Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Sedikit lagi


__ADS_3

Wilmar Leka Wiratama menikmati makan tengah malam nya berlaku kan Omelan istrinya Valerie yang tengah kesal karena dia pulang terlalu larut, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk membalas ocehan Valerie, hingga dia tidak sadar kalau sudah dua piring nasi dan juga lauk yang masuk ke dalam mulut nya.


Tentu nya juga di sertai ocehan yang masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri nya, Wil meneguk air putih sampai kosong tak tersisa, baru lah Valerie berhenti berkicau layak nya burung.


Entah kenapa Wilmar sama sekali tidak tersinggung dengan Valerie yang seperti itu, toh seharusnya dia yang berkuasa dan Valerie yang tertekan karena pernikahan ini, tapi nyatanya Valerie sama sekali tidak tertekan di sana, bahkan dia terkesan menerima pernikahan kontrak tersebut.


Valerie mengangkat piring yang telah kosong, lalu mencuci nya, tidak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya, mungkin mulut nya sudah pegal pikir Wil.


Wil menemani nya sambil duduk di kursi meja makan, tadi nya dia ingin membantu mencuci piring namun tatapan tajam Valerie membuat nya urung dan hanya duduk di sana sambil memperhatikan kegiatan Valerie.


Sampai akhirnya semua pekerjaan nya selesai, Valerie langsung masuk ke dalam kamar mandi, tidak sampai dua puluh menit Valerie keluar dari sana dengan rambut yang terbungkus handuk.


Wil mendekati Valerie merebut hairdryer yang di pegang oleh Valerie, dia mengambil alih kegiatan mengering rambut itu, Valerie tidak menolak nya dia hanya diam tanpa ingin mengatakan sesuatu pada Wil.


Valerie memilih pergi untuk memakai skincare malam nya, dia sudah sangat mengantuk namun suaminya baru saja pulang yang membuat nya harus menunggu nya.


Setelah semuanya selesai dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia yang tadi sudah mengantuk pun urung saat tubuh nya berbaring di atas ranjang, rasa kantuknya hilang begitu saja.


Wil yang masih berada di kamar mandi pun secepat mungkin membersihkan dirinya, dia tahu kalau Valerie tidak akan bisa tidur sebelum dia memeluk nya.


Setelah mandi dia langsung naik ke atas ranjang, dimana istrinya itu hanya membolak-balik kan tubuh nya saja, tanpa berkata apa pun Wil menarik Valerie masuk ke dalam dekapan nya.


Tanpa kata apa dan kegiatan yang bisa menambah jumlah penduduk bumi, mereka terlelap sambil mengarungi indah nya mimpi.


Valerie menggeliat saat dia merasa kebas di bagian dada nya, ada rasa menggelitik di sana, yang membangun kan nya dari alam bawah sadar nya.

__ADS_1


"Eeeemmmmmpphh" desis Valerie yang ternyata sedang di mainkan oleh Wil, tanpa menunggu persetujuan dari Valerie, Wil langsung membawa Valerie mengarungi indah nya surga dunia.


Mereka melakukan nya sampai lupa waktu, kalau saja Valerie tidak sengaja mengalihkan pandangan pada jam dinding pasti mereka akan kembali mengulangi kegiatan panas mereka.


"Ini sudah hampir jam delapan"


Wil langsung menarik diri nya dari atas tubuh Valerie, tanpa banyak kata mereka langsung membersihkan diri di kamar mandi, tentunya tanpa ada lagi kegiatan ***-*** yang membuat mereka lupa diri.


Tepat jam delapan lebih dua puluh menit, mereka berdua sampai di kantor mereka masing-masing.


Wil masuk ke dalam ruang rapat dan memimpin rapat kali ini, dua jam berkecimpung dengan materi yang akhirnya terselesaikan dengan baik membuat perut nya terasa sangat lapar, dia sama sekali belum sarapan setelah membakar energi yang sangat besar dengan olahraga pagi yang mengasyikkan.


Dia masuk kedalam ruang kerja nya dan mendapati satu paperbag yang ada di meja sofa.


Pintu di buka dari luar, masuk lah Fattah yang tadi nya ingin mengajak kakak angkat nya itu makan siang.


"Kamu sudah pesan makanan kak"


"Tidak ini kiriman dari Valerie"


"Eheeemmm....."


"Apa, sudah sana kalau mau makan"


"Kenapa kakak ipar tidak mengingat ku" keluh nya yang malas jika harus keluar seorang diri.

__ADS_1


Fattah mendekat ke arah Wil yang duduk di sana, ternyata setelah di buka, ada dia box makanan di dalam nya, membuat Fattah tersenyum senang di sana.


Mereka makan siang dengan cepat karena setelah ini dia akan pergi ke perusahaan salah satu perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka untuk membongkar kejahatan paman nya itu, dia harus segera menyelesaikan nya, agar bisa segera terbang ke Jepang.


Sementara Valerie saat ini di tengah meninjau tempat rekreasi milik nya di salah satu kota yang masih ada di provinsi yang sama, dia ditemani oleh Mikha yang kini sedang berada di dalam kamar mandi.


Valerie pun menyusul nya karena tidak biasa nya Mikha ke kamar mandi selama itu, saat dia berjalan menuju kamar mandi, dia melihat Mikha berada di depan sana, tempat yang nantinya akan dia bangun area bermain pasir di sana.


Dia mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh sahabatnya itu, Valerie yang ingin mengagetkan Mikha pun membeku saat mendengar pembicaraan Mikha dengan seseorang yang ada di sana, dia tidak bisa mengenali kedua nya karena posisi berdiri nya membelakangi Valerie.


Valerie menutup mulutnya di balik tembok saat mendengar pembicaraan mereka yang membicarakan tentang Wiratama Corporindo, bukan kah itu perusahaan suaminya, lalu apa hubungannya Mikha dengan perusahaan itu.


Valerie pun merekam setiap pembicaraan mereka di sana, tak banyak yang mereka bicarakan di sana, lalu ketiga nya pergi dari sana, Valerie yang menyadari bahwa pertemuan itu akan segera berakhir pun segera pergi dari sana, dia tidak ingin ketahuan sebelum menyerahkan bukti tersebut pada suami nya.


Mikha menghampiri Valerie yang tengah berdiri di samping Komidi putar, banyak anak-anak yang tengah bermain di sana.


"Nona Val, Tuan Rendra ingin mengajak anda makan malam nanti, sebagai bukti kerjasama antara dua perusahaan" ucap Mikha.


"Halo Nona Val, senang bertemu dengan anda, kita belum pernah bertemu sejak kepemimpinan perusahaan milik ayah anda berpindah tangan" ucap Rendra mengulurkan tangannya.


"Iya Tuan, karena saya sangat sibuk mengurusi perusahaan yang hampir berpindah tangan karena kecerobohan Ayah" sindir nya secara tidak langsung.


"Saya turut prihatin dengan semua itu Nona, tapi sekarang perusahaan sudah berjalan normal lagi, jadi tidak perlu ada yang di khawatir kan, kita bisa merayakan ini dengan jamuan makan malam nanti, bagaimana?"


"Saya usahakan nanti, permisi" jawab Valerie yang undur diri karena hari sudah sore, dia harus kembali ke kota asal nya, tidak mungkin dia bermalam di sana, dia juga tidak nyaman terlalu lama bersama Mikha saat ini.

__ADS_1


__ADS_2