
"Aku mau apel nya bukan mau sosis mu!" Ketus Valerie yang merebut apel yang ada di tangan Wilmar, dia memakan nya di bekas gigitan Wilmar, sementara Wilmar dia menggaruk kepala nya, dia mengira kalau Valerie mau mengajak bermain sepak bola.
"Kenapa bisa, tadi siang mau muntah setelah makan apel saat di hotel?" Tanya Wilmar mengalihkan perhatian istrinya,Valerie hanya mengangkat bahu nya, di sendiri juga heran tapi ya mau bagaimana lagi kan.
Dia tidak merasakan apa pun saat ini, hanya lapar yang kini memenuhi kepala nya, tak mau ambil pusing dengan keadaan ibu hamil itu, Wilmar pun memeriksa bubur yang dia masak, saat merasa kekentalan bubur itu sudah pas menurutnya dia mengangkat nya membagi bubur tersebut di dua mangkuk yang berbeda.
"Kamu bisa tahan sebentar, aku akan turun kebawah mencari sesuatu yang bisa kamu makan" ucap Wilmar yang tidak tega membiarkan istrinya hanya makan bubur saja.
"Tidak perlu, nanti aku mual lagi bagaimana? itu cukup untuk ku, besok aku akan membeli buah-buahan saat pulang kerja"
Wilmar menghentikan tangan nya yang sedang mengaduk bubur, saat mendengar ucapan Valerie yang ingin bekerja saat kondisi nya lemah seperti itu.
"Kalau sampai kamu berani bekerja, akan aku pastikan bahwa dalam semenit kamu di kantor perusahan orang tua mu akan langsung hilang di telan bumi saat itu juga" geram Wilmar yang menatap Valerie menundukkan kepala nya.
"Maaf"
"Kamu ingat kalau kamu saja mual dengan parfum Papa, bagaimana kalau di kantor di sana lebih banyak orang dengan aroma parfum yang berbeda, jadi tetap di rumah, dan jangan membantah" tegas Wilmar yang sangat mengkhawatirkan keadaan istri nya.
__ADS_1
"Iya, aku di rumah saja"
"Kamu bisa ikut ke kantor jika aku tidak ada meeting di luar, selebih nya kamu hanya boleh di rumah, aaakkk..."
Valerie pun membuka mulut nya saat Wilmar menyuapi nya bubur putih yang masih hangat, dia memakan nya sampai tak tersisa sedikitpun.
"Masih lapar?" Tanya Wilmar.
"Aku ingin tidur, mata ku sangat mengantuk"
Valerie pun beranjak dari duduk nya dengan membawa mangkuk bekas bubur yang di makan nya tadi, dia yang ingin mencuci mangkok pun tertahan saat Wilmar melarang nya, dia hanya menambahkan air di dalam mangkuk, dan membiarkannya.
"Kenapa kamu tutupi?"
"Aku ingin memakan nya nanti, saat aku bangun tidur"
"Tapi..."
__ADS_1
"Awas kalau kamu membuang nya, aku akan meminta mu untuk membuatkan bubur lagi untuk ku"
"Itu hanya bubur putih saja, aku akan membuatnya lagi nanti"
"Itu bubur paling enak yang pernah aku makan, jadi jangan coba-coba untuk membuang nya atau kamu harus puasa sampai aku melahirkan" ancam nya yang membuat Wilmar tidak lagi memprotes apa pun.
Akan sangat mengerikan jika kesenangan nya harus terhenti hanya karena bubur yang sama sekali tidak ada harga nya itu, dia lebih baik membawa Valerie ke dalam kamar dari pada harus memikirkan bubur sialan itu.
Saat memasuki kamar Valerie kembali berulah, Wilmar yang sudah sangat lelah itu lagi-lagi harus menggeram kesal saat Valerie memaksa nya untuk melepas seluruh pakaian, dia merasa risih dengan benang yang menghalangi kulit nya yang ingin bersentuhan dengan suami nya.
Kini kedua nya sama-sama tanpa benang yang menempel, Valerie yang masih terjaga melirik jam yang ada di dinding.
04.17
Hampir subuh, tapi mata nya belum juga terpejam, sesuatu dalam diri nya menggelitik, meminta untuk di tuntaskan, sementara lawan nya sudah tertidur pulas sejak tadi.
Dengan membuang malu nya dia meraih sesuatu yang tengah tenang bersama Tuan nya itu, dengan lembut dia perlakukan barang itu, yang perlahan-lahan bangun dari tidur nya, mulut nya terasa penuh dengan benda yang kini sudah terbangun seratus persen.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan...."