Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Tanpa kabar


__ADS_3

Tak terhitung sudah berapa kali Valerie mengecek ponsel nya sejak siang tadi, jangan kan menjawab panggilan nya, pesan yang dia kirimkan pada suami nya belum juga mendapatkan balasan hingga saat ini, di tambah baby Jenno yang terus-terusan menangis karena merindukan Daddy nya.


Pikiran Valerie berkecamuk memikirkan keadaan suami nya yang entah bagaimana keadaan nya, Fattah juga tidak bisa di hubungi sama sekali, ponsel kedua pria itu sama-sama tidak bisa di hubungi.


Valerie keluar dari kamar nya dengan mengendong baby Jenno yang menangis dalam gendongan nya, saking lama nya baby Jenno menangis sampai suaranya terdengar serak, Valerie terus berusaha menenangkan bayi nya yang kini mulai terdiam sambil menyusu pada nya.


...****************...


Sementara Wilmar dia yang marah pada keluarga istrinya itu memilih untuk tidak menghubungi Valerie sebelum kekesalan nya mereda, dia tidak ingin emosi menyulutnya dan berakhir pertengkaran di antara kedua nya.


Fattah yang melihat kakak angkat nya terus bekerja tanpa mengenal waktu tersebut menggelengkan kepala nya, dia mendekat ke arah Wilmar yang sedang mengecek laporan sudah dia kerjakan sejak tadi.


"Kak"


"Heem"


"Apa kakak tidak ingin menghubungi kakak ipar, aku tahu kakak kecewa dengan keluarganya, tapi kakak ipar dan keponakan ku tidak tahu apapun"

__ADS_1


"Anak mu menangis sejak tadi"


Deg.


Wilmar yang tengah di selimuti amarah tersadar, putranya itu pasti akan menangis jika tidak mendengar atau melihat wajah nya, dia merutuki diri nya yang terlalu memikirkan diri nya sendiri hingga mengabaikan darah daging nya.


Wilmar menyambar ponsel yang sejak tadi dia simpan di dalam laci meja kerja nya, puluhan pesan dan panggilan tak terjawab memenuhi layar ponsel nya, segera dia menghubungi kembali nomor istrinya yang langsung terjawab hanya dalam satu dering saja, suara tangis menyambutnya saat panggilan itu terhubung, hati nya terenyuh saat mendengar tangisan putra nya yang begitu mengiris hati nya.


"Boy halo"


"Kenapa jagoan Daddy menangis heem"


Saat dia hampir menangis lagi, Valerie langsung merubah panggilan mereka menjadi panggilan video, terpampang lah dengan jelas wajah Daddy Wil dengan pakaian kerja yang masih melekat di tubuh nya, membuat baby Jenno mengurung kan niat nya untuk menangis, dia tertawa melihat wajah lelah sang Daddy yang masih berada di ruangan kantor nya.


"Apa dia menangis sepanjang hari sayang?" tanya Wilmar pada istrinya.


"Tidak hanya sepanjang hari tapi sepanjang malam juga, kamu kemana saja kenapa tidak menghubungi kami, apa ada yang lebih menarik dari kami berdua sampai tidak mengabari" kesal Valerie yang sejak tadi tertumpuk.

__ADS_1


"Aku sibuk bekerja sayang, kamu susah makan?"


"Bagaimana aku bisa makan, dia sejak tadi menangis" adu nya pada suami nya yang menatap nya penuh ekspresi.


"Suruh pelayan untuk membuatkan makanan, kamu pasti lapar apalagi anak itu terus meminum susu nya bukan"


" Tadi papa membelikan ku ayam bertopi, aku akan makan nanti"


"No nanti taruh Baby boy di ranjang arahkan ponsel pada nya, dia pasti akan tidur dengan sendiri nya"


"Kamu yakin"


Valerie pun melakukan apa yang di katakan oleh Valerie di meletakan baby Jenno di box bayi lalu meletakan ponsel nya di sana, dia beranjak dari sana menuju meja dimana dia meletakkan air minum dan juga makanan nya.


Dari kejauhan sayup-sayup dia mendengar Wilmar yang seperti nya tengah berinteraksi dengan putranya yang tertawa mendengarkan celotehan Daddy nya, Valerie yang kelaparan membiarkan ayah dan anak itu melepas rindu nya meski secara virtual.


Valerie berlari menghampiri putra nya yang tidak bersuara saat dia baru saja keluar dari kamar mandi, dia bernafas lega saat melihat putranya itu terlelap masih dengan sambungan ponsel yang tetap menyala.

__ADS_1


Wilmar yang menyadari putranya sudah tertidur pun, menutup panggilan nya setelah berpamitan pada Valerie dengan singkat, membuat Valerie menyengit heran dengan kelakuan suaminya, dia berpikir mungkin suami nya itu pasti butuh istirahat karena bekerja hingga larut malam.


__ADS_2