Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Perpisahan Sekolah


__ADS_3

Desiran suara angin. Birunya air laut dengan indahnya tarian ombak, membuat para siswa-siswi berlomba-lomba keluar bus. Tak terkecuali Sarah dan teman-temanya. Mereka langsung berlari menuju batu karang besar untuk menikmati indahnya sunrise di Laut itu. Tak lupa moment itu diabadikan lewat foto dan video yang mereka buat. Mereka berpindah-pindah tempat mencari lokasi yang sangat bagus. Setengah jam kemudian waktu sunrise semakin berlalu. Sarah dan teman-temanya pergi ke sebuah warung di tepi pantai. Memesan teh hangat dan Mie rebus.


Ketika mereka sedang asyik mengobrol. Tiba-tiba notifikasi masuk ke handphone Sarah.


Alangkah bahagianya dia, karena yang chat ialah pak Rei.


"Kamu dimana?"


"Diwarung tepi pantai. Kenapa Rei hihi?" Sambil tersenyum.


"Saya di bus. Apa bisa kesini?"


" Loh? Mau ngapain di bus? Ada orang gak?" Dengan jantung yang berdebar-debar


"Kesini aja cepat!"


"Iya".


Sarah pun pergi meninggalkan warung tersebut. Tidak lupa dia membawa teh hangat untuk Rei. Beberapa menit kemudian.


"Sini turun Rei. Aku udh dibawah, belakang bus nomor 2."


"Kamu naik kesini!"


"Nggak lah. Masa iya berdua mau ngapain?" Dengan jantung yang masih berdebar.


"Gak usah ke PD an, saya gak sendiri."


Dengan jantung yang masih berdebar, dan raut wajar yang memerah menahan malu Sarah pun naik. Terlihat Rei yang sedang mengetik disebuah laptop iPhone berwarna putih. Sarah bergumam "Oh dia sedang sibuk."


Sarah melihat ke arah depan, ternyata ada pa supir dan dua orang wanita pemandu sedang berbincang.


"Oh. Syukurlah." ucap Sarah dalam hatinya.


"Permisi! Bapa Memanggil saya?"


"Ya" Masih mengetik di Laptopnya.


"Untuk apa?"


"Duduk dulu. Saya bentar lagi selesai."


"Udah dulu. Ini Saya bawain teh. Minum dulu"


Sejenak Rei berhenti dan menatap Sarah.


Sarah memalingkan wajah, tapi Rei malah tersenyum sambil meminum teh yang dibawakan Sarah.


"Udah apa belum? "


"Apanya?"


"Ayo cepat ngetiknya. Mau apa sih?"


"Hmmm" Rei menutup laptopnya dan memasukannya ke dalam tas. Sedangkan Sarah hanya melihat ke arah depan


"Ini powerbank punya teman kamu." Sambil memberikan powerbank milik Emeli

__ADS_1


"Oh iya. Makasih ya hihi" Sambil sedikit tertawa


"Yaudah saya pergi dulu ya." Sambil pergi dan membalikan badan.


"Yang nyuruh kamu pergi siapa?" Dengan suara tinggi.


"Yaudah aku tunggu dibawah" Karena tanggung sarah yang sudah berada dipintu bus. Dia pun langsung turun dan nunggu Rei dibawah


Sarah menggerutu


"Uhh. Harus exstra sabar. Lagi-lagi aku harus menunggu." Sambil mengerucutkan bibirnya.


"Nanti malam di hotel ada acara pentas musik. Kamu jangan ke kesana."


"Terus saya harus kemana?"


"Telpon saya. Kalau teman-teman kamu pergi kesana."


"Terus saya harus berdua di hotel sama kamu?"


Paras nya yang sangat tampan semakin mempesona saat dia sedikit tertawa


Rey mendekati Sarah. Dan menatapnya, lalu ke dekat telinga kanan nya dan mengatakan.


"Pikiran kamu terlalu jauh. Saya tidak seburuk itu.Bersenang-senanglah. Saya sudah ditunggu Pak Hendra." Rei pergi meninggalkan Sarah.


"Oh Oke Baiklah." Sambil mengepalkan satu tangannya, tanganya yang satu memegang powerbank dia menghentakan kaki lalu pergi.


