Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Makan malam


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Valerie tidak terlalu banyak bicara dia bahkan memilih memejamkan matanya, dari pada menanggapi Mikha.


Dia juga meminta di antar ke kantor suami nya dari pada ke kantor nya sendiri, itu membuat Mikha mengerutkan dahinya saat pertama kali Valerie ingin berkunjung ke sana sendiri.


Ada sedikit curiga di hari Mikha yang tidak biasa nya seperti itu, namun Valerie beralasan kalau Wil yang meminta nya datang.


Valerie yang tergesa-gesa ingin segera masuk pun terpaksa menghentikan langkah saat dia tidak di ijinkan masuk oleh salah satu satpam yang ada di sana.


"Maaf Nona, apa anda sudah membuat janji sebelum nya?" tanya satpam tersebut.


"Apa aku harus izin terlebih dahulu saat ingin bertemu dengan suamiku" ucap Valerie yang terlihat sangat tidak ramah.


"Suami apa maksud anda Nona"


"Aku istri dari atasan mu, apa kamu tidak faham juga" kesal Valerie saat dia tidak di perbolehkan masuk.


"Ada apa ini?" tanya Tama yang baru saja keluar dari kantor dan melihat keributan di lobby utama.


"Papa" lirih Valerie saat mendengar suara papa mertua nya.


"Nona ini bersikeras ingin masuk ke dalam, dan menemui Tuan Wil, dia juga mengatakan kalau dia adalah istri nya Tuan Wil Tuan besar" seru nya yang memang tidak tahu apa-apa.


"Dia menantu ku, apa salah jika dia masuk ke perusahaan ku?" tegas Tama.


"Menantu anda?, berarti dia benar istrinya Tuan Wil?"


"Lain kali di ingat, dia adalah istri dari atasan kalian, kalau sampai kalian membuat nya marah dan di pecat dari sini, itu bukan wewenang saya lagi" ucap nya yang kini berjalan menghampiri Valerie.

__ADS_1


Valerie pun mengatakan kalau ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan Wil, namun berhubung Wil masih dalam perjalanan kembali ke kantor di memutuskan untuk menunggu nya di ruang kerja nya.


Tama juga mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah saat Valerie meminta nya agar tetap berada di sana.


Valerie memutar kursinya saat pintu di buka dari luar, yang ternyata suami nya lah yang baru saja kembali ke kantor.


"Ada apa?" sapa Wil karena tidak biasa nya melihat Valerie menemui nya sampai menyusul nya ke kantor.


"Ada yang ingin aku beritahu kan"


"Katakan ada apa?"


Valerie pun menceritakan apa yang di lihat nya tadi saat mengunjungi salah satu tempat rekreasi milik nya, dia bertemu dengan seseorang yang seperti nya pernah dia temui.


"Siapa mereka? apa kamu mengenal nya?" cecar Valerie yang penasaran, karena seperti ada yang di sembunyikan oleh Wil, dia juga memberikan bukti rekaman yang dia dapatkan untuk memperkuat tuntutan mereka.


Wil hanya diam, dia tidak ingin mengatakan apa pun di sana, kepalanya seakan ingin meledak saat tahu bagaimana kelakuan dua orang itu yang tidak lagi bisa dia maafkan.


"Katakan pada ku apa kamu mengenal nya" desak Valerie.


"Ya aku mengenal nya, mereka adalah manusia tanpa hati yang pernah aku kenal, manusia yang lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada keluarganya" teriak Wil dengan wajah merah padam.


Valerie yang mendengar itu hanya diam, dia tidak berani bertanya lagi saat melihat Wil yang tampak begitu marah, bahkan raut wajah nya seperti bukan wajah laki-laki yang selama ini menjadi sandaran bagi Valerie.


"Dua manusia biadab itu menginginkan kehancuran ku dan Papa, kau tahu wanita itu adalah wanita yang telah melahirkan aku, tapi dia justru memilih hidup dengan kakak ipar nya sendiri" bentak Wil meluapkan seluruh amarah nya.


Valerie langsung mendekati Wil, dia memeluk suaminya itu, dia mencoba memberikan rasa nyaman dalam pelukan nya, dia menenangkan Wil dengan usapan lembut nya.

__ADS_1


Dia melihat ada kesakitan dan juga kerinduan akan sosok wanita yang bertitel ibu namun tidak pernah dia rasakan, sejak kecil Wil hanya hidup dengan papa nya, dia besar dalam asuhan papa nya hingga dia bisa menjadi sekuat ini.


Valerie melepaskan pelukannya saat Wil sudah bisa menguasai dirinya, Wil yang sudah sedikit tenang pun meraih ponsel nya, dia meminta seseorang untuk datang menemuinya.


Pintu di ketuk dari luar, belum sempat dia mengizinkan masuk pintu sudah terbuka dan papa nya masuk ke dalam sana, dia duduk dengan sangat angkuh di sana, sambil mendengarkan penjelasan dari Wil.


Mereka sudah melaporkan ini pada pihak yang berwajib, Wil berencana untuk ikut Valerie memenuhi undangan makan malam oleh paman nya itu.


Dia sudah menyiapkan kejutan istimewa untuk mereka berdua di sana, mereka menyusun rencana untuk menjebak dua orang itu berserta antek-anteknya.


Valerie pun kini sudah berada di salah satu butik yang tak jauh dari restoran yang di maksud oleh Rendra, tidak mungkin kan dia menghadiri undangan tersebut masih menggunakan baju kantor nya.


Mereka berdua langsung menuju ke ruang VIP yang telah di kirim kan oleh Mikha pada Valerie, kehadiran dua orang itu membuat Rendra dan Mulan tampak terkejut dengan kehadiran Valerie, mereka tidak menyangka Valerie akan datang bersama dengan Wil.


Rendra menyambut kedatangan mereka dengan wajah yang berusaha menutupi kekesalannya, dia sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat Valerie tidak berkutik, kehadiran Wil sangat tidak Rendra harapkan, kalau saja dia bukan Wilmar keponakan pasti dia tidak akan sekesal itu.


"Wah wah, saya merasa sangat tersanjung bisa makan malam dengan pengusaha muda yang super sibuk seperti anda Tuan Wilmar"


"Anda terlalu berlebihan Tuan Rendra, apa lah saya jika di bandingkan dengan anda yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis, bahkan anda bisa dengan mudah menghancurkan lawan bisnis anda dengan cara kotor, bukan...."


"Apa maksudmu anak muda" bentak nya yang langsung emosi saat mendengar ucapan Wil, sedangkan Wil dia hanya menatap tajam pada paman nya itu yang juga menatap penuh permusuhan pada keponakan nya.


Valerie hanya diam saja, dia tidak tahu harus berbuat apa, sampai ibu mertuanya itu meminta mereka untuk duduk dan menikmati makan malam nya.


Rendra menatap dengan tatapan yang tidak biasa ke arah Valerie yang menjadi risih saat di tatap seperti itu, tatapan seakan ingin menelanjangi Valerie di sana.


Wil yang sudah tahu rencana mereka pun sama sekali tidak menyentuh makan itu, begitu juga dengan Valerie, dan itu mengundang perhatian dari kedua orang tersebut.

__ADS_1


"Apa hidangan nya tidak enak Tuan Wilmar?" tanya sang ibu yang menaruh kembali sendok nya.


"Bagaimana kalau kita bertukar makanan?"


__ADS_2