Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Malam Minggu


__ADS_3

Malam minggu di Kota Jakarta saat itu, tidak seramai malam minggu sebelumnya. Terlihat Alvin dan Kevin yang berada di meja makan masih asyik berbincang. Sedangkan Bi Ana usai Kevin nelpon sama mamanya dia langsung ke kamarnya untuk beristirahat. Mama nya yang masih tertidur pulas, sesekali mengigau ketemu papah nya.


"Hmm. Udah jam 7 aja. Kita jadi ke studio apa nggak nih? " tanya kevin sambil melihat jam ditanganya.


"Coba lihat keluar apa hujan masih deras?" titah Alvin.


"Lihatlah!" tolak Kevin sambil menaikan alisnya.


"Disini yang lebih tua siapa?" tanya Alvin.


Mereka saling menatap


"Dimana-mana abang harus mengalah"


"Tapi adek harus mau disuruh" ledek Alvin.


"Hmmm."


"Alvin? Alvin" panggil mama Indah yang tiba-tiba terbangun.


Mereka spontan menengok.


"Ya ma?" jawab Alvin.


"Coba lihat ke luar masih ujan gak? Mama mau pergi ada janji."


Kevin spontan tertawa dan meledek Alvin


"Haha. Rasain" ledek Kevin sambil menjularkan lidahnya.


"Hmm. Bukanya mama baru pulang ya?" jawab Alvin sambil bergegas keluar. Alvin berjalan membuka pintu dan melihat hujan sudah sedikit turun.


Mama Indah belum menjawab.


"Ujan nya udah turun" ucap Alvin dari kejauhan sambil berjalan menuju meja makan.


"Syukurlah. Hmm mama memang baru pulang cape juga sih." Tapi mama mau ke rumahnya Dr. Kintan dulu ada yang mau dibahas."


"Kenapa Dr nya gak kesini ma?" tanya Alvin.


"Kan dia baru selesai cuti vin, abis lahiran kemarin.


"Berangkat sama siapa?"


"Sendiri aja bawa mobil" jawab mama Indah sambil berjalan mengambil air putih.


"Bareng aja. Ini udah malam mah"


"Emang kamu mau kemana?"


"Studio musik ma"


"Jadi kesana? Gak jadi catur dong?" tanya kevin yang memotong pembicaraan.


"Ya. Nanti lho mau balik kesini apa pulang?" Alvin bertanya balik.


"Kesini lah. Gue gak ada teman diumah, lagi besok masih libur."


"Yaudah nanti kita barengan aja yaa. Kalian siap-siap dulu" titah mama Indah sambil pergi untuk bersiap-siap.


Mereka pun naik ke atas sambil berbincang.


"Lho yang bawa mobil ya! Gue lagi males"titah Alvin.


"Oke. Si Reno udah disana?"


"Baru jalan" ucap Alvin.


"Duluan kita kayanya dia kan rumah nya jauh dari studio"


"Emang lho tahu rumahnya dimna?"


"Di Jakarta Utara kalau gak salah"


"Udah pindah. Dia di Jaksel juga"


"Semenjak kapan dia pindah?"


"Gak usah banyak tanya"

__ADS_1


Alvin membuka pintu.


Saat pintu terbuka Kevin langsung mengambil handphone miliknya, lalu mengaktifkanya. Sedangkan Alvin mencari sweeter dilemarinya. Saat Handphone miliknya dinyalakan, sangat banyak notifikasi masuk. Membuatnya malas mengecek satu-satu. Tapi ada yang membuatnya penasaran, yaitu chat dari HRD.


"Selamat sore


Mohon maaf mengganggu waktunya pak, perihal untuk perekrutan karyawan baru akan dimulai kapan ya. Dan syaratnya apa saja?.


Hanya itu pak, terimakasih. Mohon maaf saya chat, karena saat saya nelpon bapak. Handphone nya tidak bisa dihubungi."


Kevin pun membalasnya,


"Maaf saya baru mengaktifkan handphone. Buka saja loker untuk 10 posisi dari sekarang. Lamaran harus dikirim via online. Cantumkan minimal berpengalaman. Kantor baru sebulan lagi selesai jika tidak ada hambatan"?


Alvin yang sudah siap untuk berangkat. Berdiri dihadapanya dan menatapnya dengan tajam.


"Kenapa?" tanya Kevin.


"Kenapa malah mainin handphone?"


"Ada urgent"


"Buruan!"


"Cakep amat tuh sweeter. Pinjem satu lah, gue gak bawa. Cuma bawa jas doang" Minta Kevin sambil menyimpan kembali handphone nya.


"Carilah" Sambil membuka pintu dan turun duluan.


Kevin pun mencari sweeter dilemarinya Alvin. Ada yang membuat Kevin terharu, saat pandanganya tertuju pada satu sweeter berwarna navy. Sweeter itu hadiah dari papah nya Alvin saat dia berulang tahun ke-27.


