Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
friend with benefit Versi halal


__ADS_3

"Mandi lah dulu, aku tidak di sentuh oleh mu yang masih bau keringat" ucap Valerie yang langsung terdiam saat menyadari bahwa ucapan nya mengandung ajakan yang membuat Wil mendekat ke arah nya.


"Apa kamu tidak tidur karena menunggu ku untuk menyenangkan mu" goda Wil sambil tersenyum yang tersungging.


"Buukkkaannnn.... seperti itu" elak Valerie sambil menahan malu nya.


"Lalu seperti apa?" desak Wil yang entah kini memiliki hobi baru untuk menggoda istrinya.


"Mandi lah dulu aku akan menyiapkan air dan juga baju ganti untuk mu"


"Aku bisa sendiri"


Tolak Wil yang beranjak dari sana menuju kamar mandi, Valerie yang mendapatkan penolakan dari Wil hanya diam saja, dia tidak bisa memaksa Wil untuk menerima semua apa yang ingin dia lakukan.


Valerie masih duduk di sofa sambil mengecek laporan yang tadi di kirim oleh Mikha pada nya, dia yang terlalu serius sampai tidak menyadari bahwa suaminya itu telah berada di samping nya.


"Apa ku tidak ingin tidur?" tanya Wil yang membuat Valerie terjingkat kaget.


"Astaga, kamu mengagetkan saja"


Wil merebut laptop mik Valerie, menutup nya, dan menyimpan nya di atas meja, dia yang sejak tadi ingin mencicipi kembali tubuh istrinya pun, langsung menarik nya ke atas ranjang.


Lenguhan dan ******* kedua nya pun memenuhi kamar tersebut, mereka sama-sama mendaki puncak kenikmatan yang tersaji di depan mata mereka, bukan hanya satu dua kali mereka melakukan kegiatan yang menguras tenaga sampai mereka benar-benar terpuaskan satu sama lain.


Meski tanpa cinta, kedua nya saling bisa mengerti satu sama lain, di mana pernikahan mereka memang bukan keinginan mereka tapi untuk orang lain yang berharga dalam kehidupan mereka.


Baik Wil ataupun Valerie mereka tidak menyalahkan satu sama lain karena mereka menyadari bahwa mereka menyetujui pernikahan ini terlepas apa pun itu, bisa di ibaratkan mereka melakukan hubungan friends with benefit tapi dalam status yang halal.

__ADS_1


Sampai di pagi hari Valerie bangun terlebih dahulu, dia turun dari tempat tidur nya, mengenakan kembali baju nya yang berserakan di lantai akibat ulah suami nya.


Valerie turun menuju lantai dasar, dia ingin menyiapkan sarapan untuk suami dan juga mertuanya, tapi rupanya dia sudah terlambat karena sarapan pagi sudah tersedia di atas meja.


"Aku bangun kesiangan bik, sampai tidak sempat membantu bibik memasak" Seru nya pada Bik nah yang menaruh mei goreng di piring.


"Tidak perlu sungkan Non, ini sudah pekerjaan Bibik, lebih baik Non mandi saja, dan bersiap ke kantor" tutur Bik Nah yang di angguki oleh Valerie.


Merasa tidak ada yang harus di lakukan Valerie memutuskan kembali ke kamar, dia akan mandi terlebih dahulu sebelum membangun kan suami nya.


Saat Valerie sampai di kamar dia melihat suaminya itu masih bertahan di posisi yang sama saat dia tinggal kan, dia bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Valerie yang sedang mandi di kejutkan oleh seseorang yang langsung memeluk nya dari belakang yang ternyata itu adalah ulah dari suaminya.


"Apa yang kamu lakukan?" ketus Valerie saat tahu siapa yang memeluknya.


Plak........


"Tolong kondisi kan tangan anda Tuan Wil"


"Memang nya kenapa dengan tangan ku, aku hanya memijat nya, siapa tahu di pegal karena semalam aku menghisap nya dengan kuat.


Grep....


Valerie yang akan memprotes apa yang di lakukan Wil pun tertahan, kedua tangan nya di satu oleh Wil di atas kepala nya dengan bibir yang langsung di bungkam oleh bibir Wil dengan begitu nafsu nya.


Bahkan tubuh nya juga di kunci oleh suaminya itu hingga dia tidak bisa bergerak sama sekali, Valerie hanya bisa melotot kan mata nya sebagai bentuk protes nya, sementara Wil dia sama sekali tidak peduli apa pun, yang ada di dalam benak nya hanya ingin mengulang lagi dan lagi kegiatan favorit nya saat ini.

__ADS_1


Merasa tidak ada perlawanan dari Valerie Wil pun memperluas jelajah nya menuju leher Valerie dan menghisap nya dengan sedikit kasar yang membuat Valerie meloloskan ******* nya.


Mendengar suara ******* istrinya membuat Wil semakin bersemangat untuk memberikan kepuasan pada istrinya, kini Wil sudah sampai di gundukan yang sejak tadi mengejek nya itu, tanpa basa-basi dia langsung melahap nya dengan satu tangan yang lain meremas nya.


Di hisap nya dengan penuh perasaan, hingga alunan suara dari istrinya tidak pernah putus, dan terus mengalun merdu di telinga nya, dia terus melakukan nya sampai waktu mandi yang seharusnya memakan waktu dua puluh menit itu berubah menjadi satu jam akibat ulah suami nya.


Mereka keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang berbeda, Wil dengan senyum kemenangan sementara Valerie dia memanyunkan bibirnya karena terlalu lama di kamar mandi menuruti keinginan istrinya.


"Kondisi kan bibir nya, apa kamu masih kurang puas, kalau masih mau dengan senang hati aku mengabulkan nya"


Valerie tidak menjawab dia hanya melengos, dan pergi meninggalkan suami nya yang menatap nya masih dengan penuh minat.


Entah keberanian dari mana yang merasuki Valerie hingga dia dengan berani nya melepas handuk nya secara perlahan dan menjatuhkan nya di lantai, dia kembali mendekati suami yang berdiri tidak jauh dari nya itu dengan membawa baju di tangan nya, tangan nya terulur kearah senjata perang suaminya yang masih terbungkus handuk tersebut.


Dia terus membelai nya sampai senjata itu kembali aktif dan bersiap memuntahkan peluru nya, Valerie terus melakukan nya sampai satu ******* lolos dari mulut suaminya itu.


Bahkan wajah Wilmar terlihat memerah dengan nafas yang sedikit memburu, Valerie menyunggingkan senyum saat itu, Melihat suami nya di kuasai nafsu nya dia melepaskan pegangannya dan berlari menuju kamar dan meninggalkan suami di sana.


"Valerieeeeeee"


Suaranya teriakan Wil terdengar menggema di sana, dia yang sedang berada di puncak nafsu nya itu di tinggalkan begitu saja oleh Valerie dengan rasa tidak bersalah nya.


Valerie berada di dalam kamar mandi, dia tidak berani keluar dari sana setelah mengerjai suaminya, Wil yang berniat mendobrak pintu kamar mandi pun urung saat ponsel nya berbunyi.


Wil mengangkat panggilan dari Fattah yang ternyata sudah menunggu nya di bawah, karena ada kecelakaan kerja di salah satu hotel milik nya, dan dia sebagai pemimpin perusahaan pun harus mengecek nya, dan mencari sumber dari masalah yang ada.


Dia bergegas memakai baju nya, dan melupakan kekesalannya pada istri, dia pergi dari sana meski senjata perang nya belum tidur sepenuhnya, kepalanya terasa sakit akibat ulah istrinya.

__ADS_1


"Awas kau"


__ADS_2