
"Aku lapar" Rengek valerie, saat Wilmar hampir saja menutup mata nya.
"Daddy, aku lapaaar" Lagi.
"Mau makan apa?" Tanya Wilmar mengatur ekstra kesabaran nya bahkan dia sama sekali tidak menyadari panggilan yang di sematkan oleh valerie, tadi selepas berbagi peluh di antara riak nya air bath up yang mendingin istrinya itu meminta satu mangkuk besar ramen dengan isian kaviar yang membuat kepala nya hampir terbelah dua.
Bukan masalah harga yang di pusingkan seorang wilmar, tapi masalah nya setelah makanan itu siap, hanya dua suap saja yang masuk ke dalam mulut nya setelah itu dia yang harus menghabiskan nya, dan saat ini.....
Sungguh dia ingin saja menghajar Fattah sampai babak belur.
Eh kok gue, Fattah be like.
"Aku mau makan soto daging sapi di kondangan" jawab nya tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Kepala Wilmar berdenyut hebat saat mendengar dua permintaan valerie yang menurut nya sangat tidak masuk dalam bayangan otak kecil nya, bahkan sekelebatan pun tidak pernah terlintas.
Apa ini...
Wanita itu menangis hanya karena dia tidak memberikan respon apa pun.
"Kenapa? Kamu tidak mau?" Tanya Valerie sambil terisak.
__ADS_1
"Kita sedang di Jepang, di mana ada orang nikah dengan menu soto daging di sini?"
Valerie tampak berpikir dengan apa yang di katakan oleh Wilmar, dia baru menyadari kalau mereka saat ini masih berada di Jepang.
"Ya sudah kita pulang sekarang saja"
Valerie yang akan beranjak dari sana pun menghentikan gerakan nya saat lengan kanan nya di tahan oleh Wilmar yang masih terlentang, kepala nya berdenyut antara kurang tidur dan juga kebanyakan mengeluarkan cairan nya.
Silakan di pilih sendiri penyebab sakit kepala nya.
"Apa lagi"
Gelengan kepala membuat Wilmar tidak lagi bisa mengatakan apa pun dia hanya menatap plafon yang putih seperti pikiran nya saat ini yang mendadak putih tak ada catatan apa pun.
Sungguh dia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi wanita yang kini mengemasi barang-barang bawaan nya, entah baju itu kotor atau bersih semua dia masukkan ke dalam koper yang sebenernya tidak perlu dia lakukan.
Wilmar memilih memejamkan mata nya yang tidak sanggup lagi terbuka itu.
Terlihat egois memang, tapi ya...
Mau bagaimana lagi, kepala nya pusing di tambah melihat valerie yang mondar mandir di depan nya tanpa sehelai benang itu, membuat denyutan di kepala atas bawah nya memberikan respon yang tidak seharusnya.
__ADS_1
Nah loh.
"Bangun kan aku kalau kamu sudah siap dengan apa pun itu"
"Pesawat pribadi sudah menunggu di bandara" ucap nya tanpa membuka mata nya sedikit pun.
"Ayo kita pulang, aku sudah siap?"
"Tuan muda ayooooo!"
"Sepuluh menit lagi"
"Ya sudah aku pulang sendiri saja".
"Berhenti di tempat mu atau aku ikat kau di ranjang"
Valerie mendengus kesal dengan ancaman suami nya yang kini berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajah nya yang masih ingin bermesraan dengan bantal empuk nya.
Mereka keluar dari kamar hotel, dengan Wilmar yang langsung menarik Valerie ke rooftop, membuat Valerie mengerutkan alis nya, pertanyaan yang ingin dia ajukan terhenti begitu saja saat tatapan Wilmar membungkam mulut nya.
"Ooohhh Wooowww"
__ADS_1