Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Sarah dan Kevin Video Call


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 07:30. Sarah yang baru saja bangun karena merasa pusing baru ingat kalau dia pingsan saat terakhir meluk Emeli. Sarah melihat ke kanan dan ke kiri, ternyata teman-temanya masih pada tidur.


Saat dia akan melihat jam, dia tersadar kalau handphone nya sedang di charger. Namun, sbelum dia melihat handphone nya, dia keluar membuka pintu. Orang-orang dibawah sudah ramai. Dia pun baru ingat kalau jam 10 akan ke pantai, dan jam 8 waktunya sarapan nasi goreng yang sudah disediakan oleh Pihak Hotel. Sarah pun buru-buru mengaktifkan handphone nya. Sebelum dia mengambil handuk untuk mandi, dia membangunkan teman-temanya.


"Risaaa? Emeliii? Sarasss? Ayo buruan bangun!" panggil Sarah sambil menepuk pundak mereka satu-satu


Emeli yang terbangun duluan, lalu Risa dan Saras ikut terbangun. Emeli menyipitkan matanya.


"Saraaaahh? Apa kamu udah baikan?"


"Aku udah baikan. Ayo -ayo kalian bangun ini udah telat" ucap Sarah sambil tergesa-gesa ke kamar mandi.


Risa yang baru bangun kaget.


"Apanya yang telat? Memang nya ini sudah jam berapa?" Sambil bangun dari tidurnya dan berlari keluar.


"Hmm sepertinya ini sudah siang" Saras yang baru saja bangun duduk dan mengucek matanya.


"Jam 10 kita ke pantai loh. lni aja udah hampir jam 8" ucap Emeli yang baru saja melihat handphonenya.


"Benar. Orang-orang udah pada di Restoran kyanya" ucap Risa yang baru saja melihat keluar


Tok tok tokk


"Sarah? Ayo buruan kamu ngapain?" tanya Emeli dari luar.


"Tunggu sebentar. Aku lagi mandi, bentar lagi udahan nih" jawab Sarah.


Pindah ke Kamar Reicard


Parasnya yang sangat tampan, dengan celana hitam, kemeja coklat dan dasi hitam. Serta kacamata yang selalu dipakainya ketika akan mengajar sebagai Dosen. Membuatnya sangat terlihat berkharisma. Laptop yang sudah tersambung dengan para mahasiswa dan Mahasiswi, hanya ditatapnya dan membuat dia bergumam.


"Hanya sebulan ini lagi, saya bisa fokus mengajar tanpa daring seerti ini. Lelah rasanya, sangat menguras energi dan fikiran. Kalau saja Om Hendra tidak memohon-mohon, mungkin tidak seperti ini" Sambil berdiri dan memasangkan kancing kemejanya.


Setelah itu, dia minum dulu segelas air putih.


Baru saja menghadap ke laptop, para mahasiswi sudah bersorak, memuji ketampananya, dan bersikap kecentilan.


Sebelum pelajaran dimulai, Rei akan membawa buku yang ada disebelah laptop dan handphone nya. Lalu dia teringat kepada wanita yang sedang dekat denganya. Rei menyambungkan telpon.


Trut trut


"Ya hallo?" Sarah yang sedang berada dimeja rias dan menyisir rambut langsung keluar lalu mengangkatnya.


"Selamat pagi!"


"Selamat pagi. Apa kamu sudah sarapan?"


"Sudah dari tadi. Saya gak bisa nelpon lama. Mau ngajar dulu" Rei yang nelpon sambil membuka buku, tak sengaja menekan tombol load speaker.


"Semangat ngajarnya yaa sayang hihi"ucap Sarah.


Spontan Para Mahasiswi bersorak. "Aaaahhhhh tidaaakk. Patah hati. Patah hati."


Rei kaget sambil tertawa dan menekan kembali loadspeakernya.


"Kamu ngapain sih panggilsaya seperti itu?"

__ADS_1


"Apa gak boleh?"


"Hmm kacau. Udah ya"


"Ya".


Telpon dimatikan.


Waktu mengajar Reicard sebenarnya jam 9. Hanya saja, sebelum membahas materi baru dia biasa mengulas terlebih dulu.


Beralih ke Kamar Hotel


Risa yang terakhir mandi, diburu-buru oleh Emeli karena mereka hampir telat sarapan. Karena setelah sarapan mereka akan kembali ke kamar untuk membereskan semua barang. Jadwal ke pantai jam 10 dan mereka akan langsung pulang darisana tidak kembali lagi ke hotel.


Sarah yang habis menelpon Reicard, menerima pesan baru dari Bu Ana. Pesan tidak terlalu panjang, hanya berisi alamat dan hanya di read olehnya. Karena waktu yang mepet dia belum sempat untuk nelpon Bu Ana lagi. Saat dia akan masuk ke dalam, teman-temanya udah bersiap untuk sarapan. Sebab itu dia tidak jadi masuk dan mereka langsung menuju restoran hotel.


