
Dia mengguyur badan nya, sampai merasa isi kepala nya itu tidak lagi terkontaminasi dengan godaan-godaan yang keluar dari mulut Mikha yang masih terngiang jelas di telinga nya, sampai dia mendengar suara gedoran pintu meski tidak ada suara di balik nya.
Dia segera menyelesaikan mandi nya, tak lupa dia memakai baju nya juga, dia heran dengan semua ukuran baju yang ada di sana, semua pas dengan ukuran nya, bahkan dia sempat berpikiran buruk pada Wilmar yang menganggap nya sebagai kolektor wanita.
Tapi dia juga tidak punya keberanian untuk menanyakan hal itu bukan, dia cukup tahu diri siapa dia di sini.
Ceklek.
Valerie yang baru saja membuka pintu kamar mandi, di sambut dengan tatapan tajam dari Wilmar yang seakan ingin menelan nya hidup-hidup, tanpa berkata apa pun, Wilmar masuk ke dalam kamar mandi dengan membanting pintu, yang membuat Valerie terjingkat kaget.
Tapi Dia tidak ingin ambil pusing dengan ulah Wilmar pun memiliki mengabaikan nya dia berjalan mendekati meja rias yang tertata rapi berbagai macam peralatan makeup yang sama dengan merk yang biasa dia gunakan.
Sehebat apa suami nya itu sampai dia tahu semua tentang nya, bahkan sampai ukuran penutup aset nya, dia bergidik ngeri membayangkan apa saja yang sudah di lakukan oleh suaminya bersama para wanita nya.
Tak ingin larut dalam pemikiran yang tak menentu itu pun, dia memilih memakai skin care malam nya, sampai di mana suami itu meminta nya untuk berbicara serius.
Kini mereka duduk berhadapan layak nya client yang sedang membahas sesuatu yang sangat penting, Wilmar menyodorkan satu berkas berisi surat kontrak yang akan mereka jalan kan selama yang di butuh kan.
Tentu nya, sampai Wilmar mendapatkan keturunan yang akan menjadi ahli waris nya, dan jika saat itu sudah tiba dan anak itu berusia satu tahun, mereka akan bercerai.
Valerie tidak di izinkan untuk menemui putra nya itu, atau bahkan mengakui nya, Valerie yang tidak terima pun mengajukan keberatan untuk tidak menemui anak nya, tapi lagi-lagi dia tidak punya kuasa apa pun di sana, di tambah lagi dia tidak bisa membatalkan semua nya kecuali atas keinginan Wilmar.
Dia sama sekali tidak berkuasa atas apa pun, dia hanya bisa menuruti apa yang di inginkan Wilmar, tanpa bisa menolak nya. Wilmar membebaskan Valerie untuk melakukan apa pun yang dia inginkan tanpa ada tekanan selama dia belum hamil dan melahirkan anak nya.
Namun setelah semua nya selesai Wilmar akan memberikan nya kompensasi yang bisa Valerie sendiri tulis di sana, Valerie semakin tidak bisa melakukan apapun selain menurut apa yang sudah tertulis dengan jelas di sana.
__ADS_1
Yang mana Wilmar lah yang berkuasa dan berhak membatalkan isi kontrak jika dia menginginkan nya, hati Valerie berkecamuk di sana, dia bagaikan wanita yang tidak mempunyai hati nurani yang tega menjual rahim nya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tidak pernah dia ingin kan.
Tapi semua sudah terlanjur dan dia tidak bisa mundur, keduanya akan sama-sama menyakitkan dan sia-sia, dia akan tetep hancur kalau memilih keluar dari jerat yang sudah di semai oleh Ayah kandung nya itu.
Maju atau mundur sama-sama menyakiti bagi nya, tapi dia memilih maju dengan masa depan yang bisa dia perkirakan dari pada mundur dan harus memulai semua nya dari nol lagi, dan itu tidak bisa dia lakukan apa lagi ada nyawa yang dia pertaruhkan.
Nyawa adik dan ke dua orang tuanya ada di tangan nya saat ini, biarlah dia mengorbankan dirinya untuk orang-orang di sekeliling nya, setidak nya dia sudah lakukan yang terbaik untuk keluarga nya.
