Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Sarah ke Apartement Alvin?


__ADS_3

Malam hari di Jerman


Terlihat Amanda yang sedang menyuapi makan Alexandar (Suaminya) ditempat tidur. Alexandar yang baru malam itu merasa mendingan dari sakitnya, menyenderkan tubuhnya yang masih ngilu.


"Sudah kenyang mah." sambil menolak suapan bubur dari Amanda.


"Yaudah pah. Ini juga tinggal dikit lagi." ucap Amanda menyimpan sisa bubur dimeja dan mengambilkan air putih.


Saat Alex meminum air putih. Amanda tiba-tiba terdiam. Ikut menyenderkan diri sisebelah suaminya. Dia hanya menatap lampu yang indah dikamarnya.


"Kenapa mah? Tumben kurang ceria? Apa cape? tanya Alex.


"Hem. Aku kangen sama anak kita pah."


"Gimana kabarnya?" tanya Alex.


"Apa papa tidak pernah menghubunginya?" tanya Amanda.


"Sebulan yang lalu. Sehari setelah mama kamu meninggal mah." ucap Alex santay.


"Pah? Apa aku berhenti saja sebagai Desaigner? Dan Fokus ngelola Hotel yang di Jakarta?" tanya Amanda.


"Baru terasa kan kalau kamu terlalu sibuk? Dan tidak ada waktu untuknya?" tanya Alex menatap Amanda.


"Pah?" Amanda belum selesai berbicara.


"Kamu tahu mah? Saya hampir setiap hari menelpon Hendra untuk menanyakan kabarnya. Mungkin Rei tahunya saya sangat tidak memperdulikanya? Tapi lihat hasilnya! Dalam usianya yang masih muda dia sudah menjadi Seorang Dosen. Dan nanti, papa akan menyuruh dia melanjutkan kuliahnya." ucap tegas Alexandar yang selalu mengedepankan pendidikan.


"Kuliah dimana pah?" tanya Amanda.


"Reicard Putra Alexandar. Nama yang sangat gagah kan mah? Dia akan kuliah S3 nya disini. Dan nantinya akan menggantikan posisi papa disini mah. Mama tahu sendiri 4 tahun lagi papa pensiun." ucap Alxandar dengan bangga.


"Apa dia akan setuju?" tanya Amanda.


"Tentu. Setelah dia tahu bahwa saya sebagai papanya tidak pernah menelantarkanya." ujar Alex.


"Hem. Kapan kita akan menceritakan semuanya pah?" tanya Amanda.


"Akhir tahun ini. Kita akan merayakan natal disana." ucapnya.


"Baiklah. Apa minggu depan kita jadi terbang kesana pah?" tanya Amanda sedikit memohon dengan mimiknya.


"Ya. Kita bikin kejutan buat dia." ucap Alex tersenyum.


"Pah untuk profesiku yang tadi disinggung diawal. Aku sudah putuskan untuk berhenti. Apa Hotel di Jakarta sudah atas nama Reicard?" tanya Amanda.


"Itu sudah dari dulu. Kemana aja kamu baru nanyain?" tanya balik Alex jutek.


"Hehe." Amanda tidak menjawab hanya tertawa dan menyenderkan kepalanya ke Alex.


Di Restourant favorit.


Waktu sudah menunjukan pukul 15:30 WIB.


Truut truuut truut

__ADS_1


Alvin yang sedang tertidur terpaksa mengangkat telponya.


"Ya bi?" jawab Alvin.


"Tuan. Tadi nyonya pergi ke Restourat. Terus katanya suruh jemput sekarang." ucap bi Ana.


"Berangkat sama siapa tadi? Kenapa gak bawa mobil?" tanya Alvin.


"Sama dhen Kevin tuan. Tadi dhen Kevin buru-buru pulang ditelpon nyonya Sonia. Tapi tuan tadi tidur. Jadi gak pamit dulu." ucap bi Ana menjelaskan.


"Ya bi." ucap Alvin lalu mematikan telponnya.


10 menit kemudian.


Alvin sudah siap di mobilnya.


Trut trut


"Ini mau kesana mah." ucap Alvin mengangkat telponnya.


"Tunggu vin ih." ucap Indah.


"Apalagi mah?" tanya Alvin kesal.


"Ajak Sarah! Mama udah janji mau ngajak dia jalan-jalan. Kamu juga janji kan mau jalan-jalan sama mama kalau udah disini. Ingat gak?" ucap Indah. Dan mematikan telponya.


