Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Bermesraan


__ADS_3

Entah apa yang di rasakan oleh Wil saat mendengar ucapan dari Valerie tadi, wanita yang baru satu bulan dia nikahi, apa mungkin cinta begitu cepat tumbuh di hati mereka, apa mungkin Valerie juga merasakan hal yang sama dengan apa dia rasakan.


Apa yang harus dia lakukan agar dia tidak jatuh dalam pesona Valerie yang semakin mengikat nya, Wil tidak ingin merasakan kesakitan nya lagi dan lagi, cukup dia di sakit oleh ibu kandung dan juga mantan tunangan nya, dia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan rasa luka nya.


Dia termenung sambil mengaduk nasi goreng yang dia masak untuk istri nya, dia sedikit bisa memasak, mengingat dia yang pernah menjadi anak kos saat kuliah di Amsterdam Belanda.


Valerie yang tengah terlelap itu mendadak membuka mata nya saat mencium aroma masakan yang membuat perut nya berbunyi, dia lantas bangun dari tidurnya, membasuh muka nya, lalu keluar menuju dapur.


Valerie nampak terkejut dengan pemandangan yang ada di dapur, di mana Wil yang tengah memasak menambah kesan maskulin yang melekat pada sosok nya.


Dia tidak menyangka kalau Wil bisa memasak, kalau saja dia tidak menyaksikan sendiri, Wil yang tengah menaruh udang goreng tepung di piring, tampak memiringkan kepalanya, saat sudut mata nya menangkap bayangan Valerie yang berdiri mematung di tempatnya.


"Kamu sudah bangun" tarik Wil pada pinggang istrinya dan mencuri kecupan di bibir nya.


"Haah"


"Kenapa melamun, aku terlalu tampan kah?" goda Wil yang membuat pipi Valerie bersemu merah.


"Aapaa itu bisa di makan?" ragu Valerie yang tidak yakin dengan nasi goreng buatan Wilmar, buka ragu sebenarnya, itu hanya alasan dari nya yang salah tingkah saat suaminya memergoki diri nya yang terpesona pada Wil.


Wil yang mendapatkan pertanyaan ejekan itu hanya menatap datar pada Valerie, jangan kan membuat nasi goreng, membuat seratus anak pun dia sangat bisa, hanya saja tidak ada wadah yang menampung benih nya.


Tanpa mengatakan apapun Wil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya, Valerie membulatkan matanya saat nasi goreng buatan Wil itu berada di mulut nya.


Jangan tanya tentang rasa, yang pasti Valerie ingin terus menikmati nya.

__ADS_1


"Duduk dan makan lah, aku akan mandi sebentar" bisik nya di telinga Valerie yang sontak membuat bulu kuduk pemilik nya menegang.


Wilmar tersenyum tipis saat melihat reaksi Valerie yang membeku, dia dengan cepat membersihkan dirinya, Wil akan merasa sangat tidak nyaman jika menikahi makanan dalam keadaan tubuh yang kotor.


Lima belas menit berlalu, Wil keluar dari kamar mandi, dia mengenakan pakaian yang telah di siapkan oleh Valerie yang kini sedang mencuci peralatan yang dia gunakan untuk memasak.


Wil meminta Valerie untuk nanti saja melanjutkan kegiatan mencuci, toh nanti juga masih ada yang kotor lagi, tanpa membantah Valerie yang memang sangat ingin menikmati masakan suami nya itu lantas mencuci tangan nya dan duduk di hadapan Wil.


Mereka pun makan dalam diam sampai tak terasa makan yang tersaji di meja kini tinggal piring nya saja, mereka membersihkan nya bersama dan kini mereka duduk di depan TV yang menyala.


"Aku berencana untuk pergi bulan madu ke Jepang Minggu depan" ucap Wil memecah keheningan.


Valerie yang sedang menikmati keripik kulit ikan pun tersedak di buat nya, pikiran nya langsung tertuju pada kegiatan di dalam kamar, seperti yang terjadi selama satu bulan menjadi rutinitas malam nya, kegiatan itu bagaikan cream malam yang wajib di pakai, (Hey gak ada hubungannya kali).


Bukan itu sebenarnya.


Dia tersedak karena ucapan suami nya yang mengingatkan nya pada tiket bulan madu yang di berikan oleh papa mertua nya, dia ragu untuk mengiyakan, apa lagi kedua perusahaan sedang dalam kondisi yang bisa di katakan tidak aman.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi ini adalah cara untuk mengungkap semua nya, mereka akan lengah saat kita tidak ada, dan saat itu Fattah dan juga Om Bima akan mengorek informasi"


"Terserah kamu saja, aku akan mengikuti semua rencana mu" jawab Valerie yang juga Bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


"Termasuk rencana ku yang tidak akan membuat mu mengenakan pakaian mu juga"


Terdengar pekikan dari mulut Wil saat dengan sengaja Valerie menghadiahkan cubitan di lengan nya.

__ADS_1


"Pikiran mu tidak pernah jauh dari itu" keluh Valerie sambil memutar bola matanya.


"Ada yang ingin aku tanyakan dan ini serius sekali ini, berapa lama kamu mengenal asisten pribadi mu?" tembak Wil yang langsung ke inti nya.


"Dia, sahabat ku sejak kuliah, memangnya ada apa?" heran Valerie saat Wil menanyakan tentang Mikhayla.


"Tidak, aku hanya bertanya saja"


Wil menaruh kembali ponsel nya, setelah mengecek laporan yang baru saja di kirim oleh Fattah yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.


Wil juga di minta untuk datang kekantor di pagi hari, karena ada meeting mendadak yang harus segera mereka lakukan untuk kembali memulihkan keadaan saham.


Wil menatap sosok istri yang fokus dengan tontonan nya dan juga cemilan yang ada di tangan nya, dia meninggal Valerie di sana, dia masuk ke dalam ruang yang biasa dia gunakan saat bekerja.


Dia harus menyelesaikan pekerjaan nya, sebelum dia bertolak ke Jepang, dia yang tengah asyik dengan pekerjaan nya di kaget oleh Valerie yang tiba-tiba menghampiri nya, dan kembali meminta untuk di temani tidur, Will yang masih sangat sibuk itu pun meminta Valerie untuk tidur terlebih dahulu.


Valerie menolak nya dia duduk di samping Wil yang tengah mengerjakan tugas nya, dengan wajah yang sudah sangat mengantuk di sana, membuat Will tidak tega di buat nya, namun pekerjaan nya tidak bisa dia tunda lagi.


Valerie yang sedang kantuk- kantuk itu terjingkat kaget saat Will menarik tangan nya, dan mendudukkan dirinya di pangkuan Wil, dia yang sudah sangat mengantuk itu langsung masuk ke dalam pelukan suami nya, dia kembali menyelami mimpi nya di pangkuan Wil yang sedang menyelesaikan pekerjaan nya.


Wil yang menyadari kalau Valerie terlelap pun sesekali mencium pipi nya sembari mengerjakan dokumen nya yang baru saja di kirim oleh asisten papa nya, dia harus menahan rasa kantuknya sekaligus menekan adik kecil nya yang terus menggeliat saat bersentuhan dengan rumah singgah nya.


Mati-matian dia menahan namun akhirnya dia tidak lagi bisa menahan gejolak nya, dia bangkit dari duduknya dengan kepayahan karena memangku Valerie, bahkan kaki nya terasa kebas di sana, tidak dia hiraukan, apa lagi saat Valerie yang entah sadar atau tidak malah menggerakkan tubuhnya.


'Aku tidak akan mengampuni mu kali ini'

__ADS_1


__ADS_2