Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Sarah menghajar Richard


__ADS_3

Taksi berhenti ditaman yang sepi. Hanya sedikit pengunjung yang ada disana.


Sarah yang sudah gondok dengan amarahnya. Menatap foto itu dengan tajam.


"Kita harus ketemu malam ini Rei. Beraninya kamu menghianati diriku. Apa karen aku masih polos dan seorang yang miskin. Kenapa aku tidak berpikir dari awal. Kita berbeda. Kamu hanya memanfaatkan diriku untuk menemani hari-harimu yan katanya kurang berwarna. Polosnya diriku. Mengapa harus mau. Awas aja kamu. Mari kita bertemu. Aku tidak akan menangis karena sikapmu. Tapi aku akan menghajarmu dengan jurus taekwondo ku." ucap Sarah dengan giginya yang dirapatkan dan tangan kirinya yang dikepalkan. Sedangkan, tangan kanan nya memegang hp untuk mengirim pesan kepada Rei.


"Sayang kamu dimana? Maaf aku gak bisa ke rumahmu. Tadi taksinya mogok. Aku sekarang ada di taman. Disini nih. Aku sharlok yah. Miss you." Send.


"Hah. Rasain kamu Rei. Lihat aja. Aku malam ini rela begadang jika kamu masih belum datang."


Saat film yang ditontonya iklan. Rei memutuskan untuk ke kamar mengambil hpnya.


Rei melihat dihpnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Sarah. Dan dia langsung membaca pesan terakhir yang dikirim Sarah. Tanpa pikir panjang Rei pun langsung turun dan meminta izin ke mamanya untuk pergi. Kali ini dia pergi menggunakan mobil mamanya. Karena mobil putih miliknya dipakai papanya pergi tadi.


Kurang lebih 10 menit Rei memarkirkan Mobilnya di Area tempat parkir yang sudah disediakan pihak pemilik taman tersebut. Sarah yang melihat mobil itu bersikap acuh dan malah melihat layar hpnya. Pikir dia itu bukanlah Rei karena mobilnya berbeda.


Saat Sarah sedang fokus melihat layar hpnya sambil menunduk. Rei menghampirinya dan tersenyum.



Ilustrasi Sarah saat bertemu Rei malam itu. Hanya saja, celana nya tidak bolong.


"Penampilannya sangat berbeda. Jika rambutnya diikat sperti itu. Terlihat seperti wanita super yang cantik." puji Rei dalam hatinya.


Sarah yang menyadari kedatangan Rei dari bau parfum yang dikenalnya. Dia hanya sedikit meliriknya.


"Waw. Kapan si playboy ini datang? Dimana kah mobilnya? Atau jangan-jangan mobil tadi yang dibawanya. Pasti itu mobil ceweknya. Hebat-hebat orang kaya dengan orang kaya lagi. Rasakan jurusku kni Rei." ucap Sarah dalam hatinya.


Dia menarik napasnya dengan panjang lalu membuangnya perlahan. Kemudian berdiri melihat Rei yang seperti biasa datang dengan sikap juteknya.


Sarah yang menatapnya sudah mulai gemeteran. Ingin sekali dia langsung memukul Rei. Namun, dia menyempatkan untuk berdiri dan menatap Rei dengan manis. Oke guys. Tanpa basa-basi lagi dia mengeluarkan jurusnya. Rei yang sedang menatap dirinya. Tiba-tiba didorong olehnya.


"Kenapa dia?" Rei shok.


Sarah mendekatinya lagi. Lalu dia menangkis Rei dengan kakinya. Rei tersungkur. Dia mendekati Rei.


"Gimana rasanya? Enak kan? Itu untuk kamu karena telah menghianatiku."

__ADS_1


Plak plak


Sarah menampar Rei yang sudah kesakitan.


"Apa maksudmu? Kenapa kamu?" tanya Rei menahan sakitnya.


Buk


Sarah menonjok Rei kembali. Sehingga keluarlah darah dari pinggir bibir Rei.


