Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Ricard Selingkuh Sarah Pergi


__ADS_3

Malam Jum'at (22, Desember 2021)


Ilustrasi Sarah malam itu. Tetapi tidak memakai topi



"### Ya ampun. Ini aku hampir kemalamaan. Udah jam 8 aja." ucap Sarah yang sedang bercermin didepan kaca.


Beberapa menit kemudian.


"Nah. Udah siap? Saatnya kita ketemu Rei. Rindu sekaliiiiiii." ucap Sarah.


Diapun buru-buru pergi membuka pintu. Saat dia membuka pintu disana dia berpapasan dengan Alvin. Yang juga sudah rapih. Untuk bertemu dengan Reno dan Kevin.


"Loh? Pak. Mau kemana?" tanya Sarah.


Alvin mentap penampilan Sarah dari atas ke bawah. Lalu dia membuang muka.


"Pergi." ucap Alvin meunju menuruni tangga.


"Pergi kemana pak?" tanya Sarah.


"Ke Studio musik." ucap Alvin.


"Wah. Kita searah dong pak? Boeleh saya ikut pak? Saya udah kemalaman ni." pinta Sarah memohon.


"Memangnya mau kemana?" tanya Alvin.


"Ke Taman biasa pak. Mau ketemu teman." ucap Sarah.


"Ya." ucap Alvin.


Mereka pun berangkat bareng. Tidak sengaja mereka berpapadan dengan Indah.


"Loh mau pada kemana?" tanya Indah.


"Pergi sebentar tan." ucap Sarah. Sedangkan Alvin bergegas menuju parkiran.


"Loh. Kan kamu baru pulang rah. Apa gak cape? Tadi kamu ke RS dari km 4 loh sama tante." ucap Indah.


"Nggak tan. Lagian Aku kan sama Pak Alvin." ucap Sarah.


"Ohwalah. Yasudah. Hati-hati ya! Bilang Alvin jangan kebut bawa mobilnya! Dan ingat! Jangan kemalaman ini sudah ada suara petir. Sepertinya mau hujan." ucap Indah.


"Siap tante. Yaudah aku berangkat ya" ucap Sarah tersenyum. Indah hanya menganggukan kepalanya.


Ditaman Rei sudah menunggu Sarah. Sambil menatap layar hpnya.


Sedangkan Sarah. Baru saja turun dari mobil.


"Terimakasih pak." ucap Sarah.


Alvin hanya melirik sebentar mobil yang sudah tidak asing dilihatnya. Itulaj mobil Rei. Dia tidak membalas ucapan Sarah dan langsung melajukan mobilnya.


"Sayaaaaaang?" ucap Sarah sambil duduk disebelah Rei.

__ADS_1


"Hem. Lama." ucap Rei.


"Maaf. Aku pulang kerja jam 4. Soalnya dokumen terakhir cuma dikit. Tapi abis itu Pak Alvin jemput aku. Terus aku dianterin ke RS buat nemenin Tante Indah kontrol. Sampe jam 7 tadi aku baru pulang." ucap Sarah.


"Oh." ucap Rei singkat.


"Kamu kenapa? Apa cemburu lagi?" ucap Sarah.


"Seandainya kamu tahu. Rasa sakit hati saya sudah berbulan-bulan. Sejak papa memperlihatkan isi chat dari Alvin. Bahwa dia tertarik sama kamu rah. Setiap malam saya selalu kepikiran. Dan selalu berperasangka buruk terhadap kamu. Saya selalu bertanya. Apa yang sedang kamu lakukan denganya." ucap Rei dalam hati.


"Reiii? Kenapa sih? Yaudah aku minta maaf kalau aku salah. Maafya." ucap Sarah sambil mengusap kening Rei.


"Nggak. Hanya rindu." ucap Rei sambil mengubah posisi dudukya. Dia langsung tidur dipangkuan Sarah.


"Oh ya ampun Rei. Rindu sekali masa-masa seperti ini." batin Sarah.


"Aku sangat mencintaimu Rei. Aku sangat rindu. Kenapa kita jarang sekali bertemu. Sekali bertemu kita hanya makan di Restoran atau nggak di Mall. Kenapa sih Rei kita gak pernah ke pantai lagi? Aku mau melihat bulan diatas Laut dan merasakan anginnya Rei." ucap Sarah.


Rei tidak menjawabnya. Dia hanya menutup matanya.


"Rei??? Reii? Kenapa kamu tidak menjawab?" tanya Sarah. Lalu dia melihat Rei yang menutup matanya.


"Ya ampun. Belum ada semenit aku bicara. Apa kamu sudah tertidur Rei?" tanya Sarah.


Masih tidak ada jawaban.


"Saya mendengar semua yang kamu ucapkan Sarah. Tapi maaf. Itu semua tidak mungkin terjadi. Beberpapa menit kemudian. Kamu akan marah kepada saya. Maaf. Saya sudah memutuskan untuk memilih agama saya ra. Maaf kalau saya harus meninggalkan kamu dengan cara yang tidak sebenaranya. Saya sangat mencintai kamu ra. Namun, agama dan Alvin menjadi alasan itu semua. Ra saya tahu Alvin sangat mencintai kamu. Saat kita jalan. Kamu sering kali ketiduran. Dan kamu selalu mengigau namanya. Itu berulang-ulang Ra. Dan membuat hati saya begitu sakit." batin Rei.