"Dia sangat disayang sama papa nya. Beda sama papa yang selalu mementingkan orang lain daripada anaknya" ucap kevin sambil menatap sweeter itu. Kemudian dia terburu-buru mengambil sweeter dengan asal dan langsung memakainya. Lalu turun pergi ke parkiran untuk membawa mobil. Dibawah Alvin dan Mamahnnya sudah nunggu disofa. Saat Kevin turun mereka langsung bergegas keluar.


"Tuh kevin. Vin kamu langsung ke parkiran ya!" suruh Indah.


"Iya tan."


"Ayo vin kita nunggu diluar"


"Ya mah"


Mereka pun nunggu diluar


"Jam 11ann ya ma"


"Ih. Jangan lama-lama, mama gak enak dirumah orang. Mana ada bayi kan"


"Ini aja udah jam 8 mah. Alvin harus berapa lama di studio, masa baru datang langsung pulang lagi"


"Yaudah deh. Kamu jemput mama ya! Jangan lupa"


"Ya mah".


"Eh nggak deh ma. Kalau Alvin masih belum jemput, mama pake taksi aja ya!"


"Yaudah iya".


Kevin yang sedang membawa mobil ke parkiran sudah memberikan klakson, da berada didepan pintu rumah.


Mereka pun masuk mobil, Alvin berada didepan sama Kevin sedangkan Mama nya dibelakang.


"Vin, ini kan satu arah sebelum lampu merah Nanti masuk komplek cempaka dulu ya. Disana rumah Dokter nya" ucap Tante Indah sambil mengetik di handphone nya.


"Iya tante" Kevin melajukan Mobilnya.


Suara klakson berbunyi


Tid tid tid


Tapi gerbang masih belum dibuka oleh Pak Andi.


Tiiiiiiiiiid


Kevin menekan klakson nya.


Pak Andi Baru keluar.


"Tuan? maaf tuan" Sambil terburu-buru membuka gerbang.


"saya ketiduran tuan."

__ADS_1


"Gak apa-apa pak. Hujan kaya gini enak nya tidur kan pak hehe. Maaf mengganggu ya." ucap Kevin sambil tersenyum.


"Oh Dhen Kevin." Menganggukan Kepalanya.


"Saya disini pak. Sementara, Kevin jadi Andreas dulu" teriak Alvin.


"Heheheh "Pak Andi tertawa.


"Yehhh. Keenakan dong. Berangkat pak" Kevin melajukan mobilnya.


"Iya hati-hati pak" ucap Pak Andi Sambil mengangkat tanganya.


"BTW Andreas kapan pulang?" tanya Kevin.


"Jum'at dari Bali nya" jawab Al vin.


"Dia mudik untuk apa?"


"Mulai banyak Tanya" Alvin kesal.


"Viiiiiin " tegur Indah.


"Menikah."


"Lah? Terus kenapa lho gak dateng? Gak diundang ya hahaha" ejek Kevin.


"Yang menikah kakak nya" jawab datar.


"Hmm. Dia seumuran lho. Tapi dulan gue menikah nya.


"Hak orang"


"Iya sih hak orang. Tapi ada belum ada niatan gitu?"


"Ih. Lho berisik fokus aja sih nyetir" ucap Alvin dengan kesal.


"Jadi senang lihatin kalian berdua, kaya abang adek banget ya hihi. Gemes jadinya" ucap mama Indah.


"Hmm" Kevin semakin kencang melajukan mobilnya.


15 menit kemudian Mobil berbelok ke perumahan cempaka. Mama Indah turun dari mobil memakai payung, karena hujan masih turun walapun hanya gerimis. Dokter Kintan sudah menunggunya diteras rumah. Alvin membuka kaca mobilnya.


"Vin, kabarin mama kalau udah jam setengah 11 ya."


"Iya mah. Mama buruan masuk! hujan ini"


"Iya iya" Mama Indah pun masuk ke rumah dan disambut oleh Dokter Kintan.


Didalam mobil.


"Bro?" Panggil Kevin.


"Ya?"


"Itu Dokter anak yang kerja di RS Tante ya"


"Tahu darimana?"


"Gue dulu pernah kesana, waktu anak gue sakit."


"Terus kenapa lho nanya?"


"Dia seumuran lho"


"Terus?"


"Udah nikah punya anak. Kenapa lho belum?"


"Hmm. Gak ada hentinya nanyain gue nikah bro. Sepenting itu kah?"


"Gak juga sih. Pengen aja lihat lho gandeng cewek hahah"


Alvin berdecih.


10 menit sudah berlalu, Alvin dan Kevin sudah sampe, mobil sudah terparkir diparkiran mall. Kemudian mereka terburu-buru masuk pintu mall. Parasnya yang tampan membuat mereka jadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya. Karena merasa gak enak mereka buru-buru naik lift ke lantai 5


Disanalah studio musik berada. Reno dan teman-temanya pun sudah menunggu.


Akhirnya mereka pun melanjutkan kegiatanya.

__ADS_1


__ADS_2