Jodohku Sang Pewaris

Jodohku Sang Pewaris
Alvin disuruh Nikah


__ADS_3

Kevin yang duluan keluar langsung mengeluarkan kunci mobil, lalu kunci itu diangkat ke atas. Saat Alvin baru saja keluar dia langsung bertanya.


"Apa?"


"Gak lihat ni kunci?" tanya Kevin.


"Terus?"


Kevin tidak menjawab hanya menaik-naikan alisnya dan sesekali melirik kunci mobilnya, tanpa kata-kata dengan tatapannya yang tajam Alvin pun langsung membawa kuncinya dan memarkirkan mobil.


"Faham juga dia" ucap Kevin sambil berlalu naik ke mobil.


Didalam mobil


"Musik dong!" titah Kevin.


"Gaklah. Berisik"


"Hmm" Kevin melihat ke atas kaca mobil, sambil menyenderkan diri dan merapatkan kedua tangannya lalu dijadikan alas kepala untuk tertidur.


"Gue besok berangkat sore, Andreas udah di apartement" ucap Alvin yang fokus menyetir


"Katanya dia baru mau berangkat hari Jum'at"


"Gak jadi."


"Seminggu doang kan di Kalimantan?"


"Iya."


"Hmm. Ingat ya! Masih ada utang si bunga mawar" ucap Kevin sambil tersenyum ngeledek.


"Apa itu?"


"Usai pulang darisana, turuti 1 permintaan gue selama sebulan"


"Masih ingat aja"


"Masihlah. Lumayan buat ngerjain lho"


"Hmm. Gak ada bosanya"


"Gak akan ada untuk lho mah"


"Berisik. Udah lho kalau cape tidur."


"Heuh" Kevin memejamkan matanya


Alvin fokus menyetir sampai 15 menit. Tak terasa dia sudah sampe depan rumah Dr Kintan untuk menjemput mamanya.


Tid Tid tid


Suara klakson berbunyi


Mamanya belum keluar.


Tid tid tid


Masih belum keluar.


Kevin yang tertidur terbangun.


"Berisik banget yah. Telpon lah" Dengan mata masih terpejam.


"Mama lama banget belum keluar juga"


"Ya coba telpon!" titah Kevin.


Alvin mengeluarkan hp dari saku celananya.


Saat dia akan menelpon mama nya, terlihat banyak panggilan suara dari nomor baru.


Namun, Alvin tetap menelpon mama nya. Belum mengecek siapa yang menelponnya sampai berkali-kali.


Trut trutt trut


Handphone berdering


Tidak ada jawaban.


Trut truut truut


Masih tidak ada jawaban.


"Ih. Mama kemana sih?" Alvin kesal.


"Masih gak diangkat?" tanya Kevin.


"Nggak. Gue jadi khawatir, biasanya mama kalu gue telpon langsung jawab" menaruh handphone sambil menyenderkan badanya


"Buka kunci!" titah Kevin.


Alvin membuka kunci mobil nya dan Kevin keluar menuju pintu rumah Dr Kintan.


Saat Kevin ke rumah nya Dr Kintan


Belum bel dipencet, pintu sudah dibuka.


"Oh maaf!


"Maaf cari siapa?" tanya wanita yang hampir seumuran Bi Ana

__ADS_1


"Maaf. Tadi ada tamu ya bu kesini, namanya Indah Wijaya?" tanya Kevin


"Oh iya. Kalau boleh tahu Dhen ini anaknya?"


"Bukan bu. Anaknya ada di mobil"


"Sebenarnya, sekitar 10 menit yang lalu. Dr Kintan dan supirnya ke Rumah Sakit."


"Loh untuk apa?" Kevin Kaget.


"Saat nyonya Indah lagi gendong bayi nya Bu Dokter. Dia sempet menangis. Kemudian duduk disofa, bayi nya dikasih ke saya. Baru dua menit saya gendon bayi,ada suara handphone terjauh. Pas saya lihat nyonya sudah pingsan dhen."


"Rumah sakit mana bu?"


"Kurang tahu saya dhen. Oh iya, tadi kan sebelum berangkat Bu Dokter nelpon anaknya nyonya Indah dulu. Tapi gak diangkat-angkat"


"Yaudah makasih ya bu" Kevin buru-buru menghampiri Alvin.


"Iya dhen."


Kevin membuka pintu mobil, hingga Alvin hampir terjatuh.


"Hati-hati! Ngapain sih lho?" Alvin kesel


"Geseran lho! Gue yang nyetir"


"Emang kenapa?"


"Buruan!"


Alvin tidak menjawab dan langsung bergeser duduk dikursi bekas Kevin.


Kevin memarkirkan mobilnya, lalu dia menyuruh Alvin untuk mengecek handphone nya.


"Coba cek! Ada yang nelpon gak nomor baru?"


"Ada. Mau ngapain?" tanya Alvin.


"Coba telpon gue yang ngomong?"


"Ngapain sih loh? Mama gue mana?" tanya Alvin sambil memberikan handphone nya pada Kevin


Trut trut truut


"Hallo? Ini Pak Alvin ya?" Suara Dr Kintan.


"Bukan. Tolong sharelok ya bu" titah Kevin


"Iya."


Dr Kintan pun menshare lok Rumah sakit nya.


Brgegas Kevin langsung melajukan mobilnya.


"Tante dibawa ke RS 10 menit ang lalu katanya"


"Hmm. Pasti hb nya turun lagi. Mama terlalu banyak fikiran." ucap Alvin sambil mengecek hp nya.


"Mikirin lho belum nikah-nikah haha."


"Masih aja bercanda" Alvin menyunggingkan bibirnya.


Alvin menghubungi Andreas.