Sarah sedang menatap Layar Hp. Karena saat dia pergi tidak bertemu bi Ana untuk izin. Akhirnya saat itu Sarah menghubungi nya. Dengan mengirim chat ke bi Ana.


Hp Rei bergetar. Seseorang menelponya. Rei pun bangun dari pangkuan Sarah.


"Ada yang nelpon sayang?" tanya Sarah sambil tersenyum.


"Hem. Ya." ucap Rei. Rei berdiri dan sedikit menjauh dari Sarah.


Sarah melihat hpnya kembali.


"Sekarang pak?" tanya wanita disebrang sana.


"Berat." ucap Rei.


"Terus gak jadi pak? Ayolah pak. Jangan lama-lama saya mau pergi sama pacara saya." ucap Wanita itu.


Rei menarik nafasnya dengan panjang.


"Hem. Ya. Sekarang." ucap Rei dan mematikan telponnya.


Rei merasa sangat sedih. Saat dia kembali duduk disebelah Sarah. Dia langsung menatap Sarah. Kemudian menatapnya. Begitu juga Sarah yang menatap balik dirinya. Sambil tersenyum.


"Aku sangat mencintai kamu sayang." ucap Sarah tersenyum imut.


Rei tidak menjawabnya. Dia hanya tersenyum dan memeluk Sarah dengan erat.


"Kenapa? Aoa kamu tidak mencingaiku Rei?" tanya Sarah.

__ADS_1


"Saya sangat mencintai kamu." ucap Rei.


"Terimakasih." ucap Sarah.


Rei tidak menjawabnya. Matanya tiba-tiba memerah. Airmata terasa akan menggenang.


"Rei?" tanya Sarah.


"Biarkan seperti ini dulu. Saya sangat rindu." ucap Rei.


"Iya sayang." ucap Sarah dan mengelus punggung Rei. Sarah menyandarkan kepalanya ke bahu Rei.


Tiba-tiba seorang wanita menghampirinya.


"Ricaaaaaaaaaaaard?? Apaaaa ini?? Katanya kamu sudah putus sama dia?" teriak wanita cantik yang berpakaaian sedikit terbuka.


Sarah yang mendengar dan melihatnya melepaskan pelukan Rei.


Dia berdiri menatap wanita itu.


"Maaf. Apa kamu bilang tadi? Ricard? Putus?" tanya Sarah. Dan bergantian melirik wanita itu dan melirik Sarah. Nafasnya tiba-tiba naik turun. Rasa ingin menampar wanita itu menggebu-gebu.


"Iya. Ricard kekasih saya. Kita udah jadian 3 bulan yang lalu." ucap wanita itu dengan lantang.


"Tidak mungkin. Rei?" Sarah memanggil Rei.


"Maaf Sarah. Maafkan saya." ucap Rei yang mendekat ke arah Sarah.


"Benar kan? Makanya lain kali punya pacar tuh diperhatiin. Jangan mulu fos kerja. Terus jalan sana-sini sama cowok lain." ucap Wanita itu dengan mimik seperti jijik.


Sarah tidak menjawabnya. Dia langsun mendekat ke arah Rei.


"Kamu? Kamu Rei?" ucap Sarah menatap tajam Rei.


"Rei? Aku tahu aku sibuk. Tapi kan tiap hari kita bertukar kabar." ucap Sarah yang sudah berkaca-kaca. Rei hanya menatap wanita yang disebrangnya. Karena Rei pun menahan sakit dan tidak tega melihat Sarah.


"Rei? Pasti ini semua sandiwara kan? Aku tahu kamu gak kaya gitu Rei. Kamu ingat kan semua kenangan kita Rei?" tanya Sarah.


"Hasrat laki-laki itu besar. Kamu tahu gak? Rei sudah mengambil first kiss pertama saya." ucap wanita itu angkuh.


"Apa kamu bilang?" Sarah mendekati wanita itu. Wanita itu hanya berdecih. Rei hanya diam. Tidak menyangka wanita yang disuruh berpura-pura untuknya. Beraakting dengan sangat berlebihan.


"Sekali lagi kamu bilang!" ucap Sarah dan mencengkram pipi wanita itu. Matanya sudah memerah karena air mata.


"Kamu dengar ya. Rei tidak mungkin seperti itu. Jadi kamu. JANGAN BERANI MENYENTUHNYA!!!" teriak Sarah dan menghempaskan pipi wanita itu.


"Rei? Mantan kamu ini mulai kerasukan. Ayo kita pergi!" ajak wanita itu sambil menggenggam tangan Rei. Rei hanya menatap Sarah.


"Rei? Jawab aku! Apa ini?" tanya Sarah.


"Yang dikatakan wanita ini benar. Maafkan saya!" ucap Rei.


Mendengar kata itu. Sarah membuka sepatu hells nya. Kemudian langsung menangkis Rei. Saking kencengnya tangkisan Sarah. Tangan Rei dan tangan wanita itu terlepas. Sarah mendekat ke Rei.


"Baiklah. Jika itu yang kamu balas untuk cinta yang saya berikan. Dengan senang hati Rei. Tenang. Aku tidak akan melukai kamu lagi. Karena kalau sampai kamu sakit. Wanita itu belum tentu bisa mengobati kamu. Maaf kalau saya ada salah Rei. Kamu cinta pertama saya. Terimakasih" ucap Sarah dan berlalu pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Sedangkan Rei meneteskan air mata. Yang sudah lama dipendamnya.


__ADS_2