Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Kabar buruk


__ADS_3

Wil tidak melepaskan genggaman tangannya pada Valerie dia menggenggam nya sejak di perbolehkan masuk ke dalam ruang inap istrinya, raut wajah menyesal tidak bisa di pungkiri, dia merutuki kebodohan nya yang tidak menanyakan dulu tentang alergi yang di miliki oleh Valerie.


Sampai pagi menjelang, Wil tetap terjaga, dia tidak memejamkan matanya sama sekali, matahari sudah meninggal namun Valerie belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan segera siuman.


Wil yang sudah tidak tahan lagi pun terlelap sambil memeluk lengan Valerie, urusan kantor dia sepenuhnya menyerahkan tugas nya pada Fattah yang tadi di hubungi nya.


Valerie menggerak-gerakkan tangannya yang mulai kebas, karena tertimpa kepala Wil yang menjadi tangan nya sebagai bantal, dia ingin menarik nya, namun melihat Wil yang terlelap membuat nya mengurungkan niatnya, dia malah mengelus rambut Wil.


Wilmar yang merasakan pergerakan di kepalanya pun perlahan membuka mata nya, dia mengerjap sambil mengumpulkan nyawa nya yang masih berserakan entah kemana.


Di tambah denyut di kepala nya membuatnya tidak bisa serta-merta mengangkat kepalanya, lima menit berlalu Wil mengangkat kepalanya dan itu membuat Valerie terkejut.


"Kamu sudah bangun?"


"Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Wil yang merasa bersalah, apa lagi saat Valerie perlahan menggerakkan tangannya yang kaku karena tertindih oleh nya.


"Aku ingin membangunkan mu, tapi AQ mendengar dengkuran halus maka nya aku tidak membangun kan mu" jawab Valerie tanpa menatap ke arah Wil.


"Maafkan aku yang memaksa mu makan daging, aku benar-benar tidak tahu kalau kamu alergi daging merah" sesal nya yang terlihat begitu kental di wajahnya.


Valerie hanya mengangguk, dia tidak menyalahkan Wil, karena di tidak tahu tentang alergi nya, dia juga bersalah di sana karena menerima suapan dari Wil.


Valerie menanyakan tentang Wil yang masih ada di sana, bukan kan ini sudah terlalu siang untuk nya jika harus pergi ke kantor, Wil pun mengatakan jika dia tidak akan ke kantor, karena tidak ada yang menjaga nya, Valerie tersenyum kecut di sana saat mendengar ucapan Wil yang tampak begitu peduli dengan nya.


Wil memang suami nya tapi hanya sampai dia memiliki anak , setelah itu mereka akan berpisah dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.


Dia akan merasa sendiri lagi saat itu, orang tuanya tidak ada yang peduli pada nya sejak dulu, bahkan setelah pernikahan mereka langsung terbang ke Singapura dan tidak mengabari nya hingga kini.

__ADS_1


Dia seakan di jadikan tumbal untuk kehidupan adik nya, Wil yang melihat istrinya melamun pun menyadarkan nya, apa lagi dokter jaga rumah sakit sudah berada di sana untuk mengecek alergi nya.


"Ibu sudah boleh pulang setelah infus yang saya pasang ini habis" ucap dokter.


"Terima kasih dok" jawab Valerie ramah, sedangkan Wil hanya menatap datar.


"Mohon di perhatikan makanan istrinya ya Tuan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi" nasehat dokter tersebut pada Wil yang sama sekali tidak di tanggapi, bahkan saat dokter tersebut undur diri pun dia hanya diam saja, seakan tidak ada yang terjadi di depan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Valerie kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan Wil, mereka menuju kantor Wiratama Corporindo, Valerie yang ingin pulang terpaksa ikut ke sana saat mendengar bahwa Fattah telah berhasil menemukan bukti kecurangan yang di lakukan oleh orang yang selama ini di curigai.


Ceklek.


Pintu ruang kerja Wil terbuka dari luar Fattah yang sedang duduk di kursi kebesaran sang bos pun beranjak dari duduk nya, dan mempersilahkan Wil untuk duduk dan mengecek apa yang dia dapatkan, sementara Valerie dia berdiri di samping Wil pun mencondongkan tubuhnya, Meliah bukti-bukti tersebut.


Valerie menggeleng kepalanya saat mengetahui fakta yang ada, dia tidak menyangka kalau orang kepercayaan papa nya itu yang tega menggelapkan dana perusahaan.


Selama ini banyak proyek yang mangkir, ternyata bukan karena kurang dana, namun kurang pengawasan dan tanggung jawab dari orang yang mengelolanya.


Fattah juga sudah mengirimkan bukti-bukti tersebut pada pihak kepolisian untuk segera di proses, Fattah juga menghubungi beberapa kolega nya yang pernah bekerjasama dengan Alzier TBK.


Fakta mengejutkan lagi-lagi di terima oleh Fattah, namun dia sama sekali tidak berani mengungkapkan nya pada Wil, biarlah satu rahasia itu dia pegang seorang diri.


...****************...


Sebentar di sisi lain polisi yang mulai bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku pun urung saat satu persatu orang yang melaporkan pria itu menarik kembali laporan nya.

__ADS_1


Membuat Fattah terheran saat mendapatkan kabar dari mata-mata yang di sebar, entah apa yang di lakukan oleh paman dari bos nya itu, hingga semua orang, termasuk orang tua Valerie yang tiba-tiba menghubungi Valerie dan meminta nya untuk menarik laporan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" bingung Fattah sambil mengacak-acak rambutnya, setelah mendengar ucapan dari pak Haidar yang meminta mereka untuk mencabut laporan nya.


"Pasti ada yang tidak beres" keluh Valerie yang juga kesal pada orang tuanya yang hanya menghubungi nya saat menginginkan sesuatu, bahkan menanyakan kabarnya saja tidak, seolah dia tidak berarti apa-apa bagi keluarga nya.


"Aku yakin pasti ada pengkhianat di sini, bagaimana bisa mereka membaca pergerakan kita, kalau tidak ada yang memberi tahukan"


"Apa yang kita pikirkan sama bos, bahkan mereka langsung bisa menebak nya dan memukul mundur kita dalam satu sentakan"


Brak....


"Apa yang kalian lakukan, kenapa saham bisa turu sepuluh persen" marah Tama yang membuka pintu dengan kasar nya.


Membuat semua orang yang ada di sana melotot kan mata nya, terlebih Fattah yang langsung keluar dari sana, dia masuk ke dalam ruangan nya sendiri dan mengecek pergerakan saham yang turun seperti yang di katakan oleh Tuan besar nya.


Sementara Wil dia langsung berdiri dan membuka laptop milik nya, dia terkejut dengan apa yang dia lihat, padahal kemarin saham nya masih berada di urutan ke dua bursa saham, dan kini bergerak turun ke angka lima, yang membuat papa nya murka.


"Jelaskan" bentak Tama yang tidak lagi peduli dengan keberadaan menantunya yang tampak ketakutan.


"Tuan" panggil Bima yang baru saja masuk bersamaan dengan Fattah yang tergopoh-gopoh.


"Tutup pintunya dan jelaskan pada ku apa saja pekerjaan kalian"


Bima dan Fattah saling pandang mereka, sampai akhirnya Bima menceritakan semua nya di lakukan oleh Fattah, yang membuat Fattah semakin tidak berani sekedar untuk mengangkat kepalanya.


"FATTAH ANGGARA"

__ADS_1


__ADS_2