
Valerie kembali terbangun dengan di pagi hari saat rasa mual mengaduk lambung nya, dia lari ke kamar mandi dengan memuntahkan lendir putih, suara nya yang begitu keras membangun kan Wil yang terlelap di atas ranjang.
Wil langsung menyambar boxer nya yang tersampir di headboard, semalam Valerie membuka paksa boxer nya, lalu membuang nya entah kemana.
"Kamu kenapa?" panik Wil yang melihat valerie kembali pucat sama seperti saat dia pingsan dan berakhir di rumah sakit.
"Kepala ku pusing Tuan muda dan juga aku merasa lemas sekali" keluh nya yang menumpukan ke dua tangan yang di pinggiran wastafel, dia membelakangi Wil yang berdiri di belakang nya, tatapan mereka beradu di dalam cermin yang ada di hadapan mereka.
"Ayo istirahat lah, dan minum obat mu"
Valerie berangsur menjauh saat Wil mengatakan 'minum obat' dia tidak mau dan tidak ingin sama sekali merasakan pahit nya obat meski usia nya sudah sudah lebih dari dua puluh tahun.
"Aku akan membantu mu" Ucap Wilmar dengan seringaian penuh maksud yang membuat Valerie tidak ingin di dekati oleh Wil.
Dia ingin menjauh dari suami nya itu, tapi apa mau di kata, tubuh nya terasa sangat lemas, Valerie mengalungkan kedua tangan nya saat Wilmar menggendong nya ala koala, dia menyandarkan kepala nya di dada bidang suami nya, dia mengendus-endus kulit dada suami nya dengan sesekali mengulurkan lidah nya yang membuat Wilmar menggeram karena ulah Valerie.
"Jangan memancingku, kalau tidak ingin terkapar di ranjang!" desis Wilmar yang kini menurunkan Valerie di tempat tidur.
Bukan nya takut,
Valerie dengan berani nya dia memainkan benjolan kecil yang ada di dada Wilmar, sama seperti yang sering Wilmar lakukan saat memainkan miliknya.
Tidak hanya itu dia juga melepaskan kain yang menghalangi kemaskulinan seorang Wilmar yang sudah tegak menantang, namun bukan keadilan, tubuh nya yang tadi terasa lemas tak berdaya kini mendadak bugar saat melihat benda yang siap mengobrak-abrik lembah nya.
Wilmar yang masih sadar sepenuh nya menghentikan ulah jahil Valerie yang bersiap menerkam kemaskulinannya, Wilmar menangkap tangan Valerie yang hampir menyentuh bagian paling sensitiv tubuh nya itu.
__ADS_1
Merasa keinginan nya di tolak oleh Wilmar seketika air mata nya luruh membasahi pipi nya, dia menatap nanar ke arah Wilmar yang memegangi tangan nya.
Dia malu...
Sekaligus kesal dengan Wilmar yang menolak nya untuk berkunjung ke gua gelap nya, dia meronta, melepaskan genggaman tangan Wilmar yang menatap nya penuh rasa bersalah, Valerie memilih merebahkan tubuh nya di sofa, dengan suara segukan yang terdengar mengiris hati siapa pun yang mendengar nya.
Dia sebenarnya juga heran dengan apa yang terjadi, kenapa dia merasa libido nya begitu besar akhir-akhir ini, membuat nya ingin selalu bersentuhan dengan suami nya, dia yang tadi merasa baik-baik saja saat melihat benda panjang itu kini rasa tubuh nya kembali melemas seakan tidak ada tenaga sama sekali, dia ingin di masuki oleh suami nya itu, tapi dia malah mendapatkan penolakan yang sangat membuat nya malu.
Wilmar terpaku di tempat nya dia tidak tahu apa yang di rasakan oleh Valerie, kenapa dia merasa setelah keluar dari rumah sakit, nafsu istri nya itu seakan menggebu-gebu, bahkan dia tidak lagi sungkan untuk meminta nya bergulat di atas ranjang, yang biasa nya ogah-ogahan malah saat ini dia yang paling bersemangat melakukan nya.
