
Valerie menarik Wil kedalam photo box yang ada di sampingnya, mereka masuk kedalam sana, Valerie mendudukkan Wil di tempat duduk yang di sediakan, namun sebelum memulai nya dia menengadahkan tangan nya, bukan dia tidak punya uang sendiri, tapi dia ingin mengalihkan fokus suaminya.
Tanpa menjawab Wil menarik dompet yang ada di saku belakang celana nya dan menyerahkan nya pada Valerie yang terlihat girang di sana, dia menarik uang cash yang ada di sana lalu memasukkan nya ke dalam tempat pembayaran otomatis yang ada di sana.
Dia masuk ke dalam dan duduk di samping Wil, berbagai gaya Valerie peragakan di sana, namun tidak dengan Wil yang hanya menampilkan wajah datar nya, Valerie yang kesal karena tidak mendapatkan foto yang dia inginkan pun keluar begitu saja dari sana.
Melihat istrinya yang keluar dengan perasaan kesal pun membuat Wil menghela nafas nya, perasaan nya sedang tidak baik, namun istri itu justru mengajak nya melakukan hal yang menurutnya konyol, dan tidak pernah dia lakukan seumur hidupnya.
Di raih nya foto-foto yang tercetak itu, memasukkan nya ke dalam saku celana nya, tak lupa dia juga membawa tas milik Valerie yang sengaja di tinggal kan.
Wil keluar dari sana mencari keberadaan Valerie yang meninggal nya tanpa membawa barang-barang nya, yang ada di pikirannya saat ini, kemana perginya Valerie dengan tangan kosong seperti itu.
Wil terus mencari di sekitar tempat itu namun hasil nya nihil, istrinya itu tidak berhasil dia temukan, dia memutuskan untuk keluar dari mall tersebut.
Malahan dia yang menjadi pusat perhatian karena menenteng tas milik Valerie, banyak yang mengatakan bahwa dia adalah sosok idaman wanita, karena mau membawakan tas wanita nya yang sedang merajuk.
Di susuri setiap jalan yang ada di sana, sampai di melihat istri nya berada di kerumunan orang yang sedang antri makanan, dia mendekati Valerie dan berniat mengajak nya untuk pergi dari sana.
"Menyusahkan saja, ayo pergi dari sini" tarik nya pada Valerie.
"Pergi saja sendiri, aku lapar" tolak Valerie saat melihat suaminya itu ada di sampingnya.
"Jangan membuat kesabaran habis, sudah cukup kamu membuat ku marah"
__ADS_1
Tanpa mengatakan apa pun Wil langsung menarik pergi Valerie dari sana, sedangkan Valerie yang tidak mau menjadi perhatian pun menuruti apa kemauan Wil, mereka kembali ke basemen mall, Wil membawa Valerie keluar dari sana menuju restoran langganan nya.
Sampai nya di sana Wil memesan makanan yang biasa dia pesan, karena makanan itu menurut adalah hidangan terlezat yang pernah dia makan, dia pun berinisiatif untuk mengajak Valerie makan di sana.
Tanpa menunggu lama, makanan yang Wil pesan sudah datang, dia pun mengajak istri menikmati makanan tersebut.
"Makan lah, aku yakin kamu pasti akan menyukai nya" ucap Wil saat Valerie hanya menatap tanpa menyentuh makanan di piring nya.
Wil yang sudah lapar pun lalu memotong daging Wagyu yang ada di piring nya, dia terlihat sangat menikmati nya, bahkan makanan nya sudah termakan hampir setengah nya.
Valerie hanya diam saat Wil menikmati makanan nya, meski dia juga sangat lapar tapi dia enggan untuk menikmati lezatnya daging Wagyu yang ada di depan nya, sampai tatapan mereka bertemu.
"Kenapa tidak makan, makanan yang kamu pilih tadi tidak higienis dan juga banyak minyak nya, sangat tidak baik untuk kesehatan"
Wil memotong sedikit daging nya lalu mendekatkan nya ke arah mulut Valerie yang memundurkan wajah nya.
Dengan terpaksa Valerie membuka mulut nya, menerima suapan dari Wil, rasa lembut berpadu dengan bumbu yang di racik memberikan rasa nikmat yang begitu memanjakan lihat, senyum menghiasi wajah Wil saat Valerie terlihat menikmati makanan yang dia suapkan.
Namun senyum itu berubah menjadi rasa panik yang begitu hebat saat Valerie tiba-tiba mual, serta ruam-ruam yang muncul di lengan nya seperti sisik itu menambah kekhawatiran seorang Wilmar Leka Wiratama.
Valerie tampak memegangi kepalanya berdenyut hebat, hidung nya berair dan beberapa kali Valerie tampak bersin-bersin.
"Kamu kenapa?" panik nya yang langsung berdiri di samping istri nya.
__ADS_1
"Kepala ku......"
Bruk.
Valerie yang tidak berniat untuk ke kamar mandi karena tidak tahan dengan rasa mual nya pun tiba-tiba pingsan, untung saja Wil sigap menangkap nya hingga tubuh Valerie tidak jatuh ke lantai.
Wil langsung menggendong Valerie tak lupa dia juga mengalungkan tas milik istrinya, dia langsung keluar begitu saja tanpa melakukan pembayaran, meski begitu tidak ada satupun dari pegawai atau satpam yang berjaga di sana menahan nya, bahkan salah satu satpam yang bertugas di sana membungkukkan badannya, memberi hormat pada Wil, saat berpapasan.
Memang siapa yang berani menghadang pemilik bangunan tersebut, semua orang yang menyewa gedung tersebut selalu menggratiskan apa pun yang Wilmar beli di sana, mengingat harga sewa gedung yang lebih murah dari tempat lain, membuat semua orang sepakat untuk tidak menarik biaya saat Wil makan di tempat mereka.
Wil melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat, dia sesekali menoleh ke arah belakang tempat nya membaringkan Valerie, raut cemas tidak bisa dia sembunyikan, dia tahun terjadi apa-apa pada Valerie.
Dia juga merutuki kebodohan nya sendiri yang tidak tahu jika istrinya itu alergi pada daging merah, justru dia malah menyuapkan makanan yang di anggap racun oleh tubuh Valerie.
Jalanan yang cukup lengang membuat Wil dengan bebas melajukan mobil nya, hingga tidak sampai setengah jam dia sudah sampai di sana yang langsung di sambut oleh salah satu suster yang tengah berjaga.
Wil yang ingin masuk ke dalam ruang gawat darurat, tertahan di luar saat suster tersebut melarang nya untuk masuk, meski dia mengatakan kalau dia adalah suami dari Valerie, tapi ketetapan rumah sakit tidak bisa di langgar oleh siapa nya meski dia berkuasa sekali pun.
Wil tampak gelisah di sana, dia lebih baik melihat apa yang terjadi pada Valerie dari harus menunggu seperti ini, raut cemas tidak bisa dia sembunyikan dari wajah nya.
Sampai suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian nya, dia langsung menghampiri dokter yang menangani istrinya.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter?"
__ADS_1
"Istri anda menderita alergi yang cukup parah, dia tidak bisa memakan daging merah berserta olahan nya, itu membuat daya tahan tubuh nya melemah dan pada kasus yang parah bisa menyebabkan kematian"
Duaaaarrr....