
Valerie tersentak saat mendengar bentakan suaminya, begitu juga dengan para pelayan yang ada di sana, mereka langsung membubarkan diri dari pada terkena amukan dari Tuan muda nya.
Tapi tidak dengan Valerie, dia tetap berada di sana meski sebenarnya dia juga takut pada Wil, ini salah nya melanggar sesuatu yang mungkin saja tidak di sukai suami nya.
Kini di meja makan itu hanya ada Valerie dan Wil yang sama-sama duduk, Wil tetap diam tanpa berkata apapun begitu juga Valerie, tidak ada yang memulai pembicaraan sampai di mana Wil mengalah dari keterdiaman nya.
"Apa makanan itu bisa membuat mu kenyang hanya dengan menatap nya saja?"
Valerie menatap ke arah Wil yang duduk di sebelah nya.
"Cepat ambilkan makanan nya" perintah Wil saat Valerie hanya diam dan menatap ke arah nya.
Dengan cepat Valerie menambah nasi beserta lauk di piring yang ada di depan Wil, tak lupa dia juga menuangkan air putih pada gelas milik Wil.
Tanpa menunggu lagi Wil langsung makan makanan yang di hidangkan oleh istrinya, masakan sederhana yang di buat istri nya itu ternyata sangat pas di lidah nya.
Valerie yang melihat suaminya yang makan dengan lahap nya membuat dia tersenyum, setidak nya dia bisa melakukan sesuatu yang membuat Wil nanti akan terus mengingat nya saat mereka berpisah.
Hanya membayangkan saja kenapa harus nya terasa sakit, apa mungkin dia sudah jatuh cinta pada laki-laki yang baru kemarin dia temui itu.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Wil saat istrinya itu hanya diam sambil menatap ke arah nya.
"Iya, aku makan"
Mereka pun melanjutkan makanan nya sampai tiba saat Wil harus kembali lagi ke kantor, dia juga meninggalkan pesan untuk istri nya agar tidak menunggu nya pulang, ada pekerjaan yang harus dia lakukan bersama Fattah.
Valerie hanya mengangguk pasrah saat mendengar itu, dia mengantar suaminya itu kembali pergi ke kantor, dia akan melakukan pekerjaan nya di rumah saja, mengingat dia tidak mendapatkan ijin dari suaminya untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Wil tiba di kantor yang langsung masuk ke dalam ruang meeting, di mana meeting sudah berjalan sekitar setengah jam yang lalu, dia malah menyempatkan diri untuk pulang hanya demi makan siang bersama Valerie.
Satu jam berlalu meeting berjalan dengan lancar meski harus menemukan kendala di sana, tapi semua bisa teratasi berkat Fattah yang bisa menyakinkan client nya.
"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Wil saat semua orang sudah keluar dari ruangan itu.
"Belum banyak bukti yang saya dapatkan Bos, saya butuh waktu untuk menggali lebih dalam lagi tentang masalah ini, tapi yang pasti orang itu terlibat di dalam nya"
"Pasti semua nya beres, serahkan pada ku satu Minggu dari sekarang"
"Baik Bos"
'Aku akan menghancurkan kalian, tunggu saja, sudah lama aku menunggu saat ini' batin Wil.
Dua orang petinggi perusahaan itu berjalan keluar dari sana menuju tempat meeting selanjutnya.
Dan kini yang ada di hadapannya adalah seseorang yang tidak pernah di bayangkan bisa meeting bersama dengan nya, apa lagi meeting kali ini akan menentukan mas depan tempat nya bekerja.
Meeting yang harus nya berjalan satu jam itu melambat akibat Wil yang banyak memprotes usulan yang diajukan oleh investor asing tersebut, apa lagi dia meminta keuntungan tujuh puluh lima persen dari pendapatan yang membuat nya tidak menyetujui nya.
Dia juga mencium bau konspirasi di sana, yang akan sangat menarik jika dia membuka semua nya saat ini juga, tapi dia masih ingin bermain dsn memberikan ruang gerak untuk orang yang menggerakkan client istrinya itu.
Meeting selesai saat mereka sepakat penghasilan di bagi rata, itu sedikit menguntungkan untuk perusahaan dari pada tidak sama sekali, acara di lanjutkan dengan makan malam bersama dan membubarkan diri setelah nya.
Wilmar tidak langsung pulang saat itu juga, begitu juga dengan Fattah yang memilih mempelajari apa yang harus dia lakukan untuk menaikkan kembali pamor tempat rekreasi milik mertua nya itu, mereka masih di temani oleh Mikha yang mengetahui seluk beluk perusahaan.
Sampai di mana Fattah menemukan fakta tentang ada nya kecurangan di bagian keuangan yang di sinyalir mengirimkan uang pada salah satu nomor rekening yang fiktif pemilik.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Mikha, Fattah mengcopy data tersebut lalu menyimpan nya di email milik nya, entah apa yang akan dia lakukan dengan data tersebut, yang pasti akan ada kejutan di dalam nya yang bisa membuat semua orang yang terlibat dalam dugaan nya meringkuk dalam hotel bintang lima di bawah naungan para seragam Pramuka.
Wilmar melirik jam tangan milik nya yang menunjukkan angka sepuluh, dia langsung menyudahi semuanya, dia juga meminta Fattah untuk mengantarkan Mikha pulang, biar bagaimanapun dia masih sedikit memiliki hati untuk membiarkan seorang wanita pulang sendirian di malam yang telah larut.
Fattah yang mendapatkan perintah itu tidak bisa memprotes nya, untung nya mereka satu apartemen jadi Fattah tidak perlu jalan dua kali.
Wil menjalankan mobil nya sendiri membelah jalan malam, entah kenapa sejak tadi dia memikirkan tentang istrinya yang mungkin sedang menunggu nya, meski dia tidak yakin tapi ada sedikit rasa berharap nya.
Mungkin akan sangat menyenangkan jika pulang di sambut oleh istrinya.
Dia sampai di rumah yang ternyata sudah gelap itu, dia berjalan menuju kamar nya, harapan nya di sambut oleh istrinya pun pupus saat melihat lampunya sudah mati.
Namun saat dia menghidupkan lampu nya dia kejutkan oleh Valerie yang duduk di sofa memangku laptop nya dengan mata yang perlahan terbuka saat lampu kamar nya di buka oleh Wil.
"Kenapa larut sekali pulang nya" sapa Valerie dengan sedikit protes di sana.
"Ada sesuatu yang aku bahas dengan Fattah dan juga asisten mu mengenai tempat rekreasi itu, kenapa belum tidur?" tanya Wil yang mendudukkan dirinya di samping istrinya.
"Aku menunggu mu" jawab Valerie tanpa mau menatap ke arah Wil.
Wil menatap tajam ke arah nya, yang membuat Valerie semakin malu dengan ucapan nya sendiri.
"Tatap aku jika berbicara"
Valerie mengangkat kepalanya menatap ke arah suaminya yang juga menatap nya, saat pandangan mereka bertemu ada gelayar aneh yang di rasakan kedua nya, tapi mereka sama sekali tidak menyadari bahwa cinta di antara mereka telah hadir.
Cup
__ADS_1