Sesampainya mereka di restoran, mereka langsung ngantri untuk sarapan.Teman-temanya dari kelas IPA dan IPS masih pada disana. Yang sudah makan pun masih asyik berbincang, berfoto-foto, dan sebagian udah masuk ke kamarnya masing-masing untuk membereskan barang.


Beralih ke Rumah Alvin.


Saat bi Ana membuka pintu, ternyata itu Andreas. Dia hanya masuk sebentar dan langsung meminta kunci mobil untuk pergi ke kantor.


"Ohh. Andreas. Masuk yuk!"


"Ada siapa bi?"


"Ada Dhen Kevin doang."


"Ayoo bi!"


Mereka pun masuk ke dalam, bi Ana pergi ke meja makan. Sedangkan Andreas duduk ngobrol di Sofa.


"Eh bro!" Kevin berdiri menerima ajakan salam Andreas.


"Lumayan lama gak ketemu. Lho sehat?" tanya Kevin.


"Sehat-sehat. Lho sendiri dan keluarga?"


"Gue sehat. Tapi udah sendiri lagi" Sambil tersenyum menahan kecewa.


"Tidak apa. Jika sendiri lebih baik."


"Sedikit ada penyesalan sih bro."


"Stop bro! Udah ada anak. Jangan menyesali yang sudah terjadi. Tapi fikirkan bagaimana kedepanya!" ucap Andreas sambil berdiri


"Hmm. Ya. Lho baru duduk mau kemana lagi?" tanya Kevin ikutan berdiri.


"Gue kesini mau bawa mobil doang." Sambil jalan ke arah Bi na yang sedang mainin hp dimeja makan.


"Mau pake mobil gue?"


"Gak usah vin. Lho kan ntr mau pake juga."


"Iya juga sih" Kevin duduk dimeja makan


"Bi kunci mobil dititip ?" minta Andreas

__ADS_1


"Oh iya ndres. Sudah ditempat biasa. Kamu gak sarapan dulu?"


"Udah bi tadi. Saya langsung berangkat aja"


"Hati-hati ndres!" ucap Bi Ana sambil berdiri


"Ndres suruh si Alvin mandi" ucap Kevin


"Emang lho udah mandi?" jawab Andreas sambil berlalu.


"Iss ngeselin. Biiiii" Nyenderan ke Bi Ana


Waktu sudah menunjukan pukul 09:30 wib. Sarah dan teman-temanya masih asyik berbincang. Restoran masih dipenuhi siswa-siswi, mamun tidak sepadat yang lainya.


Dreeet dreet dreet


Suara handphone Sarah berbunyi ternyata VC dari bu Ana. Sarah pun mengangkatnya.


Sementara dikamar hotel, Rei yang break dari daring mencoba menelpon Sarah. Namun Sarah berada dipanggilan lain.


"Hallo Sarah?" sapa Bu Ana


"Iya bu. Bu tunggu sebentar, biaraku keluar dulu. Disini rame" Sarah keluar Restoran


"Ibu lagi apa?"


"Ihh Sarah cantik banget deh, masih di laut ya? Ibu lagi nyantai aja nih"


Kevin yang sedang menatap layar laptopnya merasa terganggu dan kurang fokus.


"Iya bu. Aku masih disini. Nanti jam 10 ke pantai dulu, habis itu langsung pulang"


"Oh gitu. Sarah sarah mau lihat gak? Disini ada dhen kevin loh. Bakal jadi teman kamu ntar" Kevin melirik dan tersenyum kepaksa.


Saat itu dikamar Rei sudah menutup laptopnya, Karena daring sudah selesai. Dia mencoba menelpon Sarah lagi. Namun, Sarah tetap berada dipanggilan lain. Akhirnya Rei buru-buru keluar dan belum sempat ganti baju untuk menemuinya.


"Siapa itu bu?" tanya Sarah.


"Udah lihat aja nih!" Bi Ana mendekat ke Kevin,karena mereka sudah dekat. Jadi bi Ana sudah tidak canggung lagi ke Kevin


"Iya bu" Sarah tersenyum


Layar handphone yan tadinya bu Ana menjadi Kevin. Kevin pura-pura jutek, padahal dalam hatinya kepo juga sama wajahnya Sarah.


Mereka saling menatap, alanglah kagetnya. Kevin melihat Sarah yang sangat cantik. Begitupun dengan Sarah yang melihat Kevin. Dia berfikir Kevin adalah anak dari majikan bu Ana.


Dibelakang Sarah, Rei yang baru saja datang melihat Kevin sedang VC sama Sarah. Rei pun salah faham.


Rei sengaja berpindah ke depan Sarah, agar dia melihatnya. Benar saja, Sarah yang sedang menatap Kevin pun terkejut akan kedatangan Rei. Rei hanya buang muka dan bergegas pergi. Sementara Sarah spontan mematikan Handphonenya.


"Kok mati bi?" tanya Kevin


"Waduh dhen. Ada acara mendadak kali dhen. Soalnya dia masih perpisahan di Laut."


"Ya mungkin bi."


"Cantik kan Dhen?"

__ADS_1


"Hmmm belum lihat aslinya bi."


Sementara Sarah langsung mengejar Rei yang marah dan cemburu.


__ADS_2