"Besok habis bawa berkas tolong ke rumah bawa mobil. Langsung jemput saya di RS. Nanti saya sharelok" Andreas yang sedang online langsung membalasnya.


"Iya tuan. Kalau boleh tahu siapa yang sakit?"


"Mama" balas Alvin.


"Iya tuan. Besok saya kesana"


Alvin tidak membalasnya hanya di read.


Saat pintu rumah sakit dibuka, semua yang ada disana sangat terpesona oleh ketampanan Alvin, melihat hal itu dia sudah biasa. Dia langsung menelpon Dr Kintan


Truuuut


Telpon langsung dijawab.


"Hallo?" Suara Dr Kintan.


"Dimana kamarnya?"


"Dilantai dua. Kamar mawar no 11."


Kevin yang sudah ada dibelakang mengikutinya. Pintu kamar dibuka, Alvin dan Kevin masuk. Masuk mendekat ke tante Indah yang sudah bangun, dengan selang infusan dan oksigen.


"Tante?" Sambil memegang jari tangan tante Indah dengan lembut.


"Kevin?" Indah tersenyum.


Dr Kintan, Indah, dan Kevin melihat ke arah Alvin yang hanya berdiri menatap mama nya tanpa sedikit kata pun yang terucap. Dr Kintan menghampirinya.


"Pak Alvin?" SapaDr Kintan


"Apa hb nya udah dicek?" tanya Alvin.


"Sudah pak."


"Berapa?

__ADS_1


"8,11 pak"


Alvin menghampiri mama nya, sedangkan Kevin mengajak Dr Kintan keluar.


"Vin. Maafin mama" Dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa yang mama mau?" Sambil melihat selang infusan.


"Mama hanya teringat papa" Tak terasa air mata menetes.


"Apa yang mama mau?"


"Mama terlalu banyak fikiran vin, mama juga merasa kesepian" Tanganya menghapus air matanya.


"Ma? Sangat berat untuk aku bangun setelahpapa pergi. Aku hapir putus asa setelah kepergianya, tapi aku ingat ada mama yang harus aku perhatikan" Beralih menatap Mamanya dengan wajahnya yang tampan menahan kesedihan.


"Mama kesepian vin. Kamu anak satu-satu nya. Mama butuh hiburan" Indah menangis menahan sesegukan.


"Apa Alvin harus menikah ma? Dengan waktu yang sesingkat ini? Dan dengan padatnya kerjaan di perusahaan." ucap Alvin sambil berdiri dan membelakangi mama nya.


"Mama,"


Belum selesai berbicara, Alvin memotong nya.


"Besok juga Aku harus ke Kalimantan ninggalin mama. Terus gimana sekarang? keadaan mama yang tadinya baik malah ada disini sekarang?"


"Mama kuat vin. Mama hanya butuh istirahat. Kamu harus tetap ke Kalimantan, biarkan mama disini. Masih ada Aira sama Kevin yang udah mama anggap sebagai kakak dan adik kamu" Berusaha tersenyum


"Baik. Besok aku berangkat sore sama Andreas. Mama jangan banyak fikiran lagi!"


"Dimana asistant kamu sekarang?"


"Di Apartement ma. Malam ini aku temanin mama disini. Kevin biar dia pulang, dirumah kan ada bi Ana. Dia juga lagi banyak kerjaan" ucap Alvin kembali mendekati mama nya.


"Maaf mama merepotkan kamu vin."


"Udah biasa ma" Alvin tersenyum manis


"Kamu udah bisa bercanda."


"Hmmm.Tidurlah ma, aku mau nemuin Kevin dulu"


Diluar Kevin bersama Dr Indah sedang mengobrol.


"Enak ya kalau udah nikah ada yang merhatiin" ucap Kevin sambil tertawa.


"Ya enak gak enak sih hihi."


"Gimana kabar anaknya pak Kevin?"


"Semoga baik"


"Loh kok semoga? Apa gak serumah? Maaf kalau lancang pak"


"Udah pisah, sekitar 5 bulan yang lalu"


"Semoga mendapatkan yang lebih baik pak"


"Terimakasih"


Tring tring


Handphone Dr Kintan berbunyi,tanda notifikasi masuk.


Dr kintan membaca nya


" Hmm. Pak Kevin? Bayi saya menangis terus, dia butuh saya. Saya mau pamit duluan, tolong sampaikan nanti ke Bu Indah sama Pak Kevin ya."


"Pak Alvin bu Dokter"Saambil tertawa kecil.


"Oh iya ya ampun. Hampir sama sih"


"Gak apa-apa bu"


"Yaudah saya duluan ya pak"


"Iya bu. Hati-hati!"


"Iya pa."


Dr Kintan pun pulang bersama supirnya. Baru beberapa menit Dr Kintan pulang. Kevin yang lagi duduk berdiri untuk masuk ke dalam. Tapi Alvin lebih dulu, membuka pintu Kevin pun duduk kembali. Lalu Alvin duduk disebelah Kevin.


"Kenapa?"


"Gue besok jadi pergi, titip mama ya!"


"Yang fiks nya lho kapan balik?"


" kalau gak sabtu ya minggu"


"Oke deh"


"Gue mau nginep disini. Lho juga kan lagi banyak kerjaan, lho pulang aja. Disana kan ada bi Ana"


"Hmm iya deh. Lho gak apa-apa sendiri?"


"Nggak."


"Kunci mobil mana?"


"Lho yang nyetir" Sambil berlalu meninggalkan Kevin dan masuk kembali.

__ADS_1


"Hmm masih bisa fokus juga dia" gumam Kevin. Dia pun pulang ke rumahnya Alvin.


__ADS_2