Tampanya Paras Rei dengan kacamata hitam. Menjadi pusat perhatian kumpulan para siswa dan guru yang sedang sarapan. Tiba-tiba pa Hendra dari kejauhan memanggilnya.


"Udah selesai bikin materi nya?"


"Sudah om."


"Terus kapan ke Jakarta lagi?."


"Acara disini belum selesai om.Harusnya besok.Tapi kampus gak bisa diliburkan."


"Terus gimana dong?."


"Daring om."


"Oke baguslah."


"Sebulan lagi kamu udah gak disini ya. Minggu yang lalu papa sama mama kamu udah ngabarin om."


"Ya om. Bagaimana kabar pa Ridwan? Saya gak enak kalau harus bertanya sama istrinya. Rumahnya juga saya gak tahu om. Semenjak sakit beliau belum pernah kabarin saya lagi."


"Di udah sembuh, cuma belum bisa ke sekolah. Kemarin om kesana."


"Oh iya om."


"Yasudah. Minumlah Rei. Om pesenin teh hangat ya."


"Udah minum teh tadi.


"Loh bukanya dari jam 5 tadi baru sekarang ini ya, keluar bus? Ini udah jam 7 lebih. Apa tadi pergi keluar dulu?."

__ADS_1


Tiba-tiba ditimpali seorang guru.


"Tadi Saya lihat Sarah masuk ke bus nomor 2 deh, dia kali yang bawain." Spontan orang-orang disana mensoraki Rei.


"Apa begitu Rei?" Dengan tatapan sinis dan mimik yang seperti tidak suka


"Sudah om katakan. Sarah harus kuliah dulu. Dia anak cerdas, sayang kalau kamu mendekatinya. Terus dia menikah diusia yang sangat muda."


"hmmm. Lupakanlah om." Sambil mengeluarkan ponselnya.


Ditempat lain Sarah yang baru saja datang dicengin sama Emeli.


"Darimana sih? Malah ilang deh, lihat noh mie rebus nya keburu mekar"


"Ini powerbank punya kamu."


"Oh iya terimakasih yaa. Berarti abis ketemu Pa Ri dong" teman-temanya pada sorakin


"Iya hanya sebentar."


"Terus maunya lama?" teman-temanya sorakin kembali.


"Ihh apaan sih?" Sambil memakan mie rebus nya.


"Cepat makan nya yuk. Kita mau foto-foto lagi dipinggir Laut. Nanti jam 11 kan kita berangkat ke hotel katanya."


"Ya tunggu deh."


Temanya yang lain asyik memainkan hp nya.


Tiba-tiba Emeli berkata,


"Ehh eh. Pa Hendra bikin status wa nih. Maksudnya apa ya?"


"Gimana statusnya?."


"Kisah wanita desa yang cerdas tidak melanjutkan sekolah. Dan menikah dengan Pria kaya Raya. Apakah kisah itu tidak hanya di sinetron?."


Semua temanya melirik ke Sarah. Dia hanya mendengarkan nya dengan santay.


"Kenapa kalian?" tanya Sarah


"Nggak." jawab teman-temanya.


"Emang gak asing sih pa hendra. Beliau gak suka kalau aku dekat sama pak Rei."


"Sabar rah kamu cantik banget. Disekolah aja primadona. Cerdas lagi, juara umum terus. Saya akui pak Rei sangat tampan, hati nya baik. Tapi yang seperti itu kan tidak hanya dia."


"Betul banget. Kalau keluarga nya tidak suka sama kamu. Cari yang lain rah!."


"Lupakanlah. Aku juga gak terlalu serius. Gak hanya masalah rasa, yang aku harus hadapi setelah ini karir. Karena aku butuh biaya yang banyak untuk melanjutkan sekolah, belum lagi aku harus membantu ayah dan ibu Mereka orang-orang yang sangat aku sayangi." Sambil meminum teh, Sarah membereskan bekas makan nya.


"Betul banget rah. Setelah kita keluar dari sekolah, kita harus menghadapi kehidupan sosial dengan banyaknya perbedaan yang ada, termasuk tempat dan orang yang baru" Kata Saras.


"Tapi kita semua harus semangat. Jangan sampe lost kontak ya." timpal Emeli


"Yaudah. Ayolah kita harus bersenang-senang sekarang." ajak Sarah sambil berdiri dan mereka pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2