Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Terungkap


__ADS_3

"Lebih baik kita akhir saja semua ini, kita bisa hidup dengan pilihan masing-masing"


"Kalau itu mau mu, aku bisa apa" lirih Valerie yang tidak bisa membendung air mata nya, terlihat jelas di mata kedua nya jika meraka sama-sama terluka dengan pilihan yang mereka sendiri ambil.


"Hidup lah dengan baik setelah kepergian ku, aku titipkan anak kita jaga dia dengan baik" pesan Valerie sebelum dia meninggalkan kamar namun di tahan oleh Wilmar yang masih terus bungkam dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Flashback on


"Kak ini bukan nya kakak ipar?" ucap Fattah sambil menunjukkan foto di ponselnya, dimana Valerie keluar dari kantor cabang milik nya bersama dengan seseorang yang tidak dia kenal.


Pandangan pria itu sangat jelas menunjukan kalau pria tersebut sangat menginginkan istrinya yang semakin cantik setelah melahirkan putra mereka.


Namun, di pertengahan jalan dia melihat istrinya itu bersama laki-laki yang tadi ada di ponsel milik Fattah, dia mengikuti sampai kedua orang tersebut masuk kedalam kamar hotel, Wilmar yang sudah gelap mata karena ulah keluarga mertuanya di tambah ulah Valerie yang dia pikir bermain di belakang nya membuatnya salah mengambil keputusan.


Sementara Valerie yang baru masuk kedalam kamar langsung keluar begitu saja saat melihat suaminya tengah bergumul dengan hebat nya bersama seorang wanita yang dia ketahui adalah mantan tunangan Wilmar, sakit hati nya bertambah seiring dengan ada nya kiriman banyak foto yang dia terima di meja kerja nya dua hari yang lalu, juga rekaman yang membuat Valerie merasa hanya di manfaatkan saja.


Dimana rekaman tersebut memang benar suara Wilmar yang di rekam oleh Faizah saat melamarnya dulu, di pantai Utara Jawa saat mereka baru saja merayakan kelulusan nya, Valerie sakit hati atas semua itu pun, menyimpulkan bahwa apa yang dia lihat itu adalah benar, tanpa ingin menanyakan terlebih dahulu pada Wilmar yang sebenarnya, keduanya sama-sama diam tanpa mencari bukti yang sebenarnya.


Flashback off


Dua bulan kemudian.


Selama itu pula Wilmar terus bekerja tanpa mengenal waktu, dia berangkat pagi-pagi sekali dan pulang saat malam sudah larut membuat papa Tama meradang dengan Wilmar yang hidup seakan mati, belum lagi baby Jenno yang selalu menangis mencari kedua orang tua nya yang sama-sama egois dengan keputusan mereka tanpa memikirkan sebab akibat nya, sementara Fattah dia berjuang keras mengumpulkan bukti dari semua masalah yang sudah bisa dia dan Bima tebak siapa dalang di balik semua ini, tentunya berkat bantuan dari pak Amar yang terlibat kasus penggelapan dana perusahaan.


Surat gugatan sudah Wilmar layangkan pada pengadilan satu Minggu setelah keputusan berpisah malam itu, sampai saat ini keberadaan Valerie tidak ada yang mengetahui nya, dia pergi begitu saja meski setiap satu Minggu sekali ada kiriman asi untuk baby Jenno.


Wilmar yang baru saja menginjakan kaki nya di rumah, langsung mendapatkan serangan dari papa nya yang memukulinya membabi buta, kekesalan papa Tama tidak lagi bisa terbendung saat melihat putra nya yang bodoh karena cinta itu.


Brak.


Bruk.

__ADS_1


Dug.


"Pa hentikan!"


"Tama, kamu bisa membunuhnya kalau seperti itu" lerai asisten papa Tama, Bima Maulana.


"Biarkan saja dia mati sekalian, aku tidak habis pikir kenapa aku punya anak yang bodoh seperti itu" kesal papa Tama melayangkan pukulan terakhirnya sebelum menghempaskan tubuh putra kebanggaan nya itu di atas lantai.


Dia berdiri membelakangi putranya yang di papah oleh kedua orang kepercayaan nya, papa Tama mengungkapkan kekesalan nya yang membuat rumah tangga anak nya berantakan.


"Kenapa kau bodoh sekali Wilmar, aku memintamu untuk menyelesaikan masalah bukan menceraikan nya"


"Asal kamu tahu, semua ini ulah pria menjijikan yang sayang nya dia adalah kakak kandungku sendiri" dengus nya menyambar segelas air putih di meja makan.


"Apa maksud papa?" tanya wilmar yang meringis merasakan perih di bibirnya yang robek akibat pukulan papa nya.


"Jelaskan semua nya pada kakak mu yang bodoh itu Fattah!" perintah papa Tama yang duduk dengan menyilangkan kaki di depan Wilmar yang sedang di obati oleh Bima.


Juga rencana perjodohan yang sudah di ranjang pak Haidar dan pak Rendra yang menaruh dendam pada bisnis usaha Wiratama yang selalu sukses dalam bidang apa pun.


Saat mereka bisa masuk dan Wilmar mulai jatuh cinta pada Valerie, segala cara di lakukan untuk memisahkan dua orang yang saling mencintai meski tanpa kata cinta yang terucap dari bibir kedua nya.


"Lihat ini kak"


Wilmar merebut tablet yang ada di tangan Fattah di mana video yang di putar membuat nya menyandarkan tubuh nya di sofa, rasa bersalah semakin membuncah saat melihat Valerie yang keluar dari kamar hotel dengan linangan air mata.


"Apa yang terjadi di dalam?"


"Aku harap kamu bisa bersabar lagi kak, perjuangan mu belum selesai"


Fattah menggeser slide di ponsel nya menampilkan dua orang yang sedang bergumul di atas ranjang.

__ADS_1


Tunggu ....


Itu bukan diri nya.


Tapi dia mengenal wanita yang ada di video itu.


Dan laki-laki nya ....


Dia menatap kearah papa nya yang juga menatap kearah nya, terdengar helaan nafas papa Tama.


Pantas saja Valerie menangis saat keluar dari sana mungkin dia berpikir kalau itu adalah dia yang sedang bermesraan dengan mantan tunangan nya.


Sedangkan dia malah main pergi begitu saja tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi, kini pikiran nya berkecamuk dengan apa yang terjadi dengan rumah tangga nya yang seolah di setir oleh paman laknat nya yang sampai saat ini tidak di ketahui keberadaan nya.


Suara gelak tawa Valerie dan sikap manja nya saat bersamanya kini menjadi di benak nya, selemah itukah cinta mereka sampai hanya satu masalah saja rumah tangga yang mereka bangun hancur begitu saja.


"Apa keberadaan Valerie belum di ketahui sampai sekarang?" tanya Wilmar dengan lirih, setetes air mata nya jatuh membasahi pipi nya.


"Kami sedang usahakan pencariannya, tapi sampai saat ini belum ada kabar sama sekali" jawab Bima.


"Fattah bukankah ada kiriman asi setiap Minggu nya, kenapa tidak kamu lacak itu saja?"


"Tidak bisa tuan muda yang terhormat, pengirim nya selalu berganti-ganti tiap Minggu nya"


"Kenapa mau mencari kakak ipar, haah aku rasa keputusan kakak ipar meninggalkanmu ada benarnya kak"


"Kau membelaku atau siapa Fattah"


"Tentu saja aku di pihak kakak ipar, bisa-bisa nya dia menikah dengan pria bodoh seperti mu"


"Apa mau marah, ayo sini!"

__ADS_1


"Pa .... "


__ADS_2