noh. Nyanyi didepan mempeng baru break." ucap Radika.
"Lagu galau boleh kali ya." ucap Sarah tertawa kuda.
"Mau pop dangdut juga terserah deh. ucap Radika.
"Videoin yah. Kapan lagi bisa tampil diacara besar. Hihi." ucap Sarah sambil kedepan panggung dan mempersiapkan mix. Sedangkan Radika buru-buru menyiapkan diri untuk memvideo Sarah.
Sedangkan diparkiran Rei baru saja keluar dari Mobilnya. Lalu buru-buru dia berjalan sambil menelpon Alvin untuk mengetahui dimana posisinya.
Sarah menyanyikan lagu Kesakitanku dari Ashanty.
Sarah pun bernyanyi. Dan memainkan gitar.
...Dulu aku kau cintai sepenuh hatimu...
...Dulu aku kau kejar kejar ingatkah kamu...
...Tapi sekarang kau pergi dengan cinta yang lain...
...Sebelum janji suci setelah bahagia yang kita rasakan...
Saat Sarah sedang bernyanyi. Alvin, Rei, dan Andreas sangat begitu kaget. Mereka pun diam dan menonton.
(Sarah lanjut bernyanyi)
...Aku tahu memang ada salahku...
...Sehingga dirimu mampu mendua sewajarnya kita bisa bicara tak perlu kau sakiti ku seperti ini...
(Penonton bersorak dan ikut bernyanyi)
__ADS_1
...Aku rela melepas dirimu...
...Tapi jangan bilang kau tak cintaiku...
...Aku sakit bila mendengarkan itu...
...Jujur aku tak sanggup...
...Jangan bohongi hatimu untuk dia...
...Pergi saja jangan sakiti aku...
...Jujur aku rela tapi tak mau dengar kau bilang tak pernah cinta aku...
...Aku tau memang ada salahku...
...Sehingga dirimu mampu mendua...
...Sewajarnya kita bisa bicara...
...Tak perlu kau sakiti ku seperti ini...
...(Aku rela) melepas dirimu...
...Tapi jangan bilang kau tak cintaiku...
...Aku sakit bila mendengarkan itu jujur aku tak sanggup...
"Seandainya kamu tahu. Saya tidak seperti itu rah. Maafkan saya. Jujur Saya masih sangat mencintai kamu." ucap Rei dalam hatinya. Sedangkan Alvin. Dia hanya menatap tajam Sarah dan sesekali melirik Rei yang hanya terdiam.
"Saya harus melindungi kamu. Ini Jakarta Sarah. Tidak seharusnya kamu seperti itu." ucap Alvin dalam hatinya.
(Lannut mendengarkan Sarah bernyanyi)
...Jangan bohongi hatimu untuk dia pergi saja...
...Jangan sakiti aku jujur aku rela tapi tak mau dengar kau bilang tak pernah cinta...
...Aku....
(Sedikit diaransemen ya. Bisa dilihat dilirik "Setelah Janji suci. Setelah nya diganti jadi sebelum).
"Lagi. Lagi. Lagi. Lagi" sorak Penonton diiringi dengan suilan dan tepul tangan.
Lalu Radika buru-buru memegan mix yang masih dipegang Sarah. Dan menyimpan gitarnnya.
"Terimakasih semuanya. Selamat menikmati lagu berikutnya. Jangan lupa bersenang-senang. Dam mohon maaf kami masih ada urusan. Terimakasih." ucap Radika. Lalu dia buru-buru membawa Sarah turun dengan menggandeng tangan Sarah.
"Ayo buruan! Ini acara pak Kevin. Bisa diomelin kita. Kalau dia tahu." ucap Radika.
"Lepasin dulu ih!" ucap Sarah melepaskan tanganya.
"Yaudah buru. Kamu cepat ke ruang ganti. Nanti langsun ke dalam ya. Daya tunggu dimeja tim manifest" ucap Radika.
__ADS_1
"Iya. Nanti saya telpon kamu." ucap Sarah sambil berlalu.
Sedangkan. Alvin, Rei, dan Andreas. Buru-buru masuk ke dalam untuk menemui Kevin.