Tut tut tut


Alvin belum menjawab. Indah sudah mematikan telponnya.


_Biar jutek. Alvin orang nya penurut loh_


Tuk tuk tuk


Sarah yang sedang menulis dibuku harianya dan masih memakai mukena langsung membukanya. Dan alangkah terkejutnya dia melihat Alvin sudah berdiri didepanya.


"Oh ya ampun bahagianya aku. Dia kalau memakai celana panjang dan baju panjang yang dipadukan dengan rompi rajut seperti ini. Menambah aura ketampananya." ucap Sarah dalam hatinya.


"Sudah saya bilang. Jangan menatap saya seperti itu!" ucap Alvin.


"Hem. Maaf pak. Ada apa bapak kesini?" tanya Sarah.


"Ganti pakaian kamu! Jangan terlalu sexsi! Mama mau ngajak jalan-jalan.


"Tapi." Sarah belum selesai berbicara.


"Gak usah ada alasan. Saya tunggu dibawah" Ucap Alvin singkat dan berlalu meninggalkan Sarah.


Karena gak enak menolak Sarah pun langsung mengganti pakaiannya.


Beberapa menit kemudian. Dia sudah siap dengan pakaiannya yang memakai baju dres panjang bunga-bunga dari bahan katun. Bentuk tanganya hanya setengah lengan. Cocok dengan gaya rambutnya yang disanggul. Namun membiarkan anak rambutnya terurai.


_Tahu baju barby kan? Seperti itu kurang lebih. Sarah tidak punya baju bagus lagi. Kalau pakai baju dari Indah. Dia merasa malu._


Karena Alvin sudah menunggu. Dia buru-buru menuruni anak tangga.

__ADS_1


Saat sudah depan pintu mobil. Alvin yang melihatnya dari kaca mobil sangat takjub kepadanya. Namun seperti biasa, dia selalu dingin tidak pernah memuji.


Alvin membuka pintu mobil depan.


"Ayo masuk!" ajak Alvin.


Tanpa pikir panjang dia pun masuk.


Dan menyimpan hpnya kursi tempat duduknya.


"Kita jalan kemana pak?" tanya Sarah mencairkan suasana yang beku.


"Gak tahu mama." jawab Alvin jutek.


"Tante emang dimana?" tanya Sarah.


"Restourant." ucap Alvin.


"Oh yang kita pertama kali bertemu ya? Eh ya ampun. Maaf mulutku lemes kadang-kadang hehe." ucap Sarah sambil menutup mulutnya karena keceplosan.


Sarah melirik Alvin yang tidak menjawab dan fokus melihat ke arah depan.


"Gawat. Nih jantung kembali berdebar." ucap Alvin dalam hatinya.


Dret dret dret


Suara hp berbunyi


"Ya mah?" jawab Alvin.


"Vin langsun ke cafe biasa yah. Kamu kelamaan jadi mama sudah disini. Tadi bareng teman mama." Belum Alvin menjawab telpon sudah dimatikan.


"Mama kebiasaan." umpat Alvin.


Bruuk bruk bruk


Suara kecelakaan di belakang mobil mereka.


Sarah yang sedikit menengok ke belakang melihatnya dan dia langsung menjerit ketakutan.


"Aaaaa aaa tolong pak. Tolong. Aku takut. Aku takut. Aku gak mau lihat." Sarah teriaķ menutup telinga dan menggelengkan kepalanya. Tidak berapa lama dia tidak sadarkan diri.


Alvin yang melihatnya sangat shok. Dia buru-buru memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. Karena kendaraan sangat ramai. Alvin hanya membenarkan posisi Sarah yang pingsan dan menyender ke dekat kaca mobilnya. Setelah itu, dia melajukan mobilnya kembali berniat mencari tempat yang aman.



Ilustrasi Apartemen Alvin.


Beberapa lama kemudian dia pun memberhentikan mobilnya di Apartement. Tidak ada pilihan lain, karena dia yang sangat kaget dan tidak bisa berpikir panjang.


Sarah yang masih pingsan digendongnya dan dia langsung ke Lift menuju ke lantai 3.


Ting pintu lift terbuka.


Lalu buru-buru dia membuka pasword Apartemenya. Setelah pintu terbuka. Dia langsung membaringkan tubuh Sarah.

__ADS_1


Disana tidak ada Andreas. Biasanya minggu sore Andress kumpul bersama teman-teman Gereja nya.


Alvin langsung mencari tempat p3k untuk mencari minyak angin.


__ADS_2