Karena Rei sudah tidak tahan. Akhirnya dia teriak.


"Saraaaah? Keterlaluan kamu." teriak Rei yang berusaha berdiri dan menahan sakitnya. Sedangkan Sarah hanya berkaca pinggang dan senang melihatnya.


"Apa disini ada mahluk halus yang merasuki tubuhmu?" tanya Rei denga tatapanya yang tajam. Lebih tajam dari tatapan Elang.


"Jadi kamu ingin tahu sejak kapan mahluk itu merasuki tubuhku." teriak Sarah dan mendekat ke arah Rei.


"Lihat ini!" Sarah memperlihatkan foto Rei yang sedang ada dipangkuan Amanda.


"Tadi aku sudah ke rumahmu membawa cintaku kepadamu yang sangat besar. Tapi sekarang cinta itu sudah sirna. Saat aku melihat kamu bersamanya." ucap Sarah sambil berdecih.


"Lucu. Tapi ini sakit. Jadi itu yang bikin kamu salah faham. Dan terimakasih. Sikapmu yang seperti ini membuktikan rasa cintamu kepada saya. Walau cara ini benar-benar salah." ucap Rei yang semakin lemas


"Apa maksudmu?" tanya Sarah.


"Itu Amanda mamah ku. Baru datang tadi sore dari Jerman." ucap Rei membuka matanya dan menatap Sarah.


Sarah yang shok mendengarnya. Langsung menghampiri Rei.


"Benarkah itu Rei?" tanya Sarah yang masih shok dan terlihat sangat menyesal.


Rei tidak menjawabnya. Dia menutup matanya dan menahan rasa sakit.


Tanganya mengeluarkan hpnya. Lalu dia memperlihatkan foto asli wajah Amanda.


Terlihat Amanda yang sudah berusia hamlpir 45 tahun. Namun, karena dirinya sangat modis dan pandai merawat tubuhnya. Membuat Sarah salah faham kepadanya. Saat Sarah melihatnya. Dia tidak berkata apapun. Dia langsung mengambil hp Rei dari tanganya. Kemudian tangan Rei diciumnya dan diletakanya didadanya.

__ADS_1


"Maafkan aku. Terasa kan? Betapa tubuh aku panas karena amarah. Itu karena aku sangat mencintaimu Rei. Tidak mau sampai kamu menghianatiku." ucap Sarah sambil membawa tubuh Rei kepelukanya.


Rei tidak menjawab karena menahan sakit ditubuhnya.


"Sakiiit." ucap Rei manja sambil memeluk Sarah dengan erat.


"Ya ampun. Aku sampai lupa kalau dia anak yan manja. Dan aku harus tanggungjawab deh dengan kondisinya yang sekarang." batin Sarah.


"Maafin aku sayang. Aku obatin yah." ucap Sarah mencoba menenangkan.


Rei tidak menjawabnya.


"Sayang? Are you oke?" tanya Sarah karena Rei yang tidak menjawabnya.


"Sayang?" panggil Sarah.


"Bantu aku masuk ke mobil." ucap Rei.


"Terus mau kemana? Aku belum bisa nyetir loh. Kamu belum ajarin aku hehe." ucap Sarah.


"Aku yang nyetir. Kuat kok." ucap Rei mencoba bangun.


Sarah terus membantunya sampai mereka ke dalam mobil.


"Apa ini mobil mama kamu?" tanya Sarah sambil memakaikan sabuk pengaman Rei.


"Ya. Papa pergi pakai mobil yang putih." ucap Rei.


"Maafin aku ya. Ini kita mau kemana?" tanya Sarah.


"Ke Hotel ya. Obatin saya. Dirumah ada mamah." ucap Rei.


"Iya sayang." ucap Sarah.


Rei pun melajukan mobilnya. Dan pergi ke Hotel miliknya.


Ilustrasi Hotel

__ADS_1



__ADS_2