Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Kegiatan rutin


__ADS_3

Wil begitu sangat menikmati setiap hari nya dengan segala proses kehamilan Valerie yang kini sudah memasuki trimester ketiga nya, hanya tinggal beberapa hari lagi hari perkiraan lahir bayi yang di kandung Valerie akan segera berada di tengah-tengah mereka.


Valerie mengulum senyum nya saat Wil mencoba menenangkan calon bayi mereka yang sedang menendang kuat di dalam perut nya, yang meninggalkan rasa sakit namun dia menikmati setiap momen yang ada.


Seperti saat ini mereka saling memberikan kehangatan di tengah dingin nya udara malam, Wilmar mengecup puncak kepala Valerie yang bersandar di dada nya dengan mata yang menahan kantuk nya, Wil mengeratkan pelukan nya, dengan satu tangan yang mengelus perut buncit Valerie yang sedikit menegang setelah dia selesai mengunjungi anak nya.


Yaaa....


Kegiatan itu rutin mereka lakukan setiap hari nya, bukan hanya di trimester akhir seperti anjuran dokter, tapi sejak awal kehamilan nya Valerie selalu tidak bisa tidur sebelum menerima kunjungan Wilmar pada anak yang ada di rahim nya.


Awal nya memang Wilmar menolak, dia takut gerakan nya itu terlalu kuat menggoncang Valerie dan berakibat fatal pada janin nya, pernah dia tidak melakukan kunjungan nya, justru Valerie tidak bisa memejamkan mata nya hingga pagi menjelang.

__ADS_1


Dengan terpaksa Wilmar selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi anak nya, rasa takut nya perlahan hilang di gantikan dengan senyum bahagia yang tak terhingga.


Bagaimana tidak bahagia....


Orang di kasih enak masak mau nolak?


Kan sayang, pikir Wilmar yang sama sekali tidak merasa keberatan dengan nafsu ibu hamil yang sangat besar itu.


Merasa Valerie sudah benar-benar terlelap, Wilmar mengangkat kepala Valerie dengan hati-hati lalu menaruh nya di atas bantal milik nya, dia bangkit dari tidur nya untuk membersihkan diri nya.


Sudah enam bulan terhitung dia tidak pernah datang ke kantor nya, Valerie mengalami mual yang hebat saat berjauhan dari nya di tambah lagi setiap makanan yang masuk kedalam mulut Valerie harus dia sendiri yang mengolah nya dengan tangan nya sendiri.

__ADS_1


Kini Wilmar tengah berkutat dengan laptop dan banyak berkas yang ada di tangan nya, puluhan berkas itu harus dia periksa sebelum dia membubuhkan tanda tangan nya.


Konsentrasi nya pecah saat melihat Valerie dengan muka bantal nya menghampiri nya ke ruang kerja dengan mata yang sedikit sembab.


"Kenapa sudah bangun?" tanya Wilmar lembut, dia tahu kalau Valerie tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau bukan dalam pelukan nya.


"Aku terbangun tadi, dan melihat mu tidak ada di sisi ku" rengek nya yang terdengar begitu menggemaskan di mata Wilmar.


"Aku sedang kerja sayang, kamu istirahatlah dulu!" pinta Wilmar dengan mata yang tidak teralih dari berkas yang ada di tangan nya.


Valerie pun menghampiri Wilmar yang duduk di sana, dia merangkul pundak Wilmar yang terlihat acuh padanya, bukan dia tidak pengertian pada suami nya itu, tapi anak yang ada di kandung nya itu tidak bisa lepas dari Daddy nya.

__ADS_1


Valerie melenguh saat rasa mulas di perut nya di sertai tendangan keras di perut nya, membuat konsentrasi Wilmar buyar teralihkan pada sosok wanita yang berdiri di samping nya dengan memegangi perut nya.


Ceesss.....


__ADS_2