
Dirumah Alvin
Waktu menunjukan jam 10:15 wib.
Terlihat dia yang baru saja bangun dengan hanya memakai celana pendek dan kaos putih. Dia sedang menuruni tangga dan menelpon seseorang.
"Dimana? Gue baru bangun cape banget." ucap Alvin.
"Gue bentar lagi sampe. Matiin dulu." ucap Kevin yang memakai earphone dan sedang menyetir. Dia memarkirkan mobilnya ke arah rumah Alvin.
_Oh ya ampun. Kevin tu yang nelpon. Ada taktik apa lagi ya dia? Haha. Siap-siap lho vin_
Alvin menaruh hpnya dimeja makan. Saat dia membuka tudung saji. Makanan sudah siap dihidangkan. Namun yang bikin dia aneh, dirumahnya sangat hening. Tidak ada suara orang sedikitpun. Lalu dia mencari ke dapur. Karena tidak ada, dia cari ke kolam renang dan taman. Masih tidak ada juga. Akhirnya dia membawa hpnya keluar dan menunggu Kevin didepan pintu.
Truut truut (Alvin menelpon Indah)
"Hallo mah?" sapa Alvin.
"Iya sayang. Jangan nelpon dulu. Nih, mama lagi nyetir abis joging." ucap Indah dan mematikan telponnya.
Karena telpon dimatikan. Alvin berjalan untuk menghampiri pak Andi. Untuk menanyakan keberadaan Bi Ana.
_Keberadaan bi Ana apa Sarah sih vin? Hahahahaha_
"Pak? Bibi kemana? Saya mau jus." ucap Alvin.
"Eh tuan. Bibi sama neng Sara lagi belanja." ucap Pak Andi.
Suara klakson berbunyi.
Kevin datang
"Widih. Kemana lho?" tanya Kevin.
Alvin tidak menjawab. Dia sedang menelpon Andreas
"Hallo. Dimana?" tanya Alvin.
"Masih di Gereja pa. Bentar lagi mau jemput bibi ke Pasar." ucap Andreas yang sedang berada di Gereja.
"Gak usah buru-buru! Biar saya yang jemput." Alvin mematikan telponnya.
Andreas merasa kebingungan. Namun dia cuek-cuek saja. Dan kembali masuk ke dalam Gereja.
Kevin baru saja turun dan memberhentikan mobilnya depan pos security langsung. Namun, Alvin meminta agar Kevin memberikan kunci mobilnya.
"Kunci!" ucap Alvin.
"Kemana lho? Gue baru dateng." ucap Kevin sambil melemparkan kunci mobilnya ke Alvin.
"Pasar jemput bi Ana." ucap Alvin dan langsung memarkirkan mobilnya keluar.
"Emang bibi ke pasar sama siapa?" tanya Kevin.
"Neng Sarah dhen." ucap Pak Andi.
"Waduh. Vin gue aja yang jemput. Modus lho modus." teriak Kevin.
Namun Alvin membiarkanya dan buru-buru pergi.
15 menit kemudian.
Trut trutt
__ADS_1
"Tuggu neng! Tuan nelpon nih." ucap bi Ana kepada Sarah ketika mereka sedang mengobrol.
"Iya tuan. Kenapa?" tanya bi Ana.
"Dimana bi?" tanya Alvin.
"Ini lagi nungguin Andres ditempat biasa tuan." ucap bi Ana.
"Ya." Alvin mematikan telponya.
Tidak sampai 5 menit mobil mewah berwarna hitam berhenti didepan mereka. Bi Ana dan Sarah hanya berdiri seperti orang kebingungan.
"Bi apa itu mobilnya?" tanya Sarah.
"Bukan. Mobilnya yang biasa dipakai tuan kok. Apa kamu pernah lihat?" tanya Bi Ana.
"Nggak. Eh tunggu **. Tapi aku kaya kenal mobil itu bi. Kayanya mobil pak Kevin. Waktu aku mau ngelamar kerja pakai yang itu." ucap Sarah.
Tak lama kemudian, Alvin membuka kaca mobil dan memanggil nama bi Ana.
"Bi?" panggil Alvin.
"Eh tuan. Kirain siapa." sambil mendekat.
"Udah semua belanjanya?" tanya Alvin.
"Udah tuan." ucap Bi Ana.
Sarah hanya ngelihatin, sambil tersenyum. Namu, saat Alvin mau memasukan belanjaan ke bagasi dia tidak sengaja melirik Sarah. Sarah tersenyum sambil sedikit menganggukan badan. Tapi, Alvin tidak tersenyum dia hanya membuang muka dan buru-buru memasukan belanjaan ke bagasi dibantuin bi Ana. Sarah yang melihatnya merasa sedih.
