
Gedoran pintu kamar, membangunkan Wil yang tertidur di antara kedua pegunungan istrinya yang menjadi tempat ternyaman nya, dia mengutuk siapa pun yang menganggu kesenangan di pagi hari.
Dia yang menyadari kalau tubuh nya tidak
tertutup apa pun berjalan menuju lemari pakai, di pakai nya boxer hitam itu, dia membuka pintu kamar dengan kekesalan yang tidak bisa di ungkapkan.
"Apa kau cari mati haah" bentak Wil pada Fattah saat dia sudah menutup pintu kamar nya.
Fattah yang di bentak oleh Wil menatap kesal, tidak sadarkan dia kalau dia telah melupakan sesuatu yang sangat penting.
"Ini jam berapa kak, kenapa belum juga bersiap, aku sudah menunggu di lobi sekitar satu jam yang lalu"
"Hari ini Minggu kalau kau lupa" jawab nya dengan kesal dengan menuangkan air ke dalam gelas lalu meminumnya, rasa segar begitu saja di tenggorokan nya.
"Aku ingat, bahkan anak bayi pun juga tahu, jangan bilang kalau kakak lupa kalau hari ini Kakak akan pergi bulan madu ke Jepang"
__ADS_1
Wil membuka mata nya lebar-lebar saat menyadari kalau dia melupakan rencana nya itu, dia kembali masuk ke dalam kamar, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Kini Wil sudah berada di dalam pesawat pribadi nya yang akan membawa mereka ke Jepang, dia duduk di samping Valerie yang masih tidur tanpa mengenakan apa pun.
Wil membungkus tubuhnya dengan selimut tebal, lalu membawa nya masuk ke dalam mobil yang membawa mereka ke Bandara dia juga yang memindahkan Valerie ke dalam pesawat yang kini tengah mengudara di langit.
Valerie sama sekali tidak terganggu dengan perjalanan yang tanpa dia sadari itu, dia menggeliat dalam selimut membungkus tubuh nya, dia menoleh ke segala arah yang terasa asing di mata nya, dia mendudukkan dirinya di ranjang, dia terkejut saat membuka selimut nya yang tanpa sehelai benang pun.
"Aaaaahhhhhh"
Teriakkan Valerie membuat Wil yang sedang berada di luar kamar berlari menghampiri nya, berbagai prasangka buruk menutup kepala nya, yang kini berdiri di depan pintu kamar.
"Jangan macam-macam Tuan muda, anda tidak berniat membunuh ku kan?" tuduh Valerie sambil merapatkan selimut nya.
"Aku macam-macam apa?"
__ADS_1
"Ini di mana, kemana semua baju ku"
"Kamu tidak perlu memakai baju, aku lebih menyukai kamu yang tanpa pakaian seperti itu"
"Dasar suami mesum" teriak nya yang hanya di tanggapi seringaian oleh Wil.
Wil berjalan menghampiri Valerie yang menatap waspada saat raut Wil terserah maksud yang dia ketahui dengan jelas.
"Jangan macam-macam, ini di dalam pesawat kan"
"Memangnya kenapa tidak akan ada yang berani menghalangiku" ucap arogan nya yang terlihat jelas di sana.
Valerie menyadari kalau mereka berada di dalam pesawat saat melihat kearah jendela yang berselimut awan, juga suara mesin darsepi pesawat terdengar jelas di telinga nya.
Suara pintu yang di putar dua kali membuat Valerie menelan ludah nya, dia tahu kalau dia tidak akan selamat kali ini, dan benar saja selimut yang menutupi tubuh nya bertonggok di atas lantai seperti benda tak berharga.
__ADS_1
Setelah nya hanya ada suara deru nafas yang memburu di iringi oleh suara mesin pesawat yang mengiringi perjalanan mereka yang sebentar lagi akan mendarat di bandara internasional Tokyo, Jepang.
π±π±π±π±π±