Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Membalas


__ADS_3

Valerie yang baru saja selesai mandi, membuang handuk yang menutupi tubuhnya di sembarang arah.a


Dia kesal.


Bukan hanya kesal saja, tapi sepertinya dia ingin mencakar wajah suaminya yang tengah duduk di sofa dengan tampang tak bersalah sedikitpun.


Valerie bahkan dengan sengaja berganti pakaian di hadapan suaminya yang menatap nya seperti seekor singa yang tengah menandai buruan nya.


Saat Wil yang memiliki iman hanya sejengkal itu bangkit dari sofa dengan cepat Valerie kembali masuk ke dalam kamar mandi tak lupa dia juga meraih baju ganti yang telah dia siap kan, Valerie mengunci pintu kamar agar suaminya itu tidak bisa menyusul nya ke dalam kamar mandi.


Valerie kembali keluar saat sudah lengkap nya, dia melewati suaminya begitu saja yang terlihat jelas wajah kesal nya di sana, namun saat dia sudah memegang gagang pintu, kamar tubuh nya terpelanting ke belakang menggid dan menabrak tubuh kekar suaminya.


"Kamu mau apaaaa?" gagap nya saat merasa hembusan nafas memburu suami nya.


Will mendekatkan wajah nya kearah Valerie dengan sedikit kasar dia langsung menyesap bibir Valerie yang sejak tadi terus saja menggoda nya, di tambah lagi gundukan daging itu seakan mengejek nya, meminta di main kan tangan besar nya.

__ADS_1


Tangan kanan Wil kembali naik ke pegunungan itu namun aksi nya harus terhenti saat sebuah ketukan membuyarkan konsentrasi nya.


Valerie yang merasa kalau Wil melepaskan diri nya pun langsung membuka pintu tampak seorang pramugari berdiri di belakang pintu, pramugari itu menyampaikan kalau mereka harus kembali ke kursi karena sebentar lagi pesawat akan melakukan pendaratan.


Valerie pun keluar dari kamar menuju kursi yang tidak jauh dari kamar yang tadi dia gunakan, dia duduk di sana tanpa memperdulikan Wil yang menyusul nya setelah beberapa saat.


Kini mereka tengah menunggu sopir yang telah di siapkan oleh papa Tama, mereka yang berjalan berdampingan itu membuat semua orang menatap kagum pada mereka, bagaimana tidak Wil yang tampak begitu gagah di dampingi oleh Valerie yang tidak perlu di ragukan lagi kecantikan nya.


Bahkan beberapa laki-laki di sana menatap penuh minat ke arah Valerie dan itu membuat darah Wil mendidih seketika, dengan cepat dia menarik pinggang Valerie, dia ingin memberitahukan bahwa wanita yang sedang mereka kagumi itu adalah milik nya


"Berani-beraninya mereka menatap mu seperti itu, lihat saja aku akan membuat mu tidak bisa berjalan karena telah menarik perhatian laki-laki lain"


"Aku juga akan menghukum mu karena telah membuat para wanita itu meneteskan air liur saat melihat mu"


Wil membuka pintu mobil tanpa menghiraukan ucapan Valerie, dia juga masuk ke dalam tanpa mengatakan apa pun.

__ADS_1


************


Valerie yang merasa lelah dengan karena seharian asyik menikmati keindahan gunung Fuji pun, lenyap begitu saja saat dia membuka pintu kamar hotel yang telah di pesan oleh papa mertua nya.


Raut wajah nya tersipu saat taburan kelopak mawar merah menyambut nya sampai di ujung ranjang, dia menoleh pada suami menyunggingkan senyum, Valerie menghamburkan tubuh nya memeluk Wil yang juga membalas pelukan dari istri nya.


Pergulatan yang kesekian kali nya pun terjadi di ranjang pengantin yang penuh dengan kelopak mawar merah, entah pukul berapa mereka berhenti dari pembibitan nya, yang pasti Valerie terbangun tanpa ada suami nya di samping nya.


"Apa dia meninggalkan ku sendirian di sini?" murung nya yang tiba-tiba terbayang kesendirian nya.


Bahkan air mata nya menetes di pipi, Valerie meringkuk di atas ranjang, air mata nya terus mengalir sampai dia merasa ada tangan yang mengelus rambut nya, dia mendongak ke suami yang menatap heran.


Wil yang baru saja kembali dari lantai dasar untuk menemui rekan bisnisnya pun menaikkan alis nya saat melihat Valerie meringkuk di atas ranjang, bahkan kini tengah memeluk nya dengan erat seakan takut dia tinggal kan.


"Kamu kenapa?" tanya Wil yang di jawab dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Kenapa belum mandi, aku ingin mengajak mu keluar hari'' ucap yang berdiri di samping istri nya.


''Jangan tinggal kan aku''


__ADS_2