Valerie pun menandatangani nya dan menyerahkan berkas termasuk diri nya pada sosok tampan yang ada di depan nya
Pagi hari Valeri bangun dalam kondisi tanpa busana dan berada di dada bidang laki-laki yang telah merenggut apa yang dia jaga selama hampir dua puluh tiga tahun, setelah menandatangani surat perjanjian itu, mereka melakukan hubungan suami-istri secara halal untuk menghasilkan keturunan.
Valerie yang mula nya kesakitan karena batu pertama kalinya pun, perlahan larut dalam permainan yang di ciptakan oleh Wilmar sampai mereka melakukan nya berulang kali, mereka tertidur saat menjelang pagi, dan saat mata hati sudah meninggi
Wilmar yang merasa pergerakan dari Valerie pun membuka mata nya yang langsung di suguhkan pemandangan indah yang memanjakan mata, tangan nakal nya langsung merambat menuju tempat yang kini menjadi favorit nya.
"Sudah siang, masih banyak hari untuk melakukan nya"
Wilmar tidak menjawab dia langsung bangkit saat istrinya itu sudah mendudukkan dirinya di atas ranjang sambil menutupi kedua aset nya itu dengan selimut.
Dia berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri nya dari sisa-sisa percintaan panas mereka tadi malam, masih terekam jelas dalam memori Wilmar tentang segala rasa yang masih tertinggal di ujung darah nya, rasa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Tak ingin kembali larut dalam fantasi nya Wilmar segera menyelesaikan mandi nya, lalu keluar dari sana hanya mengenakan boxer nya, dia menatap ke arah wanita yang semalam merelakan apa yang dia milik untuk nya dengan senyum tersungging di bibir nya.
Dia mendekati nya dan membuka paksa selimut yang membungkus tubuh istrinya.
__ADS_1
"Aaahhh"
"Mandi" ucap nya tak terbantah.
Valerie mengangguk dia mendudukkan dirinya yang berniat untuk mandi, tapi saat akan menurunkan kaki nya, area di pangkal pahanya terasa begitu nyeri yang teramat, dan itu membuat nya tidak nyaman.
Wilmar yang melihat itu sedikit kasihan tapi dia juga merasa bangga saat berhasil membuka jalan terjal yang belum pernah di lalui oleh orang lain, dia pun berinisiatif membantu nya dengan menggendong Valerie ke kamar mandi.
Valerie yang terkejut dan wajah nya bersemu merah dengan apa yang di lakukan Wilmar pun hanya menundukkan kepala nya, dan berusaha menutupi aset kembar nya dengan kedua tangannya, dia juga merapatkan kedua kaki nya serapat mungkin, dia malu saat kondisi nya yang tanpa benang itu harus bersentuhan seperti itu dengan lawan jenis nya.
"Apa kamu sakit?" Tanya Wil tanpa ekspresi, yang di tanggapi gelengan kepala.
Wil menurunkan Valerie di dalam bathtub yang kemudian dia isi dengan air, dia menggeleng saat menyadari kalau istrinya itu malu pada nya, lihat saja, dia berusaha menutupi aset nya yang bahkan dia sudah lihat, bukan sekedar melihat tapi dia bisa menikmati nya kapan saja.
"Mandilah, jangan terlalu lama, aku ada meeting siang ini"
"Iya" jawab Valerie singkat.
"Satu lagi, tidak perlu bekerja jika 'itu' mu masih sakit"
"Aku ada meeting" jawab nya.
"Kamu yakin, bisa berjalan dengan baik, jangan membantah ku, diam di rumah sampai kondisi mu pulih, aku akan pulang setelah meeting selesai" perintah nya tak terbantahkan.
"Tapi bagaimana dengan meeting yang harus aku hadiri?" Tanya Valerie lirih
__ADS_1
"Aku yang akan menghadiri rapat itu, jadi jangan membantah ku lagi, satu yang kamu harus ingat aku tidak suka di bantah dan mengulang kata"
Deg.