Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Aku di sini tuan muda


__ADS_3

"Tuan muda, bangun!"


"Tuan muda bangun lah, ini sudah siang apa kamu tidak ingin ke kantor" kata Valerie yang berkacak pinggang di samping ranjang.


Wilmar yang sedang tertidur samar-samar membuka mata nya saat mendengar suara wanita yang paling dia cintai itu, sontak dia membuka mata nya, bahkan saking kaget nya dia bangun dari tidur nya sampai melupakan putranya yang tengah terlelap di dada nya.


"A-ah sakit!" keluh Wilmar saat merasa pinggang nya panas karena Valerie mencubitnya.


"Kamu mau membunuh anak ku ha-ah, cepat bersihkan diri mu tuan muda!" perintah Valerie yang kini berjalan menjauhinya.


Grep ....


"Kamu mau apa?"


"Jangan pergi lagi, jangan tinggalkan aku!"


"A-aku tidak bisa hidup tanpa mu sayang"


"Lepaskan aku Tuan muda, cepat mandi dan pergi lah ke kantor!" kesal Valerie saat Wilmar terus menempel pada nya.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak akan pergi ke kantor, a-aku akan tetap di rumah bersama mu" rengek Wilmar yang takut di tinggal lagi oleh Valerie.


Valerie yang tidak ingin berdebat dengan suami nya pun akhirnya menyerah, akan sangat melelahkan menghadapi Daddy nya Jenno yang lebih manja dari anak nya sendiri.


Seperti saat ini Valerie yang sedang memasak sarapan, harus berulang kali mengelus dada nya saat Wilmar tidak melepaskan nya barang semenit saja, pria itu terus memeluknya dan mengikuti setiap langkah nya, membuat pelayan yang berniat membantu Valerie merasa sungkan sendiri dengan tuan muda nya yang kelewat manja.


Bahkan tadi, Valerie benar-benar harus membuang rasa malu nya saat kepergok papa mertua nya yang masuk ke dapur untuk mengambil air minum, sementara tersangka nya menatap cuek pada papa Tama, membuat kakek dari baby Jenno itu kikuk sendiri, dia bergegas pergi meninggalkan sepasangan suami istri yang sedang melepas rindu.


Protes-an Valerie sama sekali tidak di gubris oleh Wilmar malah dengan sengaja dia mengendus kan kepala nya di ceruk leher Valerie yang membuat pemilik raga menegang kaku di tempat nya, sekuat tenaga Valerie menahan godaan suami nya yang bisa runtuh kapan saja.


"Kembalilah ke kamar, temani putra mu tidur jika tidak ingin pergi ke kantor!" bentak Valerie yang tidak lagi bisa menahan diri nya.


"Aku mau pergi kemana Tuan muda, kalau rumah ku saja di sini" ucap Valerie menunjuk dada Wilmar.


"Kalau ini adalah rumah mu, kenapa kamu pergi?" tanya Wilmar membalikkan tubuh Valerie menghadap kearah nya.


"Aku hanya ingin pergi sebentar, kenapa kamu ketakutan aku tidak kembali pada mu?"


Wilmar mengangguk, dia merapatkan tubuh nya ke arah Valerie lalu memeluknya dengan segenap hati nya, meluapkan segala kerinduan yang ada, kerinduan dan cinta nya yang hanya dia persembahkan untuk wanita yang kini ada di depan nya.

__ADS_1


"Aku mencintai mu, sayang aku mencintai mu"


"Jangan tinggalkan aku lagi"


"Aku di sini tuan muda, aku tidak pergi lagi, kita akan terus bersama membesarkan kedua anak kita" ucap Valerie yang juga membalas pelukan suami nya.


"Dua anak?" tanya Wilmar yang terkejut dengan ucapan istrinya, bukankan putra mereka hanya satu.


"Jangan bilang kamu lupa kalau aku saat ini sedang mengandung kecebong mu lagi"


"Ah iya aku lupa"


Wilmar pun berjongkok di depan perut Valerie yang kembali membuncit akibat ulah kecebong premium Wilmar yang berkembang dengan baik di dalam rahim Valerie.


"Halo boy, cepat keluar Daddy ingin cepat membuatkan mu adik lagi"


Dug ....


"Aduh"

__ADS_1


"Jenno .... "


__ADS_2