
Wilmar hanya menampilkan wajah datar nya saat niat baik nya di anggap lain oleh dokter yang saat ini sedang memeriksa istri nya.
Andai saja mereka tahu pastinya dia tidak akan terpojok seperti ini, sedangkan Valerie yang tengah di periksa memalingkan wajah nya, dia sangat malu saat ketahuan bermesraan dengan Wil, meski yang sebenarnya suaminya itu hanya membantu nya meminum obat.
Valerie mencurutkan bibir nya saat dokter dan juga perawat telah keluar dari sana, dia kesal dengan suami nya itu yang membuat nya ingin pergi dari sana saat ini juga, di tambah lagi pesan yang di sampaikan dokter membuatnya tidak ingin bertemu lagi dengan pekerja medis tersebut.
"Sudah jangan cemberut lagi, apa mau aku mencium mu lagi, kalau iya dengan senang hati aku melakukan nya" ucap Wil yang duduk di sofa dengan mata yang menatap ke arah laptop yang ada di pangkuan nya, dia terpaksa membuka laptop nya setelah mendapatkan informasi dari Fattah tentang laporan keuangan yang melenceng dari harga yang di sepakati.
"Sungguh memalukan" gerutu Valerie yang kini mencoba memejamkan mata nya seperti anjuran dokter yang mengharuskan dia istirahat sampai besok pagi.
Wil tidak menanggapi ucapan Valerie, dia fokus pada deretan angka yang tertulis di layar laptop nya, yang tidak sama dengan berkas yang dia di meja kerja nya.
Dia merasa kalau ada seseorang yang ingin bermain-main dengan nya dengan memanipulasi data yang ada, Wilmar pun meminta Fattah untuk mencari sejumlah butuh yang dia yakini masih ada kaitan nya dengan Papa tiri sekaligus paman kandung nya yang kemarin baru saja dia jebloskan ke penjara.
Konsentrasi Wil terganggu dengan gerakan yang di lakukan Valerie di atas ranjang pasien, istri nya itu tak kunjung terlelap meski sudah satu jam lama nya, dia tampak gelisah di balik selimut nya.
__ADS_1
Laporan yang tadi sedang dia kerja kan di tinggalkan begitu saja oleh Wilmar yang kini menghampiri istri nya yang juga menatap kearah nya dengan pandangan sayu.
Wil naik ke atas ranjang pasien yang bisa di gunakan oleh dua orang, dia merebahkan tubuh nya dan menarik Valerie dalam pelukan nya, di kecup nya dahi Valerie yang menatap lembut pada Wil yang kini mengendus-endus aroma tubuh Wil yang menjadi candu nya.
"Tidurlah" perintah Wil tak terbantahkan pada Valerie yang menyembunyikan wajah nya di ceruk lehernya.
Usapan lembut tangan besar Wilmar nyatanya bisa mengantarkan Valerie memasuki alam mimpi nya, tidak sampai sepuluh menit istri dari Wilmar itu telah terlelap dengan nyenyak nya dengan sebagian tubuh yang menindih suami nya.
Wilmar hanya bisa pasrah dengan tingkah Valerie yang membuat nya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan nya, dia juga ikut terlelap bersama Valerie.
Valerie terbangun saat rasa mual di perut nya membangunkan alam bawah sadar nya, dia berjalan perlahan menuju kamar mandi dengan mendorong tiang infus, dia menutup pintu nya rapat agar suara muntahan nya tidak mengganggu Wil yang sedang terlelap.
Hawa dingin ruang perawatan itu membuat Wil membuka mata nya yang tiba-tiba merasa kedinginan, dia menoleh ke arah samping yang kosong tanpa penghuni, seketika pikiran buruk berseliweran di kepala nya.
Dia turun dari ranjang untuk mencari istri nya, Wilmar mengedarkan pandangan nya menyapu seluruh ruangan yang kosong, hanya diri nya yang ada di sana.
__ADS_1
Dimana kamu Valerie, batin nya yang panik.
Wilmar keluar dari sana dengan tampilan yang masih berantakan, dia berlari ke arah perawat yang bersiaga dia meja kerja nya.
"Suster apa anda melihat sekarang wanita yang keluar dari kamar nomor 2324" panik nya.
"Tidak ada Tuan, saya tidak melihat siapa pun keluar dari sana" jawab suster tersebut.
"Istriku tidak ada di dalam, kalian bisa bekerja atau tidak, kalau sampai istri ku kenapa-kenapa akan aku tuntut kalian" Ancam Wil yang membuat dua perawat itu pucat pasi, mereka tahu siapa yang tengah memarahi mereka, yang tak lain adalah pemilik saham dari rumah sakit tempat mereka bekerja.
Wil yang marah pun berjalan mencari ke seluruh ujung koridor yang ada di lantai tersebut, namun dia tidak menemukan siapa pun di sana, bahkan dua security yang membantu nya mencari pun tidak bisa menemukan Valerie.
Dia masuk kembali ke dalam ruangan nya setelah keluar dari ruang cctv gedung yang tidak menangkap keberadaan Valerie.
Ceklek
__ADS_1