
Tengah hari yang sangat panas di Jakarta.
Alvin memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. Disana sudah ada Andreas yang menunggunya. Sedangkan saat itu Sarah tertidur karena pusing.
Alvin bergeser tempat duduk. Dan Andreas menyetir. Saat Andreas masuk. Dia melihat Sarah yang sedang tertidur. Spontan dia pun menatapnya.
"Siapa wanita itu? Apa yang membuat Pak Alvin cemburu saat masih Di Kalimantan? Apa wanita itu yang dicomblangin Pak Kevin ke Pak Alvin? Hem. Saya pria normal. Dia memang sangat cantik. Bak putri yang sedang tertidur dibawsh cahaya bulan." ucap Andreas dalam hatinya.
Tiba-tiba lamunanya buyar saat Alvin menepuk pundaknya.
"Ndres? Malah ngelamun. Ada apa?" tanya Alvin.
"Eh eh. Maaf. Nggak pa. Siapa wanita itu pak?" tanya Andreas sambil melajukan mobilnya.
"Dia Sarah. Tetangganya bibi. Tinggal serumah." ucap Alvin jutek.
"Oh. Tahu. Tahu. Cinderella nya Kevin ya?" tanya Andreas.
"Kok kamu tahu?" tanya Alvin kaget.
"Sering cerita pak. Sepertinya Kevin sangat sayang sama dia." ucap Andreas mencoba memancing Alvin.
"Mungkin saja." Alvin menyunggingkan bibir.
"Tapi. Sayang nya Kevin. Sepertinya hanya sebatas sahabat baru, pak." ucap Andreas.
"Kenapa?" tanya Alvin penasaran.
"Karena pak Kevin masih trauma sama perceraianya. Dia kan sering curhat." ucap Sarah yang ternyata dia sudah bangun.
"Saraaah?" mereka berdua menengok ke belakang.
"Kenapa? Gak usah kaget gitu hihi. Aku tidak tertidur. Hanya menutup mata saja. Karena terasa perih." ucap Sarah. Sambil menegakan posisi duduknya.
__ADS_1
Alvin tidak menjawab.
"Salam kenal Sarah. Saya Andreas." ucap Alvin melihat kaca spion yang mengarah ke Sarah.
"Salam kenal juga. Pangeran dari Bali. Hihi." ucap Sadah bercanda.
"Terimakasih. Kalau tetangganya bi Ana. Berarti Sarah ini Mojang priangan dong? Kan bibi dari Sunda ya?" tanya Andreas.
"Iya pak. Hihi. Kapan-kapan boleh lah main ke Desa." ajak Sarah.
"Boleh-boleh. Pak Alvin gak diajak kan?" tanya Andreas bercanda.
Alvin hanya melirik Andreas.
"Mana mungkin gak diajak. Pak Alvin kan calon orang sana. Semoga hihi." ucap Sarah.
"Jangan sok tahu kamu Sarah." ucap Alvin jutek.
"Kan saya bilang semoga. Jutek banget pak. Lagi kan siapa yang tahu kedepanya bapa tertarik sama orang sunda. Banyak pak." ucap Sarah.
"Sudah-sudah!" ucap Andreas tersenyum.
"Oh iya pak. Tadi bapa ditanyain pak Kevin. Katanya suruh telpon balik. Maaf saya baru ingat pak." ucap Sarah.
"Ya. Udah saya chat." ucap Alvin jutek.
"Oke." ucap Sarah.
Andres yang mendengarya hanya menggelengkan kepala.
Dreet dreet. Alex mengirim chat ke Alvin.
"Selamat siang.
__ADS_1
Vin? Ini Om Alex. Rei baru saja kirim nomor kamu." balas Alex.
"Oh iya om. Saya save ya om. Apa om sudah sampe?" balas Alvin.
"Belum. Ini lagi di Restoran. Makan dulu vin. Kamu udah makan vin? Kalau belum kesinilah!" ajak Alex. Send.
"Belum om. Ini Sarah lagi sakit. Mau langsung ke rumah om. Lain waktu ya om." balas Alvin tersenyum.
"Kalau boleh tahu. Sarah itu gadis yang tadi ikut ke makam?" balas Alex penasaran.
"Iya om." balas Alvin.
"Luar biasa. Itu calon kamu ya vin? Cantiknya luar dalam dia." ucap Alex.
"Hemm. Tadinya saya memang tertarik om sama dia. Pengen diseriusin. Tapi itu sebelum saya tahu. Kalau dia menjalin kasih sama anak om. He." balas Alvin.
"Hah? Serius kamu vin?" tanya Alex.
"Iya om. Maafya om. Saya lebih baik jujur. Tapi jangan sampai bocor ya!" pinta Alvin.
"Emoticon tertawa. Iya iya vin. Yasudah lain waktu cerita lagi ya vin. Bertemu kalau bisa." balas Alex.
"Siap-siap om." balas Alvin.
Alex tidak membalas lagi.
"Rei? Bagaimana ini bisa terjadi? Jujur ini bukanlah sinetron Rei. Tapi kenapa seperti drama? Bisa kebetulan seperti ini? Papa pastikan akan membahas ini sama kamu Rei." batin Alex dan melanjutkan makan.
"Maaf om. Kita memang baru bertemu. Jujur. Saya sangat tertutup om. Tapi rasa cemburu dan kecewa. Menjadi alasan saya harus menceritakanya. Tidak bermaksud apa-apa. Hanya agar hati sedikit lega om. Maaf." batin Alvin.
Saat dia tidak sengaja melirik Sarah dari kaca spion. Pikiranya kembali campur aduk.
"Ada apa dengan saya? Kenapa saya tidak bisa mengendalikan perasaan saya. Ayolah vin. Dia wanita baru kemarin sore. Baru sebentar kamu mengenalnya. Ah. Tapi. Apa ini? Rasanya sangat sulit membuang perasaan itu? Apa secepatnya saya harua punya wanita? Ah tapi. Itu kan tidak mudah. Tapi saya gak bisa sepertiini terus. Apa saya istiharah kan saya dia. Agar hati saya senang." batin Alvin.
__ADS_1
Sarah yang sedang menatap kaca mobil. Dia teringat kejadian saat Rei tiba-tiba menggendongnya didepan Alvin.
"Ya Allah. Kenapa aku masih mengingat itu? Kenapa aku tidak merasa senang saat Rei menggendong aku didepannya? Apa ini? Apa perkataanku waktu itu benar. Bahwa rasaku perlahan lebih besar kepadanya dari pada kepadamu Rei. Ya Allah. Aku mohon jangan ada hati yang terluka." batin Sarah.