Bahkan tadi malam, dia sudah mencapai puncak nya untuk yang kedua kali nya, namun istrinya itu masih ingin terus melakukan nya, sampai-sampai dia memilih untuk memejamkan mata nya agar istrinya itu tertidur.
Bukan dia tidak mau, hanya saja dia tidak ingin sampai Valerie di larikan ke rumah sakit dengan alasan dehidrasi karena keseringan bercinta, cukup satu kali dia tidak ingin itu terjadi lagi, kejadian yang sungguh membuat nya malu, apa lagi sampai kalau sampai terulang, mau di taruh di mana muka nya itu.
"Valerie"
Wil tersentak saat Valerie tidak mau di dekati oleh nya, bahkan dia melempar semua bantal sofa yang ada di sana ke arah Wil, dia kembali lemas setelah meluapkan amarah nya pada Wil yang terheran dengan sikap Valerie yang sedang marah.
Wil memunguti bantal sofa yang berserakan di lantai, menumpuk nya di single sofa yang jauh dari jangkauan Valerie, setiap kali dia mendekat meski Valerie akan marah pada nya meski Wil sudah pastikan kalau istrinya itu sudah terlelap, dia ingin memindahkan istrinya itu ke tempat tidur supaya bisa tidur dengan lebih leluasa.
Lagi...
Dan lagi...
Dia akan mendapatkan amukan dari wanita yang di nikahi nya itu, dia tidak pernah tahu apa yang salah dengan diri nya, kenapa Valerie menjadi seperti anak kecil yang tidak mendapatkan mainan nya.
__ADS_1
Kan dia emang mau 'main anu' tadi tapi kamu gak kasih, ngambek kan dia othor be like
Sepanjang hari bahkan kini hampir malam tidak ada satu butir nasi pun yang masuk ke dalam perut Valerie, jangan kan untuk makan mendengar suara Wil saja dia sudah uring-uringan yang membuat nya hanya bisa mendesah kesal.
Makanan yang masuk ke dalam perut nya seakan tidak terasa apa pun, hanya rasa hampar, sementara Valerie dia hanya meminum susu cokelat yang di seduh sendiri oleh Wil.
Sekali lagi Wil mendekati Valerie dan meminta nya untuk membersihkan diri nya, selepas bercinta kemarin malam mereka sama-sama terlelap tanpa membersihkan tubuh nya sama sekali, bahkan ini sudah hampir menjelang tengah malam.
Valerie tidak bergeming dari tempat nya bahkan dia juga tidak menjawab ucapan Wil yang membuat Wilmar kehabisan rasa sabar nya.
"Turunkan aku, aku tidak ingin di sentuh oleh mu" marah Valerie yabg kini menggigit dada Wilmar yang membekas deretan gigi nya di sana.
Sorot mata tajam Wilmar nyata nya tidak membuat Valerie takut, dia bahkan dengan berani menantang Wilmar yang kini menurunkan nya di bawah shower.
Satu tarikan yang di lakukan Wilmar membuat kancing baju yang di pakai oleh Valerie berhamburan di lantai, air hangat membasahi tubuh setengah telanjang Valerie yang kini menghadap ke arah Wilmar yang masih memakai pakaian lengkap nya.
"Bersihkan diri mu" perintah nya meninggalkan Valerie di bawah guyuran air.
Lagi...
Valerie tidak bergerak sama sekali yang membuat Wilmar benar-benar murka.
"Aku tidak akan mengampuni mu kali ini"
Wil melepaskan pakaian nya sendiri dengan kemaskulinan nya yang sudah siap untuk menjelajahi gua yang sejak tadi merajuk ingin di kunjungi, dia baru menyadari perihal yang membuat valerie tantrum sepanjang hari sejak terbangun hingga hampir tengah malam, dia tidak lagi peduli dengan apa pun, akan dia pastikan kalau esok hari wanita itu tidak akan bisa berjalan meski hanya ke kamar mandi saja.
__ADS_1
Sorot mata penuh gairah serta deru nafas memburu membuat valerie meneguk ludah nya kasar, tapi tidak ada keinginan yang terbesit di benak nya untuk mundur dari pertempuran yang sebentar lagi akan di mulai.
"Aaaaaahhhh..."