"Pak Alvin kenapa ya? Seperti tidak suka melihat aku?" batin nya.
Alvin menggeser pintu mobil belakang agar bi Ana dan Sarah masuk. Ketika Alvin dan bi ama sudah masuk. Sarah masih diluar dan berdiri sambil ngelihatin. Bi Ana yang melihatnya teriak dari mobil.
Sarah hanya tersenyum. Dan melihat ke arah Alvin yang super jutek dan tanganya udah siap untuk menyetir.
"Pak Alvin? Boleh saya ikut naik mobil ini?" tanya Sarah.
"Kalau kamu pakai angkot. Memangnya tahu jalan?" jawab Alvin jutek dan masih melihat ke arah depan.
"Jadi boleh?" tanya Sarah.
Bi Ana yang sudah didalam hanya sedikit menegadahkan kepalanya dan bergantian melirik Alvin terus melirik Sarah sambil tertawa kuda.
"Masuklah!" titah Alvin.
Ketika bi Ana mendengarnya. Dia langsung buru-buru menekan kunci pintu mobil. Yang spontan pintu mobil itu tertutup.
"Aduh tuan. Maaf, tadi gak sengaja kepencet. Apa boleh kalau neng Sarah didepan aja? Ayo Tuan! Maaf buka pintu mobilnya. Kasihan udah kepanasan. Keringatnya udah pada menetes.
Keringat Sarah udah pada menetes, terlihat dari pinggiran rambutnya yang diikat rapih.
Alvin tidak menjawab. Dia langsung membuka pintu mobilnya.
"Aduh bi. Pasti sengaja." batin Alvin.
"Masuk!" titah Alvin.
Melihat Alvin yang jutek. Sarah buru-buru masuk.
"Terimakasih pak!" ucap Sarah sambil tersenyum.
Alvin tidak menjawab. Mobil sudah dilajukan. Saat tidak ada obrolan apapun hanya ada suara mesin mobil. Dia sengaja melihat Bi Ana ke belakang. Pas dilihat bi Ana tertidur.
__ADS_1
_Padahal cuma pura-pura guys hahaha_
Sarah pun duduk dan kembali menyender. Sesekali dia melirik Alvin yang super jutek.
_Padahal si Alvin gerogi guys_
Untuk menghilangkan kecanggungan Sarah mencoba mengobrol.
"Pak, boleh saya bertanya?" tanya Sarah.
"Kenapa?" tanya Alvin.
"Emang bapa jutek ya?" tanya Sarah.
Sopontan Alvin mengerutkan dahi. Sedangkan bi Ana yang pura-pura tidur keceplosan malah tertawa. Karena takut ketahuan bi Ana pura-pura tidur lagi.
Alvin dan Sarah saat bi Ana tertawa spontan menengok ke belakang. Dan mereka bingung. Apa bi Ana mimpi apa gimana.
"Aduh. Malu deh. Neng Sarah ngapain sih nanya gitu? Aduh" batin bi Ana.
"Kenapa memangnya?" tanya Alvin.
"Nggak bingung aja. Kadang jutek kadang nggak. Sebenarnya bapa seperti apa orangnya?" tanya Sarah.
"Sepenting itu kah pertanyaan kamu?" tanya Alvin.
"Karena Saya ingin tahu." jawab Sarah polos.
"Nanti juga tahu." ucap Alvin.
"Nih cewek udah bikin gerogi. Nanya mulu lagi." batin Alvin.
"Ya ampun. Kenpa aku bisa bertanya seperti itu? Sejauh itukah aku ingin tahu? Oh tidak-tidak." batin Sarah.
Oho oho
Suara bi Ana batuk.
"Aduh maaf ketidurab bibi." ucap bi Ana.
"Iya bi. Enak kali bi, panas-panasan tadi terus langsung kena AC. Iya kan pak?" ucap Sarah.
"Ya." Alvin masih jutek.
"Hehe. Tumben tuan yang jemput. Biasanya kan Andreas." ucap bi Ana.
"Dia masih di Gereja." ucap Alvin.
"Yah. Padahal aku ingin tahu pak Andreas yang mana. Kata bibi orang Bali. Pasti kaya orang Bule ya bi?" tanya Sarah.
Alvin tiba-tiba merasa panas hati.
"Ganteng banget neng. Tapi tuan lebih ganteng kayanya." ucap bi Ana sambil tersenyum.
"Iya. Pak Alvin tampan. Tapi agak jutek. Bercanda pak." ucap Sarah tertawa kuda.
Alvin hanya memutarkan bola matanya.
Dreet dreet dreet
Panggilan masuk di hp Alvin
"Tunggu mah. Ini udah mau sampe." Angkat Alvin pakai satu tangan. Dan tangan yang satunya masih menyetir.
__ADS_1